Paskah Bersama Hamba Tuhan dan Jemaat GPdI Jabar

Cianjur. Yayasan Kabar Baik atau lebih dikenal Sekolah Alkitab Cianjur Jawa Barat, pagi itu Rabu, 29/04/2015, sekitar pukul 08.00 wib tampak ramai dengan kehadiran kendaraan roda dua maupun roda empat dipelataran parkir komplek SAC, rupanya pagi itu Majelis Daerah Jawa Barat GPdI mengadakan acara Ibadah “Paskah bersama Hamba Tuhan dan Jemaat GPdI Jawa Barat “, yang dihadiri oleh para Pendeta dan Jemaat dari Wilayah satu sampai dengan wilayah tujuh belas.

Paskah Bersama Hamba-hamba Tuhan Wilayah IV

Cirebon. Dalam rangka memperingati hari Paskah 2014, para Hamba Tuhan yang tergabung diwilayah Indramayu, Cirebon Kuningan, majalengka dan sekitarnya mengadakan acara sehari bertemakan “ Bersama Melayani Tuhan” yang diadakan di Prima Resort Kuningan Jawa Barat pada Selasa 27 Mei 2014.

Pertemuan Majelis Wilayah dan MD Jabar

Cianjur, 18 Pebruari 2013, Majelis Wilayah IV Jabar GPdI, menghadiri Pertemuan dengan Majelis Daerah yang dihadiri oleh seluruh Personil MD dan Seluruh MW se Jawa Barat. Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua MD Jabar GPdI Bpk. Pdt. JE. Awondatu.

Natal Regional Majelis Daerah GPdI Jabar

Diakhir Tahun 2014, Majelis Daerah Jawa Barat Gereja Pantekosta di Indonesia (MD GPdI Jabar), mengadakan kegiatan Natal bersama Hamba-hamba Tuhan beserta Jemaat se Jawa Barat, namun ada yang berbeda pada kegiatan Natal Tahun ini dimana biasanya diadakan serempak pada satu lokasi, kali ini sedikit berbeda hal itu terlihat dari nama atau kemasan acara yang dinamai dengan “ Natal Regional Majelis Daerah GPdI Jabar “

Youth Rally Day Paskah 2015 KW IV Pelprap

Kuningan, Komisi Wilayah Pemuda (KW Pelpap), bergabung dengan Komisi Wilayah Remaja (KW Pelrap) wilayah IV GPdI Jabar mengadakan acara sehari dalam rangka peringatan Paskah, yang diberi nama Youth Rally Day Paskah, bertempat di The Mountain Recreation park Kuningan Cirebon Jawa barat pada Jumat 01 Mei 2015.

Jumat, 08 Mei 2015

Paskah Bersama Hamba Tuhan & Jemaat GPdI Jabar

Cianjur. Gedung Yayasan Kabar Baik ( YAKABA ) atau lebih dikenal Sekolah Alkitab Cianjur Jawa Barat, pagi itu Rabu, 29/04/2015, sekitar pukul 08.00 wib tampak ramai dengan kehadiran kendaraan roda dua maupun roda empat dipelataran parkir komplek SAC, rupanya pagi itu Majelis Daerah Jawa Barat GPdI mengadakan acara Ibadah “Paskah bersama Hamba Tuhan dan Jemaat GPdI Jawa Barat “, yang dihadiri oleh para Pendeta dan Jemaat dari Wilayah satu sampai dengan wilayah tujuh belas.
Tepat pukul 10.00.wib ibadah paskah dimulai diawali dengan kata sambutan dari Panitia Paskah Pdt. Ferdinand Rompas ( Wakil Bendahara 1 MD Jabar), memulai dengan salam Pantekosta 3x Ferdinand mengucapkan selamat datang kepada para undangan yaitu hamba Tuhan beserta jemaat yang hadir siang itu dan mengucapkan selamat paskah dan selamat beribadah tak lupa diakhir sambutan Ferdinan Rompas mengucapkan terima kasih pada Ketua Majelis daerah GPdI Jabar Pdt. Je. Awondatu yang telah merestui juga mendukung sehingga acara Paskah boleh berlangsung. 
Pujian dari Hamba Tuhan
Padus dari Kaum Wanita & Kineret GPdI Cianjur

Dilanjutkan dengan Puji-pujian yang  dipimpin oleh Pdm.Yemma Kastanya Assa sebagai worship leader, sementara team musik dari GPdI Kopo Permai Bandung, diiringi singer, Ava Rophe, Noswan Paat, Evi, Nining dan Franky Loing hamba Tuhan dari Wilayah Bandung, dengan penuh semangat para hamba Tuhan memuji Tuhan, hadiri kurang lebih  Tujuh ratus orang memenuhi Gedung Aula Sekolah Alkitab Cianjur, ibadah berlangsung tertib hadirat Tuhan terasa begitu kuat, mengalir saat Ibadah berlangsung, setiap Hamba Tuhan yang hadir diberikan kesempatan oleh pemimpin acara untuk bernyanyi bersama dimulai dari Wilayah I s/d V, VI s/d XI dan XII s/d XVII juga ada persembahan Paduan suara Pelwap GPdI Cianjur juga Paduan suara Kineret yang dipersembahkan oleh anak-anak dan Remaja dari GPdI Cianjur terakhir Paduan suara Siswa/i Sekolah Alkitab Cianjur, pujian yang dipersembahkan menambah meriah acara paskah GPdI se Jawa Barat, 
Pujian Kaum Wanita GPdI Cianjur
Padus Siswa/i SAC
Firman Tuhan dibawakan langsung oleh ketua Majelis Daerah GPdI Jawa Barat Pdt. JE. Awondatu, sesuai tema “Gereja Yang tak tergoyahkan” Ibrani 12:28. Firman Tuhan diambil dari kitab Amsal 16:4 “TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.” Awondatu menekankan bahwa segala sesuatu diciptakan itu untuk Tuhan, termasuk manusia diciptakan untuk Tuhan, lebihlanjut dikatakan dalam Wahyu 4:11 “Engkau telah menciptakan segala sesuatu” semua yang ada dibumi itu adalah ciptaan Tuhan dan bagi kesenanganNya Dia, suka-sukanya Dia, namun sekarang apa yang diciptakan Tuhan manusia suka tambah-tambah, Allah menciptakan Adam dan Hawa lebih jauh Awondatu mencontohkan namun sekarang manusia suka tambah-tambah adam (Laki-laki) dapat mencintai Edi (Homo) Hawa mencintai Nadin (Lesbi), manusia suka tambah-tambah demikan urainya, Pemimpin itu diciptakan oleh Tuhan tapi manusia suka tambah-tambah dengan Kampanye, manusia cenderung untuk berbuat dosa terus, dan semua Manusia telah berbuat dosa untuk itulah Yesus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan Manusia dengan cara Mati diSalib ( Paskah ), diakhir khotbahnya Awondatu berpesan kepada seluruh Hamba Tuhan dan jemaat  yang hadir  jadilah Jemaat dan Hamba Tuhan yang tak tergoyahkan agar dapat menuai Jiwa-jiwa.
Pdt. Je. Awondatu Menyampaikan Firman
Setelah Penyampaian Firman Tuhan, Majelis Daerah GPdI Jabar menyerahkan tanda kasih dari Hamba-hamba Tuhan Jawa Barat, untuk Sekolah Alkitab Cianjur (SAC) persembahan kasih sebesar    Rp. 25.000.000 diserahkan langsung oleh Bendahara Majelis Daerah GPdI  Jabar Pdt. Anton Litha, kepada Pdt. Je. Awondatu selaku Direktur Sac  pada kesempatan ini Pdt. Je. Awondatu sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Para Hamba Tuhan Jawa Barat, dan dana tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk Oprasional Pendidikan Sekolah Alkitab Cianjur.
Penyerahan tanda Kasih Dari Hamba Tuhan Jawa Barat kepada Pimpinan SAC
Acara Ibadah Paskah Bersama Hamba Tuhan dan Jemaat juga dihadiri oleh Pembimas Kristen dari Departemen Agama Republik Indonesia Jawa Barat yaitu Minda Sirait memberikan kata sambutan Minda, menyampaikan bahwa tema yang diusung oleh panitia paskah GPdI Jawa Barat sangat tepat yaitu “Gereja Yang tak tergoyahkan” yang mana ditengah-tengah kita saat ini banyak Gereja-gereja di Jawa Barat yang mengalami penutupan walaupun sudah mamiliki ijin dan kita harus terus mendoakan agar kerukunan antar umat beragama dijawa barat ini dapat terjalin dengan harmonis juga biar Gereja yang alami penutupan supaya Iman Percayanya tak tergoyahkan, 
Sambutan Bimas Kristen Jawa Barat, Minda Sirait
lebih lanjut Minda juga menyampaikan pesan bahwa hubungan gereja dengan Departemen Agama harus terjalin dengan baik dan harmonis Pembimas berharap agar undang-undang yang baru nanti tentang keberagamaan tidak berpihak sebelah, dimana yang terjadi selama ini peraturan itu selalu menguntungkan satu pihak, Hal lainnya Minda Sirait menyampaikan juga bahwa keberadaan gereja di Jawa Barat harus memiliki surat Keterangan tanda lapor ke Bimas Kristen Jabar  karna ini adalah bagian hubungan yang harus tetap dijalin antara gereja dan pemerintah, poin berikutnya setiap Hamba Tuhan juga harus memiliki kartu pendeta yang dikeluarkan dari Dirjen pembimas kristen, kemudian pemerintah melalui bimas kristen juga akan memberikan tunjangan kepada hamba-hamba Tuhan sebagai penyuluh agama non PNS dimana kuotanya hanya ada delapan puluh orang, gereja juga akan mendapatkan bantuan alat musik organ jika ada yang mengajukannya. Demikianlah bentuk perhatian pemerintah kepada gereja, jelas Minda Sirait mengakhiri kata sambutannya.
Para Hamba Tuhan yang hadir
Para Pengisi Acara
Sambutan berikutnya mewakili Majelis Pusat dan juga Majelis Daerah Jawa Barat disampaikan oleh Pdt. Thomas Runkat: “ kiranya acara Paskah Hamba-hamba Tuhan ini lebih mengeratkan, menyatukan dalam hati dan pikiran kita tujuan sebagai Hamba-hamba Tuhan untuk pada sasaran seperti yang ada pada tema: “Gereja Yang tak tergoyahkan”, teruslah pandang dan berharap, dan sandar sepenuhnya kepada Tuhan dan oleh kekuatan Roh Kudus kita tidak akan tergoyahkan”, kemudian Pdt.Thomas Rungkat pun membakar kembali semangat hamba-hamba Tuhan Jawa Barat dalam melayani Tuhan, ia katakan: “sekali maju tetap maju, dan sekali Yesus tetap Yesus”.
Para Pemenang Doorprize
Acara selanjutnya dimeriahkan dengan adanya doorprize  yang dipandu oleh Pdt. Markus Sugiarto ( Biro Pertumbuhan Gereja) dimana Panitia menyediakan tiga belas buah Gitar akustik untuk Hamba-hamba Tuhan yang hadir dengan cara diundi.
Seluruh rangkaian acara Paskah Bersama Hamba Tuhan dan Jemaat GPdI Jabar ditutup dalam doa oleh Pdt. JAF Rorong. (Sumber Foto: Thian Rope & Yusak YA)



by: Yra

Rabu, 06 Mei 2015

Youth Rally Day Paskah 2015 KW IV Pelprap

Kuningan, Komisi Wilayah Pemuda (KW Pelpap), bergabung dengan Komisi Wilayah Remaja (KW Pelrap) wilayah IV GPdI Jabar mengadakan acara sehari dalam rangka peringatan Paskah, yang diberi nama Youth Rally Day Paskah, bertempat di The Mountain Recreation park Kuningan Cirebon Jawa barat pada Jumat 01 Mei 2015.
Kegiatan ini diadakan bertepatan dengan hari libur nasional,  tepatnya hari buruh internasional yang jatuh setiap tanggal 01 Mei, hal ini memungkinkan untuk para pemuda dan remaja se Wilayah IV meliputi Kabupaten Cirebon, Kuningan, Indramayu dan Majalengka untuk dapat hadir mengikuti kegiatan tersebut, sejak pagi hari nampak para peserta dari berbagai Wilayah mulai berdatangan mereka disertai atau diantar langsung oleh gembala jemaat masing-masing  menuju ke lokasi acara di Pesona Alam Kuningan Jawa Barat.

Lokasi Pesona Alam Kuningan, Jawa Barat
Tampak Pemuda Remaja yang hadir dalam acara Youth Rally Day Paskah diantaranya dari GPdI Jatibarang, GPdI Anjatan, GPdI Jamblang, GPdI Plered, GPdI Talang, GPdI Kuningan, GPdI Betlehem, GPdI Losari, GPdI Babakan, GPdI Majalengka dan GPdI Ciledug  mereka membaur menjadi satu dalam Ibadah bersama dimana dimulai pukul 10.15 wib dipimpin oleh, Ita Simarmata sebagai Song leader dari Pemuda Remaja GPdI Kuningan sementara singer Pdm. Gidion Konyongian dan Vanesa Victory grace dari GPdI Plered.

Suasana Ibadah
Lokasi Acara Youh Rally day kali ini sengaja dipilih karena tempatnya yang  asri dan berhawa sejuk tepatnya dikaki gunung Ciremai, membuat peserta yang hadir tampak nyaman mengikuti setiap acara yang disajikan oleh panitia Youth Rally Day siang itu.

Pdt. Lie-lie Fua Lontoh
Dalam Pesan Firman Tuhan yang sisampaikan oleh Pdt. Lie-lie Fua Lontoh (Wakil Bendahara II MD Jabar GPdI), terambil dalam kitab Roma 8:37-39 dikatakan bahwa setiap anak-anak Tuhan termasuk pemuda dan Remaja adalah orang-orang yang menang bahkan lebih dari pemenang karena Tuhan yang mengasihi kita, lebih lanjut Lie-lie Fua mencontohkan kisah Daud saat melawan Goliath dalam 1 Samuel 17: 55-58, Rahasia Daud dapat mengalahkan Goliath adalah karena Daud disertai Tuhan 1 Samuel 16:18, Daud mengalahkan Goliath karena mengandalkan kekuatan Tuhan dan disertai Tuhan, Daud melepas pakaian perang yang dikenakan Raja Saul Dia kenakan kekuatan Tuhan dan Dia Menang. Pesan Lie-lie Fua kepada Pemuda remaja supaya mereka mengenakan Pakaian Kebenaran, andalkan Tuhan dan harus tampil beda, Remaja harus jauhi Narkoba, harus bebas !!! Yang andalkan Tuhan dia akan menjadi pemenang bahkan lebih dari Pemenang!!!  Demikian pesannya yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari remaja  yang hadir.

Pemuda Remaja yang hadir
Saat menyembah
Para Juara Lomba

Suporter
Setelah Firman Tuhan dilanjutkan dengan session Games yang dipandu oleh Pdt. Vane Walewangko  ( Sekretaris KW Remaja ),dan sdr. Habbel dari GPdI Plered  menampilkan beberapa permainan yang menguji kepekaan, daya ingat dan pengetahuan pemuda Remaja, dengan memperebutkan  hadiah menarik yang disediakan panitia para remaja sangat antusias dan bersukacita .

Games
Adu ketangkasan
Para Gembala yang hadir
Tidak ketinggalan dalam acara Youth Rally Day, Pemuda Remaja GPdI Plered mengadakan Bazzar makanan  dan minuman ringan kepada peserta yang hadir dan hasil seluruh keuntungan penjualan bazzar dipersembahkan untuk Kas Panitia  penyelenggara Paskah Pelprap,  sebagai bentuk dukungan  dari pemuda Remaja “ Timotius” GPdI Plered dibawah penggembalaan Pdt. Lie-lie Fua Lontoh, atas nama panitia Pdt. Noldy Manorek ( Ketua Komisi Wilayah Pemuda), sangat berterima kasih atas bantuan dana dan perhatian serta kepedulian Pemuda Remaja Plered dikatakannya kiranya Tuhan yang membalas dan memberkai harapnya.

Games 2
Games 3
Sambutan mewakili Pimpinan Majelis Wilayah IV GPdI Jabar disampaikan oleh Pdt. Yezia Akay (Sekretaris Majelis Wilayah ) dalam sambutannya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk para Gembala, Pemuda Remaja juga Panitia acara Paskah Pemuda Remaja Wilayah IV, yang yang sudah mendukung acara ini boleh berjalan dengan baik, menjadi harapannya kedepan acara serupa dapat terus berjalan atau diadakan untuk dapat membekali para pemuda dan remaja oleh hal-hal yang bersifat Rohani. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa oleh Pdt. Kalvin Kamagi Gembala Jemaat GPdI  Cileduk. 



by: Yra





Jumat, 17 April 2015

Anak Sekolah Minggu GPdI Kedoya, Melayani Tuhan dengan alat Musik Tradisional Angklung.

Ada banyak cara dipakai untuk dapat melayani Tuhan diantaranya adalah dengan bersaksi, memuji  Tuhan atau menyanyi juga bisa melalui berkhotbah, seperti yang dilakukan oleh sekelompok Anak-anak  Sekolah Minggu GPdI Kedoya Jakarta  Barat dibawah arahan Pdt. Aneke Sudarmawan yaitu dengan cara memuji Tuhan sekaligus memainkan alat musik tradisional khas Jawa Barat Angklung dengan nama Angklung Pentakostel Feel Harmonik.
Anak-anak usia Balita sampai dengan Remaja tampak piawai dan sinergi memainkan alat musik khas Jawa Barat ini disertai dengan alunan Vocal  yang merdu saat membawakan salah satu Pujian berjudul  “Menikmati Yesus”  dalam acara Pembukaan Forum tatap Muka Nasional Komisi Pusat dan Komisi Daerah Pelayanan anak Pantekosta ( Fortapnas KP dan Kd Pelnap ), di Jakarta beberapa waktu yang lalu.
Aneke mengkisahkan bagaimana dan mengapa memilih alat musik Angklung untuk diajarkan kepada anak-anak Sekolah minggu GPdI Kedoya, yaitu ketika suatu saat aneke bingung hendak mempersiapkan acara menyambut Natal, tanpa disengaja saat Aneke menyaksikan suatu pertunjukan di salah satu televisi ada  yang memainkan alat musik Angklung, disitu Roh Kudus berbicara ini yang harus kamu lakukan atau kerjakan pada Anak-anak Sekolah Minggu ya melatih mereka untuk memainkan Alat Musik Tradisional Angklung, padahal lanjut aneke mengisahkan dia saat itu tidak tahu cara memainkan alat musik angklung tersebut dan tidak tahu kemana dia harus mencarinya sampai akhirnya dapat informasi dimana alat musik tersebut bisa didapat dari situlah awal dibentuknya pelayanan Anak-anak Sekolah Minggu lewat musik Angklung.

Sekolah Minggu GPdI Kedoya

Persembahan Sekolah Minggu Kedoya Jakarta "Menikmati Yesus"

Bermodal dari pengetahuan melatih paduan suara dan belajar otodidak yang sangat terbatas mengenai angklung sedikit demi sedikit terus berlatih tanpa lelah, sampai saat ini kurang lebih sudah berjalan hampir 6 Tahun dan menjadi harapan Aneke melalui Pelayanan ini adalah sebagai alat pemersatu diantara para anak-anak tersebut dan sebagai  ajang untuk mereka belajar melayani Tuhan sejak dini.
Pelayanan Anak-anak Sekolah Minggu GPdI Kedoya ini sudah melayani, hampir seluruh Indonesia diantaranya Lampung, tanjung uban, Batam juga mancanegara seperti ke singapura juga banyak diundang baik dikalangan Gereja GPdI maupun non GPdI (Interdenominasi)  kurang lebih ada 30an anak yang ikut dalam satu pementasan  atau penampilan dan selalu mendapat respon yang sangat positip atau antusias dari hadirin dalam setiap pementasan.

Pdt. Anneke Sudarmawan
Menjadi harapan Aneke sudarmawan, untuk Pelayanan  Anak-anak  Sekolah Minggu melalui pelayanan musik dan vocal ini  adalah agar mereka dapat mengerti hal-hal Rohani dan dapat terus berkelanjutan sebagai sarana untuk melayani Tuhan dan terlebih juga agar mereka bisa memenangkan atau membawa Jiwa-jiwa untuk Tuhan melalui pelayanan ini.  


by: Yra





 

Jumat, 03 April 2015

Paskah atau Easter

Sejarah Paskah
Dalam, Keluaran 12:13-18 Tuliskankan:
(13) Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
(14) Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. (15) Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertamapun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.
(16) Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun pada hari yang ketujuh; pada hari-hari itu tidak boleh dilakukan pekerjaan apapun; hanya apa yang perlu dimakan setiap orang, itu sajalah yang boleh kamu sediakan.
 (17) Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya.
(18) Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu senja, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu senja.
Paskah awalnya adalah perayaan dimana Tuhan meluputkan bangsa Israel dari malapetaka maut dimana semua anak pertama bangsa Mesir dicabut nyawanya oleh malaikat Tuhan. Dalam Alkitab bahasa Inggris di ayat Keluaran 12:13 ditulis "And the blood shall be to you for a token upon the houses where you are and when I see the blood, I will pass over you, and the plague shall not be upon you to destroy you, when I smite the land of Egypt". Dari kata ‘pass over' itulah maka Paskah dalam bahasa inggris diterjemahkan menjadi Passover sedangkan dalam bahasa Yunani ditulis "Pascha". Kapan Paskah diadakan? Paskah ditetapkan oleh Tuhan untuk dirayakan pada bulan Abib (atau bulan April) pada tanggal ke empatbelas (Keluaran 12:18). Mari lihat di Ulangan 16:1-3 dan 6-7 tentang tata cara perayaan Paskah:
(1) "Ingatlah akan bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi TUHAN, Allahmu, sebab dalam bulan Abib itulah TUHAN, Allahmu, membawa engkau keluar dari Mesir pada waktu malam.
(2) Maka engkau harus menyembelih kambing domba dan lembu sapi sebagai korban Paskah bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN untuk membuat nama-Nya diam di sana.
(3) Janganlah engkau makan sesuatu yang beragi besertanya; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi besertanya, yakni roti penderitaan, sebab dengan buru-buru engkau keluar dari tanah Mesir. Maksudnya supaya seumur hidupmu engkau teringat akan hari engkau keluar dari tanah Mesir.
(6) Tetapi di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana, engkau harus mempersembahkan korban Paskah itu pada waktu senja, ketika matahari terbenam, bertepatan dengan saat engkau keluar dari Mesir.
(7) Engkau harus memasaknya dan memakannya di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu; kemudian paginya engkau harus pulang kembali ke kemahmu.
Perayaan Paskah dimulai pada bulan pertama, yaitu bulan Abib, tanggal 14 dimana bangsa Israel mulai memotong hewan kurban persembahan pada waktu senja. Kemudian tanggal 15 bulan Abib, bangsa Israel akan memasak hewan kurban dan memakannya bersama. Perlu diperhatikan bahwa perhitungan penggantian hari yang kita kenal sekarang dimulai setelah jam 12 malam, sedangkan perhitungan penggantian hari bagi bangsa Israel dimulai setelah matahari terbenam. Jadi, ketika bangsa Israel mulai memotong hewan kurban kira-kira jam 6 sore ketika matahari terbenam maka saat itu masih tanggal 14 dan ketika sudah mulai gelap berarti sudah masuk tanggal 15. Saat makan daging hewan kurban itulah hari pertama perayaan Roti Tidak Beragi.
Mari kita lihat apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus pada malam sebelum Ia disalib. Di Lukas 22 ditulis bahwa Yesus memerintahkan kedua murid-Nya untuk mempersiapkan perjamuan Paskah. Dalam Imamat 23:5-7 ditulis :
(5) Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.
(6) Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.
(7) Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.
Kembali lagi ke Lukas 22, pada tanggal 14 bulan Abib, Yesus memerintahkan murid-Nya untuk mempersiapkan tempat untuk mengadakan perjamuan Paskah. Perjamuan ini disebut 'pertemuan kudus' dalam Imamat 23:7 (dan hingga sekarang disebut sebagai Perjamuan Kudus atau Holy Communion). Saat malam, tanggal 15 bulan Abib yaitu hari pertama perayaan Roti Tidak Beragi, Yesus dan kedua belas murid-Nya mengadakan perjamuan Paskah. Yesus Kristus kemudian disalib pada hari pertama perayaan Roti Tidak Beragi dan Ia bangkit dari kubur pada hari ketiga perayaan Roti Tidak Beragi. Paskah terus dirayakan oleh bangsa Israel hingga sekarang.
Namun makna perayaan Paskah terbagi menjadi dua ketika mulai lahirnya ke-Kristenan. Para pengikut Kristus merayakan Paskah untuk memperingati hari kebangkitan Yesus Kristus mengalahkan kematian. Sedang orang Yahudi merayakan Paskah sebagai peringatan akan perlindungan Tuhan yang meluputkan bangsa Israel dari bahaya kematian di Mesir dan hingga sekarang orang Yahudi masih menantikan Mesias yang dijanjikan di Perjanjian Lama.

Sejarah Easter.
Kata Easter berasal dari kata "Ishtar" dimana Ishtar adalah perayaan kebangkitan seorang dewa bernama Tamus. Siapakah Tamus? Kisah ini kembali ribuan tahun lalu ke jaman setelah Nabi Nuh dan keluarganya selamat dari banjir besar. Nuh punya 3 orang anak dan salah satu anaknya bernama Ham. Ham memiliki seorang anak bernama Cush dan menikah dengan seorang wanita bernama Semiramis. Cush dan Semiramis kemudian memiliki seorang putra bernama Nimrod (Kejadian 10:8-10). Nimrod dalam bahasa Ibrani berarti 'pemberontak'. Nimrod adalah pencipta sistem Babilonia dimana ia menciptakan tatanan pemerintahan dan hukum dasar perdagangan ekonomi. Melalui sistem Babilonia inilah Nimrod mendirikan kerajaan pertama di bumi, mendirikan kota-kota megah dan mencetuskan ide mendirikan menara Babel. Nimrod adalah orang pertama yang memperkenalkan penyembahan kepada setan (satanic worship). Nimrod begitu bejat sampai ia bersetubuh dengan ibu kandungnya sendiri yaitu Semiramis. Sang ibu kemudian hamil dan melahirkan anak bernama Tamus. Ketika Nimrod meninggal, Semiramis ingin nama Nimrod menjadi abadi dan dipuja orang. Semiramis mendoktrinasi pengikutnya bahwa Nimrod telah naik ke tahtanya di matahari dan harus dipuja sebagai Baal yaitu sang dewa matahari.
Semiramis sendiri menyatakan bahwa ia datang di Bumi melalui peristiwa dimana ia turun dari bulan dengan mengendarai 'telur besar' dan 'mendarat' di sungai Efrata (sekarang negara Irak). Peristiwa peringatan kedatangan Semiramis ditandai dengan telur yang dihias dan dinamai Ishtar eggs atau telur Easter. Kenapa dipilih telur? Karena telur dilambangkan sebagai kelanjutan dari hidup. Kemudian tradisi di jaman itu berkembang dimana orang-orang saling memberi telur yang telah dihias sebagai simbol untuk 'memberkati' orang lain dengan hidup baru.
Bagaimana dengan kelinci?  Bagi Semiramis, kelinci adalah binatang keramat dan kelinci dipakai sebagai hewan kurban di setiap perayaan Easter. Sama seperti anaknya (atau 'suaminya') Nimrod yang dipuja sebagai dewa matahari, Semiramis dipuja orang sebagai dewa bulan. Tidak cukup sampai disitu, ketika Tamus tewas saat ia sedang berburu (sama seperti ayahnya, Nimrod, Tamus adalah seorang pemburu ulung), Semiramis menyatakan bahwa Tamus memiliki kedudukan yang sama seperti Nimrod dan harus disembah. Semiramis kemudian memberi gelar baru pada dirinya sendiri, yaitu Queen of Heaven atau Ratu Surga (Yeremia 7:18 dan Yeremia 44:17-25). Adakah praktek penyembahan Tamus tertulis di Alkitab? Tentu saja ada. Dalam Yehezkiel 8:14- 16 ditulis :
(14) Lalu dibawa-Nya aku dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah utara, sungguh, di sana ada perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tamus.
(15) Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi dari pada ini."
(16) Kemudian dibawa-Nya aku ke pelataran dalam rumah TUHAN; sungguh, dekat jalan masuk ke bait TUHAN, di antara balai Bait Suci dan mezbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait TUHAN dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur.
Ayat Alkitab ini menceritakan bagaimana Bait Allah di Jerusalem telah dirusak dan dinajiskan dengan praktek penyembahan dewa Tamus. Tembok-tembok Bait Allah telah bolong dan penuh dengan grafiti atau gambar-gambar berbagai macam mahluk dan binatang. Hal ini merupakan satu kekejian dihadapan Tuhan.
Kapan Paskah dan Easter dirayakan?
Perayaan Paskah dan Easter (atau Ishtar) adalah dua perayaan yang berbeda dan sama sekali tidak berhubungan. Perayaan Easter dirayakan setiap minggu pertama setelah pergantian dari musim dingin ke musim semi atau dikenal dengan perayaan Equinox. Perlu diketahui bahwa musim semi bisa maju atau mundur sehingga otomatis perayaan Easter pun bisa maju atau mundur dan berkisar di tanggal 22 Maret hingga 25 April. Sedangkan perayaan Paskah diadakan di bulan April tanggal 14. Oleh sebab itu tidak heran bila kadang-kadang Paskah dan Easter bisa jatuh pada hari atau minggu yang sama.
Apakah Raja Herodes merayakan Paskah atau Easter di Kisah Para Rasul 12:3-4? Dalam Kis 12:1-4 ditulis
(1) Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.
(2) Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.
(3) Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.
(4) Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.
Ingat bahwa Raja Herodes bukanlah orang Kristen dan ia sangat membenci orang Kristen. Ketika Raja Herodes membunuh Yakobus dan ingin membunuh Petrus kebetulan saat itu sedang dalam masa perayaan Roti Tidak Beragi. Raja Herodes kemudian memenjarakan Petrus karena ia ingin merayakan Easter (bukan Paskah). Hal ini mungkin membingungkan karena Alkitab bahasa Indonesia menggunakan satu kata untuk dua perayaan yang berbeda maksud dan tujuan. Apabila kita lihat ayat Kis 12:4 dalam Alkitab bahasa inggris versi King James (King James Version) maka akan terlihat perbedaannya:
(4) And when he had apprehended him, he put him in prison, and delivered him to four quaternion of soldiers to keep him; intending after Easter to bring him forth to the people.
Pada Alkitab bahasa inggris, kata "Paskah" diterjemahkan sebagai "Passover" bukan "Easter". Sebagai contoh kita lihat salah satu ayat di Matius 26:17-19:
(17) Now on the first day of the Feast of the Unleavened Bread the disciples came to Jesus, saying to Him, "Where do You want us to prepare for You to eat the Passover?"
(18) And He said, "Go into the city to a certain man, and say to him, `The Teacher says, "My time is at hand; I will keep the Passover at your house with My disciples."
(19) So the disciples did as Jesus had directed them; and they prepared the Passover.
            Dari sini bisa terlihat perbedaan penggunaan kata Passover dengan Easter di Alkitab bahasa Inggris. Kita kembali pada kisah Petrus, ketika Petrus ditahan saat itu sedang perayaan Roti Tidak Beragi. Seperti yang telah dijelaskan diatas, perayaan Roti Tak Beragi dirayakan setelah Paskah sedangkan Raja Herodes ingin merayakan Easter yang saat itu akan dirayakan beberapa hari kemudian. Jadi jelaslah bahwa Raja Herodes merayakan Easter yang menyembah dewa Tamus dan Raja Herodes tidak pernah merayakan Paskah peringatan kebangkitan Yesus dari kematian.


by: Yra




Selasa, 17 Maret 2015

Youth Camp Pelpap GPdI Jawa Barat 2015

Komisi Daerah Pemuda (KD Pelpap) GPdI Jabar, akan mengadakan kembali Youth Camp Jabar dan Youth Festival 2015, dengan thema " ENDURANCE " bertempat di Wisma Padepokan Volly Sentul, Bogor pada: 24-26 Juni 2015 dengan menghadirkan Pembicara Pdt. Je. Awondatu ( Ketua Md GPdI Jabar), Pdt. Nemo Bahari dari Bali dan Pdt. Lodewyk Saerang (Sekretaris Md Jabar GPdI ).
Informasi Pendaftaran:
Early Bird
Rp. 275.000 Terbatas hanya untuk 50 orang pertama. (Sudah ditutup)
Gelombang 1
Rp. 300.000 untuk 200 orang
Gelombang 2
Rp. 350.000 untuk 300 orang

Batas akhir pendaftaran peserta: sd tgl. 31-05-2015. Pendaftaran dibatasi hanya untuk 500 peserta.
Cara Pendaftaran:
1. Peserta mengirimkan data peserta melalui Pin BB ke 27740868 atau sms ke no 085697777197 atau melalui email ke youthcampjabar2015@gmail.com
2. Mentransfer biaya pendaftaran ke: Bca a/c rek no:  7160128903 a/n. Yohanes Hartono
3. Kirim Bukti pembayaran melalui BB atau email tertera pada poin no. 1 diatas dengan menscan atau berupa foto hasil atau bukti transfer.
4. Peserta yang telah melunasi dan berhasil menjadi peserta youth camp dapat melihat melalui Facebook page: Youth camp Jabar 2015.
Perhatian:
Panitia tidak melayanni pembayaran tunai atau pembayaran ditempat jika ada pembatalan, dana tidak bisa dikembalikan.
" Youth Festival 2015 Vocal, Band, Tamborin "
Uang Pendaftaran:
- Rp. 50.000 (Vocal)
- Rp. 100.000 (Tamborin)
- Rp. 150.000 ( Band)

Peraturan Youth Festival :
- Peserta Youth Festival hanya berlaku bagi peserta youth Camp yang sudah melunasi pembayaran      Youth Camp
- Pendaftaran Youth Festival dapat dilakukan dengan menghubungi nomor diatas (BB, Email, Sms)
- Uang pendaftaran Youth Festival diserahkan langsung pada saat check in.

Info Lanjut Hub:
1. Pdt. Aldy Massie hp. 081210199923
2. Pdt. Micky Lumempouw hp. 081284290920




by. yra


Senin, 02 Maret 2015

Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MD Jabar GPdI 2015


Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia Jawa Barat ( MD GPdI Jabar ), mengadakan Musyawarah Kerja Daerah ( Mukerda ), bertempat di Harris Hotel and Convention, Festival CTLink, Jl Peta No. 241 Bandung.
MUKERDA diadakan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun  sekali, yang waktunya ditetapkan oleh MD, dihadiri oleh Utusan MP, MD, MW, Utusan wadah Pelayanan Warga Jemaat tingkat daerah, Utusan lembaga pendidikan Alkitab, Badan lain di lingkungan GPdI serta undangan lainnya untuk, mengevaluasi pelaksanaan Program Kerja Daerah dan Ketetapan/Keputusan MUSDA mengevaluasi pelaksanaan Ketetapan/Keputusan MUBES, MUKERNAS dan ketetapan MP di daerah, membahas laporan MW membahas usul peserta melantik Pendeta Muda, dan, menetapkan/memutuskan hal lain yang dianggap perlu. ( Sumber: Ad/Art GPdI
Panitia Mukerda
Untuk Melaksanakan Acara Mukerda GPdI Jabar, dibentuklah Panitia Pelaksana Mukerda yang diketuai oleh Pdt. Steve Kumendong (Biro Diakonia ) dilantik langsung oleh Ketua Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia Pdt. Je. Awondatu, di Cianjur pada tanggal 19 Januari 2015 dibawah arahan Pdt. Yohanes Limuria (Ketua 2 MD GPdI Jabar) yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pengarah Mukerda oleh MD Jabar GPdI. 
Ketua Panitia Pdt. Steve Kumendong (ke dua dari kiri)
Musyawarah kerja Daerah (Mukerda), berlangsung dari tanggal 25-27 Februari 2015 dengan tema “Kobarkan terus api pantekosta menuju kesempurnaan Gereja”  Sub Thema: “Yesus Kekuatanku” terambil dalam kitab, Zakaria 4:6. “Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam”
Daftar Ulang Peserta Mukerda
Hari Pertama
Setiap peserta yang terdiri dari penasehat Md, Anggota Md, Badan Md, litbang, Pengurus Majelis Wilayah 1 s/d 17 dan pengurus Komisi Daerah melakukan pendaftara disekretariat untuk mendapatkan akomodasi kamar hotel dan tanda peserta (name tag) dari Panitia Mukerda, setelah makan siang para peserta baru diperbolehkan Chek in kamar hotel dan persiapan untuk mengikuti acara pembukan Mukerda tepat pukul 15.00 wib yang dihadiri dan dibuka secara resmi ditandai dengan pemukulan Gong, oleh Ketua umum Majelis Pusat GPdI Pdt. Md Wakkary juga hadir Pdt. Adi Sujaka Sekretaris Umum (sekum) Majelis Pusat GPdI. Pdt. Wakkary dalam pesan Firman Tuhan dalam Ibadah Pembukaan mengambil ayat dari 2 Timotius 3:1-2 “ Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,”  dikatakan ada dua masalah yg krusial yang ada pada manusia yaitu Egoisentris dan menjadi hamba uang, Md Wakkary berpesan para pemimpin gereja harus punya kapasitas yang besar untuk Roh kudus Berkarya agar terhindar atau dapat mengatasi dari dua hal tersebut.
Pdt. MD. Wakkary Menyampaikan Firman Tuhan

Setelah penyampaian Firman Tuhan pada kesempatan yang sama Majelis Pusat Pdt. Md Wakkary dan Sekum Pdt. Adi Sujaka, melantik dan mendoakan Pdt. Willem Jefta Kastanya sebagai biro Multimedia Md Jabar GPdI, menggantikan Alm. Pdt. Sammy Palit. Pkl.18.30 wib dilanjutkan dengan Raapat paripurna 1 dengan agenda Pengesahan Acara & TaTib, Laporan MD dan Pengarahan Ketua MD Jabar dan pembagian Komisi  yang diwakilkan oleh Pdt. Marthen Schalwyk ( Wakil Ketua satu Md Jabar) sehubungan dengan terganggunya Kondisi kesehatan Ketua Majelis Daerah GPdI Jabar Pdt. Je. Awondatu yang sedang dirawat di Rumah sakit di Jakarta. Setelah makan malam seluruh peserta kembali memasuki ruangan hotel untuk mengikuti Ibadah KKR yang dihadiri oleh seluruh peserta panitia juga para Jemaat sekitar wilayah satu dan dua Bandung. Pujian dilayani oleh Ketua panitia Pdt. Steve Kumendong dan Firman Tuhan dilayani oleh Pdt. Max Wakkary. Pkl. 22.30 Seluruh peserta beristirahat dikamar masing-masing.
Paduan suara GPdI Kopo Permai
Vg Narwastu Bandung
Pelantikan Biro Multimedia MD Jabar
Pdt. Jeffta Kastanya (Biro Multimedia MD Jabar)
Peripurna
Hari kedua
Masuk hari kedua seluruh peserta Mukerda mengawali hari dengan doa pagi dikamar masing-masing, dilanjutkan dengan Ibadah pagi setelah sarapan, Firman Tuhan dilayani oleh Pdt. Adi Sujaka (Sekum MP GPdI) mengajak seluruh Hamba Tuhan untuk mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan lebih lanjut diingatkan untuk berserah pada Pimpinan Tuhan jangan kuatir dan jangan takut dimanapun melayani Tuhan pasti Tuhan sertai dan bela demikian penyampaian Firman yg dibawakan Pdt. Adi Sujaka. 

Pdt. Samuel Zakka, kiri (BPK Majelis Pusat GPdI )
Setelah itu ada pengarahan dari Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) dari Majelis Pusat disampaikan oleh Pdt. Samuel Zakka, memaparkan mengenai standard operating procedure (sop),  penata kelolaan keuangan GPdI. Selanjutnya Untuk pembahasan program kerja md Jabar disertai usulan-usulan untuk disahkan di paripurna maka dibentuklah 4 Komisi, Komisi A membidangi: Kesekretariatan dan Organisasi, penggembalaan dan hubungan external, badan hukum dengan peserta yang memilih komisi ini berjumlah 33 Orang, Komisi B membidangi: Keuangan, diakonia, pembangunan dan usaha dana jumlah anggota 35 orang, Komisi C: membidangi Pendidikan, penginjilan dan Multimedia dengan jumlah anggota 16 orang terakhir Komisi D membidangi: pertumbuhan gereja, pembinaan warga jemaat dan litbang jumlah anggota 17 Orang. Masing-masing komisi menggodok setiap permasalahan maupun saran-saran atau ide-ide setiap anggota untuk disahkan di paripurna dan menjadi keputusan Md Jabar GPdI dalam rapat Komisi yang berlangsung selama 4 Jam cukup menyita waktu dan menguras tenaga namun para peserta rapat komisi sangat antusias demi kemajuan dan perkembangan GPdI Jawa Barat. 

Rapat Komisi
Diparipurna masing-masing Komisi melaporkan hasil Rapat tiap komisi, untuk disahkan di Paripurna dimulai dari Komisi A s/d D ada koreksi juga ada perbaikan maupun dipending tidak semua yang diajukan diparipurna disahkan namun semua berjalan dengan aman terkendali tertib dan nama Tuhan dipermuliakan tentunya. Pukul. 21.30 wib seluruh peserta kembali kekamar masing-masing untuk beristirahat.

Hari ke tiga
Hari ke tiga (terakhir) diadakan Ibadah Penutupan Mukerda disertai Perjamuan Tuhan dan Pelantikan calon Pendeta Muda (Pdm) yang dilayani oleh Majelis Daerah Jawa Barat, ada 71 calon Pdm. Yang dilantik setelah sebelumnya mereka mengikuti ujian di kompleks sekolah alkitab Cianjur pada 12 Januari 2015 dan dinyatakan lulus oleh Biro Pertumbuhan Gereja Pdt. Markus Sugiarto dan Biro pendidikan Pdt. Herlina Budiawan Mth, 

Pdt. Adi Sijaka (Sekum MP GPdI ) Menyampaikan Firman Tuhan
Pelantikan Pendeta Muda

Pembagian Sk Pelantikan Pdm

setelah pelantikan Pdm langsung dibagikan surat keterangan telah dilantik pendeta muda, oleh Sekretaris Md Jabar Pdt. Lodewyk Saerang dan diserahkan langsung oleh wakil ketua satu MD Jabar Pdt. Marthen Schalwyk. 

M. Sirait ( Pembimas Kristen Jawa Barat )
Peserta Mukerda
Diakhir acara ada sambutan dari pembimas Krsiten Jawa Barat Melinda Sirait yang menutup secara resmi Mukerda GPdI Jabar. Tepat pkl. 12.00 wib seluruh peserta Mukerda Majelis Daerah Jawa Barat GPdI meninggalkan lokasi Mukerda dan kembali ke tempat pelayanan masing-masing.



by: Yra


 

Kamis, 12 Februari 2015

Fortapnas KD dan KP Pelnap GPdI

Komisi Pusat Pelayanan Anak Pantekosta (KP Pelnap), mengadakan acara Forum tatap Muka Nasional (Fortapnas) yang dihadiri oleh para Pengurus harian Komisi Daerah Pelayanan Anak Pantekosta ( KD Pelnap ) se Indonesia bertempat di Twin Plaza Hotel, Jakarta dari tanggal 3-5 Februari 2015. Acara kali ini menurut Ketua Komisi Pusat Pelnap GPdI Pdt. Sherly Tololiu adalah kali yang kedua diadakan dimana sebelumnya pernah diadakan acara serupa bertempat di Wisma Agape Bogor Jawa Barat beberapa tahun silam, adapun tujuan dari terselenggaranya acara ini lebih lanjut Sherly mengungkapkan adalah untuk memperlengkapi pemahaman pentingnya memiliki karakter yang baik untuk mempersiapkan anak-anak GPdI menjadi suatu generasi yang kuat dalam iman, memiliki fondasi yang kokoh untuk menghadapi tantangan mereka diakhir Zaman ini dan menjadi “ God’s Super Star “ atau Bintangnya Tuhan.

Peserta Fortapnas
Acara Forum Tatap Muka Nasional kali ini dihadiri oleh sekitar 150 an peserta dan peninjau dari berbagai Propinsi se Indonesia diantaranya Bali, Ntb, Kalimantan, Sumatra, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi, Ambon bahkan ada juga peserta dari Papua, total ada 30 Propinsi yang mengutus Pengurus harian  Komisi Daerah Pelnap, demikian menurut Ketua Panitia Fortapnas Pdm. T. Elfanelry Parassa. Dalam sambutannya Elfanelry Berterima kasih kepada Majelis Pusat, Majelis Daerah, Komisi Daerah Pelnap seluruh Indonesia atas Dukungan serta kehadiran, dimana secara tidak langsung sudah turut mensukseskan Fortapnas Pelnap tahun 2015 ini, dan sebagai harapannya lebih lanjut dikatakan agar setiap Pelayan anak (Guru-guru Sekolah Minggu ) maupun anak yang dilayani dapat memantulkan Cahaya Kristus sebagai Bintangnya Tuhan, seperti tercatat dalam Kitab Suratan Filipi 2:15 demikian harapnya.

Pdt. Thomas Runkat Membuka Fortapnas
Dihari Pertama setiap peserta Fortapnas melakukan Pendaftaran ulang dan Chek In Hotel sekaligus mendapatkan buku acara, tanda pengenal (name tag) serta kupon makan selama mengikuti acara dari panitia, yang tampak sigap dalam melayani setiap Peserta. Sore harinya Pkl. 17.00 wib diadakan Ibadah Pembukaan, dihadiri oleh utusan Majelis Pusat GPdI Pdt. Thomas Runkat (Biro Pemberdayaan Warga Jemaat ), sekaligus membuka dan meresmikan kegiatan Fortapnas dengan ditandai dengan pemukulan Gong, dalam sambutannya Thomas Runkat menyampaikan salam dari Ketua Umum Majelis Pusat Pdt. MD. Wakkary untuk seluruh peserta Fortapnas, Pdt. Thomas juga berpesan agar selama mengikuti acara seluruh peserta dapat menjaga sikap dan prilaku agar berprilaku sebagai Pelayan Tuhan, dan harus semakin mengarah kepada Tuhan.
Dalam Ibadah pembukan Fortapnas  juga dimeriahkan dengan penampilan anak-anak Sekolah Minggu GPdI Kedoya dibawah asuhan Pdt. Aneke Sudarmawan mempersembahkan pujian sambil memainkan alat musik Angklung berjudul “Menikmati Yesus” yang dibawakan dengan suara merdu dan padu sangat memukau peserta yang hadir.

Persembahan Pujian dari Anak Sekolah Minggu GPdI Kedoya
Selesai Ibadah Pembukaan dilanjutkan dengan Session satu dengan Judul Materi “ Big Day For Kids “ disampaikan oleh Stars Station (SS) Team dari GPdI Lippo Cikarang. Dalam Sessi ini diajarkan bagaimana para Guru Sekolah Minggu dalam mengemas atau membuat acara kegiatan yang menarik buat anak, membuat kegiatan atau acara yang tidak monoton dan anak sangat antusias dalam setiap mengikuti kegiatan yang diadakan, peserta sangat diberkati lewat session ini dan ada banyak
mendapat masukan-masukan yang inovatif dan kreatif untuk dibagikan di daerahnya Masing-masing.

Team SS sedang menyampaikan Materi " Big Day "
Hari kedua: Rabu 04 Februari 2015, Seluruh Peserta Mengawali hari dengan Doa pagi di Ball room Hotel selama satu jam, setelah sarapan tepat Pukul. 08.00 wib diadakan Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dihadiri Ketua satu Majelis Pusat GPdI Pdt. Je. Awondatu sekaligus pembicara, terambil dalam Kitab Keluaran 14:14 “ Tuhan akan berperang untu kamu dan kamu akan diam saja”  dikatakan bahwa Pelayanan Anak itu dimulai sejak Kanak-kanak sampai dengan Sekolah dasar, dan anak-anak itu dia akan belajar dari apa yang dia lihat karena itu Guru atau Pelayan anak harus dapat memberikan teladan kepada mereka kasih mereka makanan Rohani yang murni yaitu Firman Tuhan, lebih jauh dikatakan Anak-anak adalah calon penerus Gereja Tuhan, jangan sepelekan pelayanan Anak (Pelnap), Guru Sekolah minggu harus memiliki Moral yang benar jangan hidup dalam dosa demikian pesan yang disampaikan Pdt. Je. Awondatu Ketua satu Majelis Pusat GPdI.

Ketua satu MP Pdt. Je. Awondatu menyampaikan Firman Tuhan
Sesuai dengan Tema Komisi Pusat Pelnap Periode 2012-2017 “ God’s Super Star ” diambil dari Filipi 2:15  “supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” dengan Visi: Membangun generasi yang memantulkan terang Kristus, Misi: Memaksimalkan pelayanan anak di gereja lokal agar terjadi pertumbuhan kualitas dan kuantitas, untuk itu Fortapnas dihari kedua KP Pelnap Pusat mengisi acara dengan Seminar sehari dengan Topik: “ Character First” Pembicara: Edy Hartono dari Jakarta, seminar sehari ini terbuka untuk Umum Khususnya bagi Guru-guru Sekolah Minggu atau yang terlibat dalam Pelayanan Anak, seminar terdiri dari  enam Session: 1. Mengapa Karakter  Diutamakan 2. Implementasi Kurikulum Character First   3. Membangun Karakter dengan Pujian 4. Teknik Bercerita 5. Teknik Memimpin Lagu 6. Koreksi Berdasar Pujian & Tanya Jawab. Banyak peserta yang hadir dari berbagai Kota seperti Jakarta, Bekasi dan Bandung seluruh peserta yang hadir diakhir Seminar mendapatkan Sertifikat dari Panitia.

Edy Hartono Pembicara "Character First"
Eddy Hartono adalah Direktur PT. Karakter prima Indonesia (KPI) yang bergerak dalam konsultan Bisnis & pendidikan ( Associate Trainer Character First! Usa) Edy Hartono juga adalah Ketua yayasan Bangun Karakter Bangsa Jakarta, yang melayani dalam bidang pelatihan karakter bagi anak-anak.
" Si Ongki " Pdt. Hardi Halim
Altar Call KKR

Pengurus KP Pelnap

Peserta Seminar
Pengurus KD Pelnap Jabar

Peserta
Media Peliput Fortapnas Kp dan Kd Pelnap
Hari ke tiga, dimana hari terakhir para peserta mengikuti Fortapnas tampak wajah-wajah yang masih tetap semangat dan antusias untuk mengikuti sisa acara yang akan mereka ikuti, Peserta dari Sulawesi tenggara Sdri. Sulastry mengungkapkan kesannya selama acara berlangsung dari awal mereka sangat diberkati dan banyak bekal ilmu dari acara Fortapnas ini yang akan mereka terapkan didaerahnya mereka berkata acara ini luar Biasa!!! Demikian ungkapnya, Juga Ketua KD pelnap Jawa Barat Pdt. Say Monang Gidion Pardede mengutarakan kesan-kesannya selama mengikuti acara Fortapnas dikatakan sangat Bagus acara ini sangat menginspirasi dan memotivasi para Guru-guru Sekolah Minggu, dan lewat acara ini juga lebih lanjut dikatakan bisa saling bersilahturahmi dan saling membagi ilmu, visi juga bermitra agar pelayanan pelnap di Indonesia bisa lebih baik dan berkembang lagi dikatakannya juga acara ini sangat positif.

Foto Bersama Peserta Fortapnas KP dan KD Pelnap GPdI
Tepat Pkl. 09.00 wib mereka mulai memasuki Ballroom Hotal Twin Plaza, dimana acaranya adalah Laporan Komisi Daerah se Indonesia yang berlangsung dua session dan tertutup, acara Fortapnas Kd & KP Pelnap GPdI,  diakhiri dengan Ibadah Penutupan yang dihadiri oleh utusan Majelis Pusat Pdt. Noch Mandey dari Surabaya. 

By: Yra