Mukernas GPdI 2015

Musyawarah Besar adalah forum tertinggi Gereja Pantekosta di Indonesia yang diadakan setiap 5 tahun sekali menetapkan Garis Besar Program Kerja (GBPK) dan memilih Majelis Pusat GPdI. Garis Besar Program Kerja hasil Musyawarah Besar GPdI merupakan amanah organisasi,

Paskah Bersama Hamba-hamba Tuhan Wilayah IV

Cirebon. Dalam rangka memperingati hari Paskah 2014, para Hamba Tuhan yang tergabung diwilayah Indramayu, Cirebon Kuningan, majalengka dan sekitarnya mengadakan acara sehari bertemakan “ Bersama Melayani Tuhan” yang diadakan di Prima Resort Kuningan Jawa Barat pada Selasa 27 Mei 2014.

Pertemuan Majelis Wilayah dan MD Jabar

Cianjur, 18 Pebruari 2013, Majelis Wilayah IV Jabar GPdI, menghadiri Pertemuan dengan Majelis Daerah yang dihadiri oleh seluruh Personil MD dan Seluruh MW se Jawa Barat. Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua MD Jabar GPdI Bpk. Pdt. JE. Awondatu.

Natal Regional Majelis Daerah GPdI Jabar

Diakhir Tahun 2014, Majelis Daerah Jawa Barat Gereja Pantekosta di Indonesia (MD GPdI Jabar), mengadakan kegiatan Natal bersama Hamba-hamba Tuhan beserta Jemaat se Jawa Barat, namun ada yang berbeda pada kegiatan Natal Tahun ini dimana biasanya diadakan serempak pada satu lokasi, kali ini sedikit berbeda hal itu terlihat dari nama atau kemasan acara yang dinamai dengan “ Natal Regional Majelis Daerah GPdI Jabar “

Youth Rally Day Paskah 2015 KW IV Pelprap

Kuningan, Komisi Wilayah Pemuda (KW Pelpap), bergabung dengan Komisi Wilayah Remaja (KW Pelrap) wilayah IV GPdI Jabar mengadakan acara sehari dalam rangka peringatan Paskah, yang diberi nama Youth Rally Day Paskah, bertempat di The Mountain Recreation park Kuningan Cirebon Jawa barat pada Jumat 01 Mei 2015.

Jumat, 29 November 2013

Safari Natal KD Pelrap di Majelis Wilayah IV GPdI Jabar

Cirebon- Jumat 29 Nopember 2013 Komisi Daerah Pelayanan Remaja Jawa Barat ( KD Pelrap Jabar ) yang diketuai oleh Pdt. Roy Viktor  Sumolang,  kembali mengadakan Ibadah perayaan Natal yang  disebut dengan “ Safari Natal  “ di GPdI Trifina Jl. Talang Cirebon  yang digembalakan oleh  Pdt. Julien Lontoh , dengan Thema Natal : “ Kobarkan Api Pantekosta “ sub thema: Generasi yang bertumbuh kearah Kristus ( Efesus 4:14-16) dengan menghadirkan pembicara Pdt. JE. Awondatu ( Ketua Majelis Daerah Jawa Barat, dan juga sebagai Ketua satu Majelis Pusat GPdI).  A cara ini  merupakan realisasi Program kerja jangka pendek  KD Pelrap  yang diselenggarakan  dbeberapa kota  di Jawa Barat, seperti  Banjar, Depok, Bandung, Bekasi, Cirebon dan juga Rengasdengklok. Terakhir safari Natal KD Pelrap ini akan diadakan sampai dengan  bulan Januari 2014 di Rengasdengklok. Safari Natal yang  diadakan di kota Cirebon , meliputi beberapa daerah yang masuk dalam lingkup Majelis Wilayah IV Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI ) Jawa Barat, meliputi Kota Indramayu, Kuningan, Cirebon dan Majalengka.  Panitia Pelaksana  acara ini sepenuhnya diserahkan kepada Komisi Wilayah IV Remaja ( KW Pelrap ), dan Komisi Pemuda ( KW Pelpap ) bertindak sebagai ketua Panitia adalah Pdm. Vane Walewangko ( Sekretaris KW Pelrap ).

Sdri. Kezia Tamburian
Pdt. Bobby Monik membuka Ibadah dalam doa, Bertindak sebagai Worship Leader  Sdri. Kezia Tamburian dari GPdI Jamblang , memulai acara  Ibadah Natal Pemuda dan Remaja se wilayah IV tepat pada pukul 17.30 wib, nampak para Pemuda dan Remaja mulai berdatangan memenuhi hampir seluruh ruangan gereja,  diperkirakan yang hadir berjumlah  sekitar 250 orang, sudah termasuk para Hamba – hamba Tuhan yang mendukung kegiatan ini.

Pdt. Je. Awondatu
Dalam penyampaian Firman Tuhan Pdt. Je. Awondatu menekankan kepada para Pemuda dan Remaja yang hadir untuk selalu mengatakan yang benar  “ Speaking the truth “ harus jujur jangan suka bohong, jangan suka dusta biarlah sejak muda kita harus mengatakan yang benar  dan juga hidup dalam kebenaran  supaya kita berkenan kepada Tuhan, karena tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa, Yohanes 15:5  diluar Yesus kita tidak bisa berbuat apa-apa sebaliknya didalam Yesus kita bisa melakukan segala sesuatu,  lebih lanjut beliau mengatakan saat peristiwa kelahiran Yesus Orang Majus ketemu Yesus, para Gembala ketemu Yesus , artinya baik orang kaya baik maupun orang biasa  pokoknya semua orang harus ketemu Yesus  untuk  diselamatkan, jadi kalau kita boleh sukses itu karena Yesus, kalau kita pandai itu karena Yesus,  demikian pesan Natal yang disampaikan Pdt. Je. Awondatu yang mendapat respon begitu antusias dari para Remaja yang hadir.  
Altar Call
Masuk dalam acara selanjutnya yaitu penyalaan Lilin dan pujian Malam Kudus, Pdt. Je. Awondatu menyalakan lilin pertama selanjutnya Mewakili Majelis Wilayah IV oleh Pdt. Yezia RA (Sekretaris ), dari Komisi Derah Pelrap oleh Pdt. Roy V Sumolang ( Ketua KD Pelrap ), Gembala GPdI Trifina Pdt. Julien Lontoh, Mewakili Panitia Pdt. Ronald M Polii ( Ketua KW Pelrap ), dan Pdt. Noldy Manorek ( Ketua KW Pelpap ).Dalam Kesempatan ini juga Ketua KD Pelrap Jabar Pdt. Roy V Sumolang  menginformasikan program Kerja yang akan dilaksanakan diantaranya akan mengadakan lpertandingan  Futsal Pelrap, se Jawa Barat, Kemah Remaja, dan juga Jambore Nasional Remaja yang akan diadakan di Kalimantan Timur pada pertengahan tahun 2014. Acara dtutup dan diakhiri dengan Doa oleh Ketua Kd Pelrap Pdt. Roy Victor Sumolang. by Yra




Kamis, 14 November 2013

Kunjungan Paduan Suara GPdi Kopo Permai Bandung, Ke GPdI Jemaat Eretan

Minggu 27 Oktober 2013, tidak seperti biasanya Ibadah Raya di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI )  Jemaat Eretan yang di Gembalakan oleh Pdt. Yezia R Akay, mendapat kunjungan dari paduan suara Jemaat GPdI Kopo Permai Bandung  yang digembalakan oleh Pdt. Thomas Runkat.  Paduan Suara GPdI Kopo Permai  Bandung kurang lebih berjumlah 40 orang, terdiri dari jemaat pria dan Wanita juga Hamba Tuhan dan pengerja berangkat dari Bandung sejak Pkl.05.00 Pagi , demi  mengejar waktu beribadah di GPdI Eretan yang diadakan pada Pukul 10.00 Wib pada setiap Minggunya. Koordinator Paduan suara Ibu. Liani Siswanto dalam sambutannya mengatakan sangat bersyukur kepada Tuhan dimana Kegiatan yang rutin paduan suara ini lakukan setiap Tahun, kali ini boleh dilaksanakan di GPdI Jemaat Eretan.

Suasana Ibadah
Seluruh rangkaian acara dari Ibadah sampai pemnyampaian Firman Tuhan dipimpin oleh team dari Ps GPdI Kopo Permai Bandung, Jemaat beribadah dengan penuh antusias dan menikmati setiap pujian dalam Ibadah maupun persembahan Koor  dari Paduan suara yang dinyanyikan dengan merdu menambah hikmat suasana Ibadah siang itu. Renungan Firman Tuhan dibawakan oleh Pengerja GPdI Kopo Permai Bandung  Sdri. Pdp. Ane Pesik  dengan tema: Vison diambil dari ayat Alkitab Amsal 29:18
mengatakan “Bila tidak ada wahyu (visi) menjadi liarlah rakyat”
  1.  dikatakan Visi adalah tujuan hidup yang kita lakukan seumur hidup kita. Visi itu adalah "kehendak suci" inner will yang ditulis   TUHAN  di dalam hati setiap orang. dunia (Mat.28:19-20).   -  Yoh.15:16Yesus telah MEMILIH dan MENETAPKAN kita untuk PERGI dan MENGHASILKAN BUAH.  Ini adalah ketetapan atau takdir yang sudah Tuhan tetapkan bagi kita, yaitu pergi dan menghasilkan buah.  Ini merupakan visi yang sudah Tuhan tetapkan bagi kita, tetapi ini masih visi secara umum untuk semua orang Kristen.
  2. Visi itu harus digali, ditemukan dan dipastikan oleh   setiap orang di dalam kehidupannya sejak dini.
  3. Visi yang benar datang dari Tuhan.  Artinya Tuhan yang memberikan visi itu kepada Saudara sebagai tujuan hidup Saudara.  Di dalam Alkitab kita bisa mengambil contoh Tuhan memberikan visi kepada orang-orang pilihanNya Contoh kepada Nehemia
Foto Bersama
Dalam Sambutannya Mewakili Jemaat GPdI Eretan Ibu. Hanny Susinto mengatakan sangat bersyukur dan berterimakasih atas kunjungan Paduan Suara GPdI Kopo Permai Bandung dimana Paduan Suara ini sangat memotifasi dan sudah menjadi berkat buat  Jemaat GPdI Eretan, lebih jauh beliau berharap kiranya Paduan suara ini semakin dipakai oleh Tuhan untuk KemuliaanNya. Tidak ketinggalan Gembala Jemaat Pdt. Yezia R Akay juga dalam sambutannya berterimakasih atas kunjungan rombongan  Paduan Suara dan menjadi doa dan harapan kiranya Paduan Suara  ini melebarkan sayapnya juga dapat melayani atau membagi berkat sampai ke mancanegara. Ibadah Raya ditutup dan diakhiri dengan doa berkat oleh pdt. Yesaya Sulihan Gembala GPdI Betesda tempursari, Lumajang Jawa Timur (Mertua Gembala jemaat), yang bertepatan hadir diacara tersebut. by Yra





Rabu, 13 November 2013

“ 3 Kali di Resolusi Ormas Radikal, Namun Tuhan selalu Bela… “

Ada kalimat lagu Lama yang berbunyi :  “…slama Hamba masih bernafas, hamba tetap jadi pengerjaHu…, jikalau nyawaku terlepas, memandang wajah Tuhan ku…”  sepertinya lagu ini begitu memberikan spirit bagi Hamba Tuhan muda ini, Pdt. Noldy Manorek suami dari Natalina Aryani yang melayani di GPdI “  Jemaat Sion “ Jl. Pilang Cirebon.
                Pengalaman sebagai Hamba Tuhan tidaklah semudah apa yang dibayangkan saat masih duduk dibangku Sekolah Alkitab Balikpapan kelas satu ak XXV, dan kelas dua di Sekolah Alkitab Cianjur angkatan XII, ayah dari Shella,  lebih lanjut menceritakan kesaksian dimana Kuasa Tuhan sungguh nyata dan ajaibucapnya, saat dijumpai dikawasan perbelanjaan di kota Cirebon beberapa waktu yang lalu.

Awal Pelayanan
Setelah selesai menamatkan pendidikan di Sekolah Alkitab Cianjur, Noldy Manorek ditempatkan pihak sekolah untuk menjalani masa peraktek di GPdI Trifina, Jl. Talang Cirebon pada Th 2000 sampai pertengahan Th 2003, dan selepas praktek beliau mencoba membuka perintisan, yaitu mencari Jiwa-jiwa untuk dilayani, waktu itu status masih lajang, sekalipun Jemaat belum banyak dan hampir sebagian besar mereka adalah Simpatisan dari berbagai Gereja, namun tidak menyurutkan semangat untuk tetap mencari dan melayani Jiwa-jiwa, saat itu setiap Hari selasa kami beribadah, belum hari minggu karena jemaat hari Minggu mereka Ibadah di Gereja Masing-masing dan itu berjalan selama enam bulan, demikian ungkapnya, sampai akhirnya pada bulan Oktober 2003 mulailah kami melaksanakan Ibadah setiap hari Minggu sekalipun saat itu yang hadir ibadah hanya satu orang dia adalah, Istri saya sekarang ini, sampai akhirnya kami menikah dan diberkati di GPdI Jemaat Sion,  oleh Bpk. Pdt. Ernest Kiling, ( Wakil Majelis Daerah Jawa Barat, saat itu ) pada 18 Agustus 2007.
Pdt. Noldi, Isteri & Anak
Tantangan dalam Melayani
Untuk melaksanakan Ibadah kami mengontrak rumah,  yang saat itu sangat sederhana tidak besar hanya 2,5 X 3m, dan belum satu Tahun kami pakai tempat itu, tantangan datang kami didatangi oleh Ketua Rt/Rw dan warga yang menyatakan keberatan ada  Ibadah dilingkungan tempat kami Kontrak dan segala bentuk kegiatan Gereja harus Berhenti, itu terjadi Bulan Mei 2012 sejak saat itulah kami beribadah dari Rumah ke rumah Jemaat, sampai 9 kali kami harus berpindah-pindah karena alami penolakan, harus berhenti beribadah dari Ormas Radikal yang saat itu mereka merasa tidak suka kami beribadah, kami sempat berhenti beribadah selama satu bulan dan selama itu kami beserta jemaat hanya bisa Berdoa dan berpuasa kepada Tuhan, saya percaya kalau Dia yang sudah memulai suatu pelayanan maka saya percaya tidak ada satu Kuasapun yang sanggup menutupnya!!! Saya bersyukur atas Jemaat yang Tuhan Percayakan untuk saya layani, justru mereka tambah semangat mengiring Tuhan, mereka tidak sedikitpun kecewa dengan keadaan seperti ini ,justru mereka giat tidak kendor dalam mengiring Tuhan dan itu yang membuat kami semakin dihiburkan dan dikuatkan, saya sebagai Gembala merasa bahwa saya tidak sendiri dalam menghadapi ini, saya merasakan ada dukungan dari jemaat.
Pada Pertengahan Maret 2013 kembali Tempat Ibadah kami di Resolusi oleh Ormas yang sama, Hari Jumat Malam sekitar Pkl. 19.00 Wib kami tidak lupa hari itu, mereka kembali datang untuk menyampaikan ketidaksukaannya kami beribadah dan mereka melarang kami untuk melakukan Ibadah di hari Minggu, kembali diperhadapkan dengan situasi demikian secara manusia kami merasa kecewa, namun kami serahkan sama Tuhan, Jemaat heran kenapa hari minggu tidak ada Ibadah, setelah kami jelaskan mereka mengerti dan tetap bersemangat mencari cara bagaimana untuk tetap bisa beribadah kepada Tuhan di hari Minggu, kami melakukan lagi Ibadah dari rumah ke rumah, pernah suatu saat kami adakan ibadah Raya atau Ibadah Hari Minggu itu dibawah Pohon Mangga di area Gelanggang Olah Raga ( GOR ), supaya tidak mencolok dan dilarang, Saya juga Jemaat menyamar seperti Orang-orang yang sedang Berolahraga senam pagi, lalu kami duduk-duduk dan mulailah beribadah dan itu berhasil, dan itu kami lakukan selama kurang lebih 2-3 Bulan. sedemikian beratnya kami harus beribadah di negri ini, namun saya percaya apapun yang Tuhan ijinkan pasti ada maksud yang baik, ada Berkat dibalik Salib demikian keyakinannya.

Tuhan Tidak Berdiam diri
Sampai suatu saat saya bertemu secara tidak sengaja dengan seorang Bapak pemilik Toko alat-alat Teknik di Kota Cirebon, dia bukan Jemaat kami beliau dari aliran Gereja lain saat saya hendak membeli keperluan bangunan saya melihat Salib terpajang didalam Tokonya, lantas saya berkenalan dan memperkenalkan diri bahwa saya Pendeta dari Manado dan melayani di Cirebon, saat mendengar saya dari Manado Bapak ini kaget dan dia berkata “ saya pernah tinggal di manado..” dari situlah kami bercerita panjang lebar, minggu berikutnya saya kembali ketokonya dan diajak masuk kedalam rumahnya ke lantai 2 yang masih kosong tidak dipakai, kemudian saya memberanikan diri berkata pada Beliau “ ini ruangan ini kosong pak, apa boleh kita pakai untuk berdoa…? ” dengan sukacita Pemilik toko ini berkata “ O silahkan pak Pdt, emang saya rindu tempat ini digunakan untuk berdoa, sudah saya tawarkan kepada hamba Tuhan untuk memakai tempat saya ini, tapi tidak ada yang merespon…”  saat mendengar penuturan pemilik rumah, saya sangat gembira mendengarnya inilah jawaban dan Pembelaan Tuhan atas apa yang terjadi selama ini dalam Pelayanan kami, hingga saat ini kami pakai tempat tersebut dengan Cuma-cuma, tidak harus Kontrak lagi, Jemaat sangat senang dan makin bersemangat karena dapat beribadah dengan bebas ditempat yang baru dan tidak harus berpindah-pindah lagi. Puji Tuhan.

Diakhir perbincangan, Pdt. Noldy Manorek memberikan Tips bagi para perintisan yang mengalami hal yang sama dengan apa yang pernah dialaminya yaitu tetaplah melayani, biar satu jiwa layani saja dan apapun juga tantangannya jangan pernah berputus asa apalagi menyerah, ingat panggilan Tuhan atas diri kita yaitu sebagai Hamba Tuhan setialah dan layani Tuhan sampai akhir. Lebih lanjut Noldy manorek mengutup Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 5:4 “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita “  Iman yg bertindak akan mengalahkan dunia, Tuhan Pasti Bela kita pungkasnya. 




Sertijab GPdI Pamengkang & GPdI Arjawinangun Cirebon

Cirebon. Majelis Daerah GPdI Jawa Barat ( MD Jabar ), pada Senin 21 Oktober 2013 melaksanakan serahterima Penggembalaan di GPdI Pamengkang yang sebelumnya digembalakan oleh Pdm. Ribkah Lontoh kepada Pdm. Holmes Simbolon (suami), utusan MD Jabar dihadiri oleh Pdt. Jeffry Palit (biro Penggembalaan), Pdt. Hesky Rorong (biro Penginjilan), Pdt. Lie-lie Fua Lontoh (Wakil Bendahara MD) dan Pdt. Filipus Soedarman ( Penasehat MD ).

Doa Pelantikan
Acara serah terima Penggembalaan dihadiri oleh rekan Hamba-hamba Tuhan, Pengurus Majelis Wilayah IV GPdI Jabar, Jemaat setempat  dan para undangan, diawali dengan Ibadah pelantikan yang dipimpin oleh Pdt. Julien Lontoh M.Div ( Bendahara Majelis Wilayah IV ), dilanjutkan dengan penyampaian Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Filipus Soedarman ( Penasehat MD ) mengingatkan bahwa Gereja harus ada Salib, tanpa salib gereja dipertanyakan fungsinya karena lebih lanjut beliau menjelaskan Justru salib itu adalah sesuatu yang harus ada dalam Gereja, bahkan Tuhan saja mengharuskan umatNya untuk pikul salib artinya siap dan mau menderita untuk Kristus, karena dibalik salib itu ada Berkat-berkat Tuhan  yang luar biasa yang disediakan untuk kita atau Gerejanya. 
Pnandatanganan acara Sertijab

Setelah penyampaian Firman Tuhan dilanjutkan dengan pelantikan Gembala Baru GPdI Pamengkang Pdt. Holmes Simbolon dimulai dengan pengucapan janji kesetiaan kemudian penandatanganan berita acara serahterima dan selanjutnya Majelis Daerah Jawa Barat melantik dan mendoakan Pdm. Holmes Simbolon beserta isteri.
Pdt. Holmes Simbolon & Istri

Sertijab GPdI Arjawinangun

Pdt. Gidion Maxi & Isteri
Pada hari yang sama setelah melaksanakan  sertijab di GPdI Pamengkang, Majelis Daerah Jawa Barat didampingi oleh Pengurus Majelis Wilayah IV bertolak ke Arjawinangun untuk kembali melaksanakan Serahterima Penggembalaan GPdI Arjawinangun yang sebelumnya digembalakan oleh Pdt. Willem Julius Mongula (sekarang Gembala di GPdI Gebang Cirebon), kepada penggantinya Pdt. Gideon Maxi, 

Doa Pelantikan

Penandatanganan Berita acara sertijab
Pujian Gembala lama dan Jemaat
acara pelantikan dimulai kembali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Sekretaris Wilayah Pdt. Yezia Akay, ada selingan pujian dari Jemaat GPdI Arjawinangun, dan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Hesky Rorong ( biro Penginjilan ) Acara pelantikan berlangsung khidmat seperti biasa dimulai dengan pengucapan Janji Kesetiaan, penandatanganan berita acara serahterima, dan doa pelantikan oleh Majelis Daerah Jawa Barat.


By: Yra

Selasa, 12 November 2013

YOUTH CONNECTION 2013

Bandung. Kegiatan bersekala Internasional kerjasama antara Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI ), dengan Gereja Foursquare dari Amerika untuk pertamakalinya diselenggarakan di Harris Hotels Bandung Jawa Barat, dari tanggal 15-17 Oktober 2013 yang lalu dengan tema “ BLAST ” ( Ledakan ) diharapkan melalui tema ini Orang-orang muda atau Pemimpin Muda, dimanapun berada dalam melayani untuk bisa Maju dan tampil sebagai pemenang dalam mengatasi setiap keterbatasan dan tantangan, “ Inilah waktunya untuk Maju dan mengalahkan keterbatasan kita, dengan Kuasa Roh Kudus yang ada didalam kita seperti yang tertera dalam Alkitab di Kisah Para Rasul 1:8 “ demikian kata Pdt. Hanny Awuy ( Wakil Ketua Panitia ECFC ) dalam memberikan sambutannya dihadapan hadirin peserta ECFC Youth Confrence 2013 yang datang dari dalam negeri maupun luar Negeri, di Gedung Convention 2 Hotel Harris.
Daftar Ulang
Kegiatan ECFC ini juga menurut Pdt. MD. Wakkary (Ketua Umum Majelis Pusat GPdI) yang hadir dalam acara ini mengatakan bahwa ECFC akan terus diadakan secara bergilir di Negara Peserta atau yang tergabung dalam Gereja Foursquare setiap dua tahun sekali, lebihlanjut Pdt. Wakkary berharap acara Youth Connection ini dapat berlangsung dengan baik, dan Indonesia sebagai tuan rumah dapat sukses menyelnggarakan event besar bersekala Internasional ini demikian harapnya.

WL: Kezia Wakkary
Sejak pagi sampai menjelang siang nampak para peserta mulai berdatangan di Hotel Haris yang terletak di Jl. Peta Bandung. Para Peserta ini datang ada yang dari Australia, Malaysia, Singapore, Thailand, Vietnam, Sri Lanka dan Indonesia para peserta ini mulai melakukan pendaftaran ulang untuk mendapatkan akomodasi selama mengikuti ECFC. Jumlah Peserta yang mengikuti ECFC sekitar 400 peserta, diakui oleh Pdt. Hanny Awuy ( Wakil Ketua Panitia) masih sedikit peminat hal ini dikarenakan pertamakalinya diselenggarakan harapannya diwaktu kedepan akan sangat banyak lagi peserta ECFC Youth Connection.
 
Kontingen dari Australia
Opening Cerremony dimulai Pkl. 18.00 Wib disertai Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani terbuka untuk Umum diikuti oleh peserta ECFC juga tamu atau Jemaat  yang hadir dari sekitar kota Bandung nampak memenuhi ruangan Convention 2 tempat diadakannya acara Pembukaan Youth Connection 2013. Pujian dibawakan oleh Sdri. Kezia Wakkary  diiringi Musik oleh “ Mars Team ” ( Maranatha Soldiers ) dari GPdI Maranatha Medan pujian yang dibawakan mampu membawa umat menikmati hadirat Tuhan dari setiap lagu yang dinyanyikan. Firman Tuhan disampaikan oleh Ps. Pdt. Ricky Temple dari California. 

Cultural Night
Acara yang berlangsung dari tanggal 15-17 Oktober ini diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya Workshops, Cultural Night, Bandung Declaration dan Travel & Leisure. Pembicara yang dihadirkan juga cukup berbobot diantaranya: Ps. Harim Peiris dari Sri Lanka, Ps. Ted Vail dari Amerika, Ps. Jerry Stott dari Amerika, Ps. Ricky Temple dari California, Ps. Joseph Plichta dari Australia dan Pdt. MD Wakkary dari Indonesia. 

Pembicara ECFC

Bandung Declaration
BANDUNG  DECLARATION
“...Merayakan keberagaman budaya, kebangsaan, bahasa dan orang-orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Mengakui pentingnya kesatuan kami sebagai Tubuh Kristus serta ekspresi  khususnya didalam kekeluargaan dan kegerakan Gereja Foursquare dan gerakannya di wilayah regional asia dan fasifik dari dewan wilayah timur Gereja-gereja Foursquere ( atau ECFC ).  Merasakan ahwa Allah Roh Kudus merindukan untuk bergerak didalam dan melalui kita, didalam negara kita dan khususnya diantara generasi muda kami.  Mempercayai bahwa inti kepercayaan Pantekosta kami yang berpusat pada Pribadi dan pekerjaan Roh Kudus adalah kunci bagi masa depan kami dan bahwa akar yang mendasar dari komitmen gerakan kami pada penginjilan antar-denominasi yang mendunia adalah sangat hakiki. Dengan kerinduan untuk berkumpul bersama sebagai ECFC Youth Connection secara rutin, kami meminta Dewan Eksekutif dari ECFC untuk dapat memfasilitasi serta mewujud-nyatakan hal yang sama. Mempersembahkan diri kami untuk menjadi murid dan menjadikan murid-murid dengan bertumbuh dalam Firman Tuhan setia dalam doa, secara rutin dalam perjamuan Tuhan dan persekutuan kristiani. Mengikrarkan hidup kami untuk terlibat dalam budaya kaum muda dalam masyarakat kami dengan kasih karunia dan kebenaran dari kristus. Menegaskan komitmen kami untuk menjadi persembahan yang hidup dan dengan rendah hati melayani gereja kami dengan taatan kepada pemimpin-pemimpin dan penatua-penatua gereja kami untuk dapat memenuhi aanat Agung di Gereja kami...”  Dideklarasikan pada hari Kamis, tanggal 17, bulan Oktober, tahun 2013.


by: Yra