Rapat Kordinasi MW, KD dengan Majelis Daerah Jabar GPdI

Rengasdengklok, 29 Juli 2013. Majelis Wilayah IV Jabar GPdI, Ketua Pdt. Yohanes Tamburian Mth dan Sekretaris Wilayah Pdt. Yezia R Akay menghadiri pertemuan Rapat Kordinasi yang diselenggarakan oleh Majelis Daerah Jabar

Pembukaan Angkatan XXVI, Sekolah Alkitab Cianjur

Cianjur, 22 Agustus 2013 Tidak seperti Hari-hari biasanya, suasana Sekolah Alkitab Cianjur ( SAC ), mulai ramai dikunjungi oleh calon Siswa/Siswi yang akan menempuh Pendidikan sebagai calon Hamba Tuhan di Sekolah Alkitab milik Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI )

Pertemuan Majelis Wilayah dan MD Jabar

Cianjur, 18 Pebruari 2013, Majelis Wilayah IV Jabar GPdI, menghadiri Pertemuan dengan Majelis Daerah yang dihadiri oleh seluruh Personil MD dan Seluruh MW se Jawa Barat. Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua MD Jabar GPdI Bpk. Pdt. JE. Awondatu.

Youth Connection

Kegiatan bersekala Internasional kerjasama antara Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI ), dengan Gereja Foursquare dari Amerika untuk pertamakalinya diselenggarakan di Harris Hotels Bandung Jawa Barat, dari tanggal 15-17 Oktober 2013 yang lalu dengan tema “ BLAST ” ( Ledakan )

Reuni Perak SAC, STTPC dan Study Club

Mari kembali mengenang dan merasakan suasana Kampus SAC berbagi cerita dan pengalaman baik antar teman seangkatan, juga dengan Guru-guru saat dimana kita pernah menempuh Pendidikan Sekolah Alkitab

Jumat, 19 September 2014

Rip: Pdt. Jhon Rompas

Berita dukacita datang dari keluarga Wakil Bendahara Majelis Daerah Jawa Barat Gereja Pantekosta di Indonesia (MD Jabar GPdI), Pdt. Ferdinand Rompas. Ayahnya, Pdt. Jhon Rompas diberitakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Asyifa Sukabumi pada Sabtu, 06 September 2014 dinihari.

Jhon Rompas pria kelahiran Kawangkoan, Sulawesi Utara pada 08 Oktober 1931 menghembuskan nafas terakhir dalam usia 83 Tahun, meninggalkan dua orang anak: Grace Nicolien Rompas  dan Ferdinand Rompas serta lima Cucu dan lima Cicit.

Kabar meninggalnya Jhon Rompas sontak membuat kaget banyak Hamba Tuhan Khususnya GPdI Jawa Barat, hal itu dikarenakan Almarhum selama hidupnya merupakan tokoh dan Pimpinan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) baik dalam lingkup Majelis Daerah Jawa Barat maupun Majelis Pusat, selama hidupnya Jhon Rompas mengabdikan dirinya bekerja di ladang Tuhan  tercatat sebagai Ketua Majelis Daerah 8 Periode berturut-turut dari Tahun 1973 s/d 2003.

Pada 18 Pebruari 2013 Almarhum sempat terkena serangan stroke yaitu ada penyumbatan diotak kiri dan dirawat di salah satu RS di Bandung, berawal dari situlah kondisi Jhon Rompas menurun ditambah faktor usia, hari-hari dihabiskan hanya berbaring ditempat tidur sampai Tuhan memanggil pulang kerumah Bapa di Surga.

Jumat 12 September 2014, Pukul. 09.00 Wib, diadakan Ibadah Pelepasan Jenazah  alm. Pdt. Jhon Rompas, dipimpin  oleh Jajaran Majelis Daerah Jawa Barat juga dihadiri oleh Para Pimpinan Majelis Pusat GPdI tampak hadir Ketua Umum Majelis Pusat GPdI Pdt. DR. MD Wakkary,  juga ketua satu Majelis Pusat  GPdI Pdt. Je. Awondatu, yang juga sebagai ketua Majelis  Daerah Jawa Barat GPdI.
Pdt. MD. Wakkary, Ketua Umum MP GPdI
Para hamba Tuhan dari berbagai daerah di Indonesia, nampak hadir memberikan penghormatan terakhir  kepada Jhon Rompas, Jemaat GPdI Sukabumi tampak bersedih melepas kepergian Gembala Senior mereka mempersembahkan Pujian “ Indah rencanaMu Tuhan” juga Pujian dari seluruh Hamba Tuhan yang hadir juga dilanjutkan dengan persembahan pujian dari Keluaraga besar alm Pdt. Jhon Rompas.  Pdt. MD. Wakkary menyampaikan Firman Tuhan terambil dalam Filipi 1:20 “ Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.”
Keluarga Almarhum Jhon Rompas
Beberapa kenangan Indah terhadap sosok Jhon Rompas, tergambar jelas melalui setiap sambutan-sambutan yang disampaikan diantaranya dari Rukun Kawanua Martuari, Jaringan doa Sukabumi, Bksg Sukabumi, mewakili Jemaat GPdI Sukabumi, MD GPdI diwakili oleh Sekretaris  umum Pdt. Lodwyk Saerang, Mewakili Majelis Pusat GPdI Pdt. Fredy Fatirajawane dan mewakili Para Hamba Tuhan oleh pdt. JAF. Rorong.
Para Hamba Tuhan yang hadir
Pujian dari para Hamba Tuhan

Pujian dari Keluarga
Pdt. Je. Awondatu Mempersembahkan Pujian
Diladang pekuburan  seluruh prosesi acara dipimpin oleh Majelis Daerah Jawa Barat, Pdt. Yan Rumbayan Biro. Pemberdayaan Warga Jemaat, memimpin Pujian dan Pdt. Marthen Schalwjk Ketua satu MD Jabar menyampaikan Firman Tuhan.
Pdt. MD Wakkary sedang menyampaikan Firman Tuhan
Pelepasan Peti Jenazah Alm. Pdt. Jhon Rompas
MD Jabar memimpin acara di Ladang Pekuburan
Keluarga Almarhum


Sejarah singkat Jhon Rompas

Lahir di Kawangkoan, 8 Oktober 1931, Pdt. J. Rompas adalah anak ke-7 dari 9 bersaudara. Ia pernah bekerja di Toko kain (Bombay) selama 1 ½ tahun dan cita-cita berdagang karena ingin mandiri. Tapi ternyata Tuhan menghendaki dia menjadi pelayanNya.

Orang tua Pdt Rompas adalah orang Pantekosta sedangkan waktu itu Pdt Rompas bukan, kalau ada ibadah pantekosta di rumahnya, Pdt Rompas lah yang melempar rumahnya sendiri.

Tak lama kemudian ia pergi ke galian emas di Bolaang Mongondow karena melarikan diri akibat ejekan orang-orang karena orang tua pantekosta. Di galian emas itu, ia sering mendengar tetangganya berdoa. Tetangganya ini orang pantekosta. Dari sanalah ia mulai bertobat dan mulai ke Gereja pantekosta. Pada tahun 1950 ia bertobat sungguh-sungguh dilayani oleh Pdt Kereh. Setelah itu ia pulang kampung dengan berjalan kaki, karena tidak mempunyai uang di tangan. Tapi sudah dibaptis. Orang tuanya sendiri tidak percaya kalau ia sudah dibaptis.

Tak lama kemudian ia meninggalkan Minahasa dan merantau di pulau Jawa. Tinggal di Cimahi di rumah kakak yang seorang tentara. Di Bandung ia bekerja sebagai kenek montir bis Sabar, tahun 1952 jadi jemaat Lengkong Kecil (Pdt Wakary). Tahun 1953 – ia pindah ke Palembang dan tinggal di Pdt. Siwi. Disana ia melayani 100% dan oleh Pdt Siwi ditempatkan di Lahat sampai tahun 1954. Tahun 1954 ia ke Jakarta untuk Sekolah Alkitab di Lawang, tapi Pdt Runkat menahan dan disekolahkan di Manado. Tahun 1955 bulan Januari ia sekolah Alkitab di Langowan setelah selesai sekolah ia ke Bolaang Mongondow. Tahun 1957 bulan Maret ia pergi kembali ke Jawa dan menjadi pengerja di Cianjur (Pdt Awondatu). Setelah itu beliau membuka pelayanan di Sumedang sekitar 70-80 jiwa.

Saat Pernikahan
Tahun 1959 menikah dengan Ibu Lydia Kurniani (Alm) dikaruniai 2 orang anak, 5 orang cucu, dan 5 cicit.
Tahun 1969 bulan September beliau ditawarkan menjadi Gembala di Sukabumi menggantian Pdt. Sitosuyen. Tahun 1973 ia mengikuti Musyawarah Daerah GPdI Jabar, lalu terpilih menjadi Ketua MD. Selama 8 periode berturut-turut ia terus menjadi ketua.
Setelah dipegang oleh beberapa tokoh Pantekosta seperti Pdt Wakkary (Medan), Pdt Elly Faraknimela, Pdt Kastanya (Bogor), dan Pdt Lontoh (Cirebon), kursi MD GPdI Jawa Barat dipegang oleh Pdt J Rompas memimpin hingga tahun 2003.

“Tentu banyak pengalaman yang saya alami, mulai dari yang sangat enak sampai yang tidak enak, yang sangat indah sampai yang sangat buruk, mulai dalam keadaan aman sampai keadaan darurat, dari mulai disajikan kue cucur sampai disajikan pistol di atas meja, tetapi itulah risiko seorang pemimpin yang tentu tidak bisa dirinci, karena banyak bahkan teramat banyak kesan-kesan yang saya alami bersama dengan rekan-rekan MD yang lain. Mengenai jumlah sidang, disaat saya menjabat sebagai Ketua, kira-kira Hamba Tuhan yang ada saat itu sekitar 70-an, dan oleh kemurahan Tuhan dan berkat semangat generasi-generasi muda jumlah tersebut menjadi sekitar 700-an dengan Banten, kalau Jabar sendiri saat terakhir saya menjabat yaitu tahun 2003 berkisar 500 sidang, kembali ini semua hanya kemurahan Tuhan,” ujar Rompas yang juga Gembala GPdI Sukabumi.

Dalam masa kepemimpinannya yang panjang kadangkala orang salah mengerti tentang dirinya. Banyak orang menyebutnya otoriter bahkan dictator, tapi semua ditepisnya. “Saya dengar ada yang meyudutkan saya seperti itu. Bagi saya salah satu sifat seorang pemimpin harus ada sekian persen sifat Otoriter, namanya juga pemimpin, dengan resiko yang harus di tanggung dia sudah mengambil keputusan, walaupun dia harus mengorbankan dirinya. Dalam moment-moment tertentu diperlukan ketegasan dan orang yang mengatakan saya otoriter berarti mereka hanya tahu saya saat mengambil tindakan otoriter tersebut, yang penting bagi saya bahkan bisa dilihat oleh hamba-hamba Tuhan secara umumkan hasil pelayanan GPdI di Jawa Barat,” ujarnya.

Rompas memiliki ayat dan motto favorit:
“Mintalah maka akan diberikan kepadamu, semua hal saya serahkan kepada Tuhan sebab kita inikan hanya pekerja, kalau Tuhan katakan kerja ya kita kerja, kalau diam ya kita diam. Lebih baik menyanyi saja: Siapkan kakimu menuju sasaran pahala tunggu kamu. Pahala itu bukan kursi jabatan, tetapi keselamatan yang sedang kita bangun kalau dikasih kursi ya saya duduk.”
Dalam masa kepemimpinannya Ia sangat terbeban menjadi pemimpin GPdI Jawa Barat. Programnya untuk GPdI Jawa Barat di masa lalu ditujukan untuk mensejahterakan hamba-hamba Tuhan untuk berkembangnya lebih jauh tidak hanya kuantitas hamba-hamba Tuhan namun terlebih lagi dalam kualitasnya. Sudah terlaksana, bahkan dengan lahirnya pelayanan-pelayanan baru baik di Jawa Barat maupun di Banten.

Ia juga sangat ketat dalam menertibkan pelajaran-pelajaran dan doktrin-doktrin yang berkembang. Ia sangat dengan anggota jemaat dan para pendeta. Dalam kepengurusannya yang mencapai 40 tahun itu, ia sangat dihormati, disegani dan juga disenangi. Meski ada beberapa tokoh pusat GPdI yang gerah dengan kehadirannya namun tak bisa dipungkiri Pdt J Rompas adalah tokoh GPdI yang sangat berjasa di Jawa Barat


Karangan Bunga dari Majelis Wilayah IV Jabar GPdI



by: yra

Kamis, 11 September 2014

Rip : Pdt. Sammy Palit

Kabar Dukacita kembali datang secara mengejutkan, berawal dari sebuah postingan salah satu status di salah satu mediasosial pada Selasa malam , 09 September 2014 lebih kurang pukul 00.31 wib, berbunyi: RIP Pdt Sammy Palit, Gembala GPdI Imanuel Garut. Selamat jalan kaka Sammy...Sampai bertemu di Yerusalem Baru “ tulis pemilik akun bernama Nonce Katiandagho salah satu anggota keluarga dari  Alm. Pdt. Sammy Palit, sontak mengejutkan banyak pengguna dijejaring sosial facebook tersebut, seolah tak menyangka mendengar kabar yang datang begitu tiba-tiba mengenai berita  duka tersebut.
Pemilik nama lengkap, Sammy Immanuel Palit meninggal dunia  diusia 50 tahun, meninggalkan Seorang Isteri bernama  Diana dan satu orang anak Perempuan Stefani Palit, Almarhum selain aktiv sebagai Gembala Jemaat di GPdI Garut, juga merupakan salah satu anggota Majelis Daerah Jawa Barat (Biro Multimedia) periode 2012-2017, dan tercatat sebagai salah satu anggota dari Badan Multimedia Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia (Bmmp GPdI), ada cerita yang menarik dimana semasa hidup almarhum pernah menyampaikan keinginannya dalam  suatu khotbah dimana dia minta kepada Tuhan untuk meninggal diusia 50 tahun saja, dan tidak mau dengan cara sakit ternyata semua harapannya dikabulkan Tuhan.

Personil Bmmp GPdI (alm Sammy No.4 dari Kanan)
Ada Banyak kenangan manis yang tak terlupakan diantara sahabat, teman almarhum khususnya dikalangan Badan Multimedia Majelis Pusat, seperti diungkapkan oleh Ilona Karamoy dari Malang “ bisa mengenal Ps. Sammy Palit, adalah hal yang spesial. Lebih sering ketemu brother Sammy di setiap meeting dan event Multimedia. Terakhir ketemu di SAB Reuni kecil angkatan 31-33 dan foto bersama. Kesan saya untuk pribadinya: Loyal, Friendly, humble, good photographer hidupnya jadi berkat buat saya…”
Lain lagi yang diucapkan Djoko Santoso dari Jakarta “ Sebagai sesama anggota Bmmp, Sammy adalah sosok yang sangat lemah lembut. Murah Senyum, Salah satu ide yang belum kesampaian adalah membuat program database untuk GPdI, majalah Joy adalaah salah satu majalah rohani MD Jabar yang diasuhnya, juga web Jabar adalah salah satu web yang dikelolanya ide almarhum yang lain adalah pemanfaatan semaksimal mungkin teknologi informasi/gadget/sosial media untuk melengkapi para hamba Tuhan…”
Dennie Kristian dari Bandung juga berkomentar “ He has great Vision and amazing faith, now God destiny in his life and put a big trust to young people..”  
Willem Jefta Kastanya Dari Bogor juga mengungkapkan pengenalannya akan almarhum “… Sammy adalah sosok yang insfiratif, visioner, baik hati, sukaa mengalah dan lembut hatinya seperti musa…rekan pelayanan di Jawa Barat dan KP Pelpap GPdI selama 2 periode yang kooperatif…”

Pdt. Je. Awondatu Menyampaikan Firman Tuhan
Pelantikan Istri Almarhum, Oleh MD Jabar GPdI

Ketua MD Jabar Memberikan Ucapan Selamat kepada Gembala Baru
Ibadah Pelepasan dan Pemakaman Pdt. Sammy Palit.
Kamis 11 September 2014, tepat Pukul 08.30 Wib. Majelis Daerah Jawa Barat  Gereja Pantekosta di Indonesia, memimpin langsung Jalannya Ibadah Pelepasan Almarhum Pdt. Sammy Palit tampak hadir diantaranya Pdt. Je. Awondatu Ketua MD Jabar, Pdt. Franklyn Turangan ( Wakil Sekretaris satu), Pdt. Hessky Rorong ( Biro Penginjilan), Pdt. Edy Tampi ( Biro Penggembalaan), Pdt. Jeffry Palit ( Biro Organisasi ) dan Pdt. Markus Sugiarto ( Biro Pertumbuhan Gereja). 

Pdt. Hessky Rorong Menyampaikan Firman Tuhan
 
Keluarga Almarhum Sammy Palit

Suasana di Ladang pemakaman
Firman Tuhan dibawakan oleh Ketua MD Jabar GPdI Pdt. Je. Awondatu dimana sebelumnya mempersembahkan pujian dengan memainkan  alat musik Saxsophon lagu kesukaan almarhum Sammy “ Tuhan Yesus Setia “  setelah penyampaian Firman Tuhan Majelis Daerah Jawa Barat  mendoakan sekaligus melantik Diana Isteri Almarhum sebagai Gembala Jemaat GPdI Garut.
Upaca pemakaman dilaksanakan oleh Majelis Wilayah III dan Majelis Daerah Jawa Barat. Pdt. Richard Lumingkewas memimpin pujian dan Pdt. Hessky Rorong menyampaikan Firman Tuhan yang terambil dalam 2 Timotius 4:7



by: Yra

Sabtu, 03 Mei 2014

KKR & Seminar Pdt. Je. Awondatu Di GPdI Sam Rat Manado

Gereja Pantekosta di Indonesia Manado Jl. Sam Ratulangi (GPdI Sam Rat) Sulawesi Utara, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Alumnus Sekolah Alkitab Cianjur dan Sekolah Tinggi Theologia Pantekosta Cianjur (FKA SAC, STTPC) Rabu, 26/03/2014.

KKR dan Seminar yang berlangsung selama dua hari satu malam dari tanggal 26 s/d 27 Maret 2014 menurut Pdt. Ferdinan Rompas (Ketua Umum FKA Sac Sttpc) mengatakan kepada Mitra Indonesia, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Forum Komunikasi Alumnus Sekolah Alkitab Cianjur dan Sekolah tinggi theologia Pantekosta Cianjur (FKA SAC STTPC)  yang baru dibentuk dan dilantik beberapa waktu lalu oleh Pdt. Je. Awondatu sebagai wadah untuk tetap menjaliin tali silahturahmi dan tetap berhubungan, membangun ikatan kekeluargaan dan saling memperhatikan antar Alumni yang sudah mencapai kurang lebih 3000 alumnus sekolah alkitab Cianjur  yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia maupun di mancanegara, juga melalui kunjungan Fka sac sttpc ke Sulawesi utara kali ini juga akan melantik Pengurus Alumnus Korda se Sulawesi (Sulut, Sulteng, dan Sulawesi Tenggara) direncanakan kedepan juga akan mengadakan kegiatan serupa di Jawa Tengah, Bali dan Kalimantan. Pengurus Pusat FKA SAC STTPC yang hadir dalam acara KKR Dan Seminar di Sulawesi Utara: Pdt. Ferdinan Rompas ( Ketua ), Pdt. Handajo Rufinus (Wkl. Ketua), Pdt. Fanny Tuju ( Sekretaris ), Pdt. Jantje Manorek (Bendahara), Pdt. Yezia R Akay (Biro Kom Info), Pdt. Rudy Timbong (Biro SDM)
Suasana KKR
KKR hari pertama diadakan tepat pada pukul 06.30 malam (Wita), terdengar alunan musik mengiringi Worship leader mulai membuka acara tampak para kuayers, Singer, Penari Bendera dan team Musik serasi dan tampil harmoni dalam Praise and Worship, para undangan baik kalangan Hamba Tuhan, Jemaat dan juga Alumni Sekolah Alkitab Cianjur yang melayani di sekitar kota Manado tampak mulai berdatangan memenuhi GPdI Sam Ratulangi tempat penggembalaan Pdt. Ivone Awuy ( Ketua Majelis Daerah Sulawesi Utara) dimana Ibadah KKR hari pertama diadakan.
Penyampaian Firman Tuhan oleh: Pdt. Je. Awondatu
Pdt. Je. Awondatu menyampaikan Firman Tuhan diambil dari kitab Yoel 2:28 dengan tema Melihat Visi, Yoel fasal 2 bicara tentang akhir zaman, yoel sudah dapat melihat keadaan akhir zaman itu adalah Visi bhs Ibrani dikatakan Raah/reah=melihat (dengan mata Rohani), dapat melihat sesuatu pasti terjadi, akan terjadi, tapi belum terjadi namun sudah dapat melihat dengan mata batinnya itulah Reah, Awondatu katakan hari-hari ini Gereja sudah kehilangan Visi dia berjalan tapi tidak tahu kemana dia bergerak tapi tidak tahu tujuannya kemana berbeda dengan Rasul Paulus dia katakan tetapi “ aku berlari pada Tujuan” Paulus tahu kemana tujuan dia berlari dia punya Visi, Mazmur 89:20 Tuhan bicara melalui penglihatan dan penglihatan itu bisa dimengerti melalui penglihatan Rohani, bahaya kalau manusia tidak punya visi dia akan liar sebaliknya kebahagiaan bagi manusia yang memiliki visi dalam hidupnya atau yang berpegang pada visi yang dari Tuhan Amsal 29:18. Hadirin yang hadir sangat diberkati dalam KKR hari pertama diakhiri dengan doa dan ramah-tamah yang sudah disiapkan oleh Gembala dan Jemaat GPdI Sam Rat Manado.
Persembahan Pujian dari Alumnus Sac
Hari kedua tanggal 27/03/2014 Seminar dua sessi diadakan pada Pkl. 10.00 Wita kembali antusias para Gembala, Hamba Tuhan, Alumnus Sac, Jemaat, hadir pula Siswa/I Sekolah Alkitab Langowan mengikuti seminar sehari dengan pembicara Pdt. Je. Awondatu berbicara mengenai “Bedanya Karya dan Kerja” diambil ayat dalam Amsal 14:23: “ Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja “ Hamba Tuhan harus kerja Keras berkarya dalam Tuhan akibatnya Tuhan yang akan mencukupkan jangan kuatir kerja terus dan berkaryalah dalam Pekerjaan Tuhan. Diakhir session Pdt. Je Awondatu mendoakan Siswa/I Sekolah Alkitab Langowan  yang hadir mengikuti Seminar.
siswa/i Sekolah Alkitab Langowan
Sore harinya pkl. 19.00 Wita KKR hari kedua sekaligus penutupan seluruh rangkaian kegiatan Seminar dan KKR di Sulut dihadiri oleh kurang lebih 600 hadirin yang datang dari berbagai Daerah tidak mengurangi jumlah peserta yang hadir sebaliknya hari kedua menurut pantauan Mitra Indonesia Jemaat dan Hamba Tuhan larut berbaur dalam hadirat Tuhan yang dirsakan malam itu, Pujian dari Alumnus Sekolah Alkitab Cianjur  mengisi acara KKR Malam Terakhir banyak para Alumnus yang hadir dan menyanyikan lagu Ciptaan Pdt. Je. Awondatu berjudul “ Kita berkumpul bersama memuji Tuhan” Firman Tuhan kembali disampaikan Pdt. Je. Awondatu, Jemaat yang hadir kembali diberkati dan sangat dipuaskan lewat pelayanan selama dua hari  baik melalui seminar maupun Kebaktian Kebangunan Rohani.


by Yra




Turnamen Bulutangkis Hamba-hamba Tuhan GPdI se-Jawa Barat “ AWONDATU CUP 2 ”

Bertempat di lapangan Bulu Tangkis Delta Mas Sport Centre, Majelis Daerah Jawa Barat (MD Jabar) Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI ) menyelenggarakan turnamen Bulutangkis, yang diikuti oleh 16 Wilayah yang ada di Jawa Barat dengan  masing-masing Wilayah mengutus tiga pasang pemain dan satu pasang pemain cadangan,  turnamen sehari ini diadakan pada Senin, 24/03/2014.

Turnamen serupa ini pernah diadakan dua tahun lalu ditempat yang sama,  dan menjadi agenda atau program kerja dari MD Jabar periode 2012-2017, dimana tujuannya adalah untuk menjalin keakraban dan kebersamaan antar sesama Hamba-hamba Tuhan di Jawa Barat, nampak hampir seluruh anggota Majelis Daerah Jawa Barat dan juga para Hamba Tuhan, hadir dilapangan untuk mendukung dan mensukseskan kegiatan ini.
Ketua MD Jabar Pdt. Je. Awondatu
Tepat Pukul 10.20 Wib Turnamen Kejuaraan “ Awondatu Cup 2” dimulai Pdt. Yohanes Limuria (Wakil Ketua ll MD Jabar) dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh kontestan yang akan bertanding mewakili Wilayahnya masing-masing dan juga menyampaikan maksud kejuaraan Bulu Tangkis Awondatu Cup 2 ini diselenggarakan yaitu  sebagai ajang menjalin keakraban yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya, dan juga berharap lewat turnamen ini semua yang hadir baik yang bertanding maupun yang menyaksikan dapat sama-sama bersukacita dan menjunjung tinggi sportifitas satu dengan yang lainnya, Yohanes Limuria juga berterima kasih atas kerjasama yang baik, kepada Panitia Turnamen dan juga kepada pihak Sponsor yang mensuport acara Turnamen Kejuaraan Bulu tangkis Awondatu Cup 2  hingga dapat berlangsung dengan baik.

Suasana Pertandingan
Selanjutnya Pdt. Je. Awondatu ( Ketua MD Jabar GPdI ) secara resmi membuka turnamen ini dengan ditandai ditandai  Pemukulan Shuttlecock Pertama, tepuk tangan peserta dan supporter yang hadir menyambut dengan antusias moment ini menambah meriahnya pembukaan Turnamen Kejuaraan Bulutangkis Hamba-hamba Tuhan se Jawa Barat.

Pertandingan berlangsung dengan meriah masing-masing team (pasangan) berlomba untuk mendapatkan angka demi angka, suasana pertandingan cukup sportif baik pengawas lapangan sampai wasit yang memimpin pertandingan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antar pemain juga protes penonton, semua berjalan dengan baik antusias para supporter terhadap jagoannya atau wilayahnya  masing-masing yang bertanding sesekali terdengar membahana teriakan dukungan dan sorak sorai, tepuktangan penonton menambah semangat juang dari para peserta pertandingan.

Para Juara
Pihak sponsor yang terdiri dari para Pengusaha Sukses diwilayah Karawang dan sekitarnya yang cinta pekerjaan Tuhan, dan selalu mensuport kegiatan MD Jabar menyediakan hadiah menarik baik untuk Peserta Turnamen maupun untuk para penonton dalam bentuk Door Prize, Hadiah Juara 1 uang Tunai sebesar Rp. 7,5 Juta, Juara ll Rp. 5 Juta, Juara lll Rp. 3 Juta dan untuk juara lV Rp. 1 Juta untuk Door prize pihak seponsor juga menyediakan hadiah yang tidak kalah menariknya untuk penonton yaitu: 2 Keyboard, 4 Gitar Akustik, 5 set mic, 5 Ac, 10 Kipas angin yang dibagikan diakhir acara.
Hasil akhir pertandingan untuk Juara l dimenangkan oleh Wilayah lX ( Bekasi), Juara ll Wilayah XIV (Cibinong), Juara lll Wilayah ll (Bandung), Juara IV Wilayah VIII (Bekasi). 



by Yra

Kejuaraan Futsal MD Cup Remaja se Jabar

Dalam melaksanakan program kerjanya Komisi Daerah Remaja GPdI Jawa Barat  yang diketuai oleh Pdt. Roy Sumolang pada hari senin 31/3/2014 bertempat di Metro Trade Center (MTC) lantai 5 Bandung mengadakan pertandingan Futsal guna memperebutkan trofi bergilir yaitu MD Cup. Pertandingan tersebut hanya berlangsung satu hari.
MD Cup Futsal Remaja GPdI Jawa Barat dibuka langsung oleh perwakilan dari Majelis Daerah Jawa Barat yaitu Bp. Pdt. Francklyn Turangan (Sekretaris satu MD GPdI Jawa Barat). Bp. Pdt. JE Awondatu selaku ketua MD Jawa Barat berhalangan hadir.
Sebagai simbol resminya pertandingan futsal remaja ini di mulai, Tepat pukul 10.00 wib. Bp.Pdt. Franclyn Turangan menendang bola yang telah dipersiapkan oleh panitia pertandingan ke gawang. Seluruh peserta yang hadirpun sangat bersemangat dengan dibukanya pertandingan futsal yang baru pertama kali diadakan di jawa barat ini.
Dengan menjunjung tinggi sportifitas,  anak-anak remaja GPdi Jawa Barat ( Perwakilan masing-masing wilayah) sangat antusias sekali mengikuti pertandingan futsal ini, jatuh bangun mereka harus berjuang untuk memperebutkan trofi bergilir MD Cup, bahkan tidak sedikit juga diantara mereka ketika terjadi benturan dengan lawan main, emosi mereka terpancing, maklum dikarenakan usia mereka masih remaja, akan tetapi hal itu tidak sampai terjadi adu fisik karena merekapun akhirnya menyadari ini semua hanya pertandingan persahabatan semata untuk saling mempererat tali persaudaraan anak-anak remaja GPdI se jawa barat. Pertandingan dilaksanakan dengan waktu 2x15 menit, dengan waktu yang singkat ini mereka berusaha menjebol kegawang lawan sebanyak-banyaknya, dengan segala upaya anak-anak remaja GPdI Jawa barat ini menunjukan skil mereka dalam menggocek bola, bahkan tidak disangka-sangka ternyata banyak anak-anak remaja GPdI jawabarat ini memiliki talenta dalam menggocek si kulit bundar ini. 
Pdt. Franclyn Turangan dan Panitia
Pdt. Franclyn Turangan selaku perwakilan MD Jawa barat, mengatakan sangat senang sekali jika KD Pelrap memiliki ide untuk mengadakan turnamen Futsal untuk memperebutkan MD Cup JABAR. Karena ini adalah kali pertama Majelis Daerah (MD) jawa barat mengeluarkan trofi bergilir MD Cup. MD Jabar memberikan apresiasi yang sangat positif jika salah satu jajaran kepengurusan MD dalam hal ini KD PELRAP aktif  menjalankan tugas-tugas dalam kepengurusan dan dapat menuangkan ide-ide kreatifnya untuk kemajuan perkembangan GPdI jawa barat. Yang mana beliau juga ingat akan beberapa bulan yang lalu KD PELRAP telah sukses  mengadakan safari Natal ke beberapa wilayah di jawa barat dan ini adalah kali sekiannya KD PELRAP sukses menjalankan program-programnya. Diakhir perbincangannya beliau memberi pesan “Maju terus KD PELRAP jawa barat.” Ketua KD PELRAP. Pdt Roy.V. Sumolang mengatakan anak-anak remaja GPdI harus bisa berkreatifitas kearah yang positif ditengah-tengan keadaan dimana banyak sekali anak-anak remaja terjebak kedalam pergaulan bebas, kenakalan remaja, geng motor,  dlsb. Beliau rindu generasi-generasi gereja kedepan haruslah memiliki tubuh yang sehat, jiwa yang sehat, dan roh yang sehat agar nama Tuhan selalu dimuliakan lewat gaya hidup mereka.
Dengan diadakannya MD Cup ini beliau rindu anak-anak remaja GPdI jawabarat dapat saling mempererat tali persaudaraan mereka, saling mengenal satu dengan yang lain terutama juga memiliki tubuh yang sehat dengan berolahraga. Beliau (Pdt. Roy. V. Sumolang) sangat senang karena acara ini pun tidak bisa lepas dari peran serta Komisi Wilayah Remaja yang ada diwilayah masing-masing untuk bersama-sama mensukseskan setiap program kerja Komisi Daerah Remaja. Dan ini terbukti dengan banyaknya peserta yang bisa hadir dalam turnamen futsal MD Cup JABAR ini.  Beliaupun berharap agar satu waktu turnamen futsal remaja ini tidak hanya memperebutkan MD CUP jawabarat saja melainkan akan ada pertandingan futsal GPdI secara nasional, menjadi Majelis Pusat CUP.

Penyerahan Trofi oleh Ketua KD Pelrap
Para  remaja sangat antusias sekali mengikuti turnamen ini walaupun diantara peserta berasal dari wilayah yang sangat jauh dari tempat dilangsungkan acara turnamen futsal ini yaitu di bandung. Tetapi mereka sangat bersukacita untuk mengikuti pertandingan ini. Pdt. Roy.V. sumolang berpesan kepada anak-anak remaja GPdI sejawa barat untuk terus maju jangan sampai terpengaruh oleh pergaulan yang dapat merusak masa depan mereka, jangan sia-siakan masa remaja karna itu akan menjadi penentu untuk masa yang akan datang. Akhirnya setelah melawati persaingan yang sengit dan sangat melelahkan hingga menguras tenaga dan energi karena waktu yang diberikan hanya satu hari dalam pertandingan futsal yang memperebutkan uang dan trofi bergilir MD Cup ini,  keluarlah sebagai juara satu, dua, tiga, dan juara harapan.
Juara satu pertandingan futsal MD Cup akhirnya diraih oleh anak-anak remaja dari wilayah XVII yaitu Depok.
Juara dua oleh wilayah VII yaitu Bekasi.
Juara tiga oleh wilayah XI  yaitu Bekasi
Juara harapan oleh wilayah VI yaitu Cikarang
Setelah mereka mendapatkan juara satu, dua, tiga, dan harapan, terlihat dari ekspresi mereka yang walaupun sangat capek tapi dapat terobati dengan piala yang telah mereka dapatkan, terpancar ronah kebahagiaan pada wajah-wajah generasi penerus gereja ini. 



by: Yusak Y.A

Kamis, 24 April 2014

Alm. Benny Longkutoy " Setia Sampai Akhir Hayat "

Terlahir sebagai seorang anak Gembala, pasangan Pdt. Yan Berty Longkutoy dan Yuliana (keduanya kini sudah almarhum) di kota kecil Kuningan-Jawa Barat, Benny Benjamin Longkutoy  anak ke dua dari 6 bersaudara, selepas mengikuti Pendidikan Sekolah Alkitab di Beji angkatan 35, 37 melanjutkan Pengembalaan Pelayanan pekerjaan Tuhan di GPdI “EFERATA” Kuningan Jawa Barat, dimana sebelumnya sempat berpraktek di GPdI Beth Eden Kemayoran Jakarta selama 2 tahun, selama 14 tahun menjadi seorang Gembala Sidang di kota tersebut didampingi seorang istri bernama Novita Iskandar memiliki dua orang anak,  yang pertama bernama Paul Christopher Reinhard Longkutoy sekarang sedang kuliah di salah satu universitas di Jakarta dan anak kedua Verrel Longkutoy (almarhum), Benny Longkutoy dikenal sebagai Hamba Tuhan yang multi talenta, selain sebagai Gembala Sidang, Mantan Sekretaris Majelis Wilayah IV GPdI Jabar, Biro Diakonia MD Jabar,Ketua Bamag Kuningan, sebagai Guru di beberapa Sekolah Alkitab di Indonesia, Penginjil dan pencipta lagu-lagu Rohani, Penginjilan yang pernah dilakukan tidak hanya di dalam negeri bahkan sampai ke luar negeri, dalam setiap lagu yang ciptakan hampir semuanya, menceritakan atau bertemakan tentang kesetiaan seorang hamba Tuhan sampai akhir hidupnya melalui setiap syair yang di nyanyikan Seolah-olah Tuhan sudah berbicara dan mempersiapkan sedemikian rupa apa yang akan dialaminya lewat lagu-lagu yang dia buat, dan ternyata sampai akhir hidupnya, dia tetap setia dalam melayani Tuhan. 

Benny & Istri
Tahun 2009, Benny divonis terkena penyakit diabetes miletus. Dalam sakitnya harus menjalani operasi mata yang disebabkan oleh diabetes tersebut dan pada tahun 2012 tepatnya pada tanggal 27 Oktober beliau divonis oleh dokter mengalami gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah seminggu 3x ketika mendengar vonis dokter tersebut di usia nya yang masih tergolong muda yaitu 47 tahun, Benny merasa bahwa kehidupan nya sudah berakhir sampai disitu begitu banyak Pelayanan penginjilan yang harus dilakukan ke beberapa kota di dalam negeri bahkan di luar negeri dan tugas-tugas didalam kepengurusan Majelis Daerah GPdI Jabar, dia merasa bahwa semuanya telah terhenti sedemikian rupa dengan vonis penyakit tersebut, dunia seakan runtuh karena di saat dia sedang semangat-semangatnya melayani Tuhan, ternyata harus terkena dan alami penyakit yang sangat parah secara manusia Benny sempat mengalami tekanan yang luar biasa kenapa Tuhan hal ini terjadi dalam hidupku? namun ternyata Tuhan punya rencana yang lain untuk nya, meskipun dalam keadaan fisik yang tidak memungkinkan beliau untuk beraktifitas, ternyata Tuhan masih mau memakai menjadi HambaNya Benny berusaha untuk bangkit dan berjuang, perjuangan demi perjuangan harus dijalani demi kemajuan pelayanan pekerjaan Tuhan di Kuningan. Dalam keadaan fisik yang lemah tetap memiliki semangat untuk melayani Tuhan, eminggu 3x menjalani cuci darah belum lagi harus menjalani beberapa kali operasi, ada sekitar 6 x Benny harus tergeletak di meja operasi, bahkan beberapa kali harus dirawat di rumah sakit baik di RS. Medistra Jakarta maupun RS.Pertamina Cirebon namun hal itu tidak menyurutkan dia untuk tetap berusaha tegar dan selalu memberiklan senyuman dalam melaksanakan pelayanan yang dipercayakan padanya, hari-hari dijalani sekalipun dengan menahan rasa sakit yang luar biasa Benny tetap selalu berserah kepada Tuhan dan dalam sakitnya, tetap melakukan pekerjaan sebagai seorang Gembala. 

Kel Alm. Benny Longkutoy
Setiap hari Minggu Benny tetap khotbah melayani jemaat, juga nalurinya untuk menciptakan lagu-lagu pujian rohani tidak bisa dihentikan sekalipun sakit penyakit terus menggerogoti  tubuhnya, bahkan tetap semangat untuk melatih paduan suara untuk perayaan Natal. Sebagai seorang pelatih paduan suara, benny pernah melatih paduan suara di salah satu gereja di Amerika dan berhasil menjadi juara 1 dalam festival paduan suara tersebut suatu prestasi yang patut dibanggakan. Selain itu dalam setiap kegiatan gereja yang harus dilayani oleh seorang gembala, dia tetap memimpin acara-acara tersebut walaupun harus melayani dengan keadaan fisik yang begitu lemah yang secara manusia tidak mungkin bahkan sampai berjalan tertatih-tatih dan beberapa kali sampai jatuh,namun dia yakin Tuhan akan selalu menyertainya, karena Benny  sangat mengasihi dan mencintai pelayanan dan pekerjaan Tuhan yang Tuhan percayakan dalam hidupnya saat itu.
Pernah suatu hari tepatnya tanggal 12 Oktober 2013 ketika Pagi-pagi Benny, hendak bersiap-siap untuk melayani , dia terjatuh sampai akhirnya tidak dapat berdiri dan berjalan waktu itu, namun dia bersikeras untuk tetap berkhotbah di hadapan jemaat sekalipun harus duduk di kursi roda, semangat Benny tetap berapi-api karena sayangnya dia kepada jemaat Tuhan,  esok harinya pun Benny bersikeras untuk melayani dan memimpin sebuah acara yang cukup besar yang diadakan oleh salah satu  jemaat dari awal sampai akhir, walaupun masih tetap dengan bantuan kursi roda, ternyata itulah hari-hari terakhir Benny Benyamin Longkutoy bersama Jemaat dan Pelayanannya. 

Suasana Pemakaman
Hari Sabtu tanggal 19 Oktober 2013 ,kaki Benny terlihat bengkak yang disebabkan karena keracunan dari gagal ginjalnya keluarga secepatnya berusaha membawa Benny ke rumah Sakit untuk memeriksakan kondisinya, malam hari sekitar pukul 00.45 Minggu,tanggal 20 Oktober 2013, Tuhan berkehendak lain Benny menghembuskan nafas terakhirnya pulang ke pangkuan bapa di Surga di rumah sakit Cirebon meninggalkan isteri dan anak serta keluarga dan Jemaat, semangat dan kesetiaan almarhum sampai akhir hidupnya itulah yang telah menginspirasi isteri anak dan keluarga khususnya juga Jemaat yang ditinggalkan,untuk tetap setia sampai akhir, Kini tongkat estafet Pelayanan GPdI Eferata Kuningan diteruskan oleh isteri Almarhum, Novita Iskandar (40),  “ saya harus melanjutkan perjuangan Almarhum Suami saya ” demikian ucap Novi, “ Sebagai seorang wanita yang harus menggembalakan sidang jemaat yang Tuhan Percayakan, secara manusia saya tidak mampu tetapi saya harus berjuang untuk melayani pekerjaan Tuhan di Kuningan,yang seharusnya semua pelayanan ini dikerjakan oleh suami saya, namun kenyataan yang ada bahwa saya harus berusaha untuk bangkit mengalahkan rasa kehilangann saya yang begitu mendalam, saya yakin saya tidak sendiri ada Tuhan Yesus yang sanggup menolong saya dalam menggembalakan sidang jemaat di GPdI Eferata kuningan.”

By. Yra





Melayani yang Terbuang

Pdm. Aldi A.Masie Melayani di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) adalah sosok hamba Tuhan yang memiliki panggilan cukup “unik” yang jarang dimiliki oleh hamba-hamba Tuhan lainnya yaitu dengan mencari orang-orang jalanan yang stres dan depresi yang mana mereka sudah terbuang dari keluarga dan yang hidupnyapun dijalanan sudah tidak terurus lagi. Lulusan dari Sekolah Alkitab Cianjur angkatan 14 dan 17  ini lantas membuka pelayanan di Kota Delta Mas sejak tahun 2006 dengan nama GPdI Jemaat “Efata”
Terdorong oleh panggilan yang sudah tiga tahun yang lalu yaitu tahun 2010 pdm aldi dan istrinya yaitu pdp.yanti Manopo tergerak untuk menampung orang-orang stres yang ada di jalanan karena mereka melihat bagaimanapun mereka ini adalah jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Karunia Tuhan, yang harus dimenangkan.
Baru ditahun 2012,  akhirnya Tuhan buka jalan untuk merealisasikan pelayanan ini dengan bergabungnya pdm.aldi dengan Panti Anugrah yang melayani orang-orang yang stres juga yang berlokasi di Lemah Abang-Cikarang  dan dengan berjalannya waktu  pada tahun 2013 akhirnya Pdm.Aldi. A. Masie membuka pelayanannya sendiri yang berlokasi di Kota delta Mas yaitu tempat dimana ia merintis pelayanan juga.
Pdm.Aldi mengatakan “Ada suka dan duka dalam melayani orang-orang yang depresi  ini yaitu ketika mereka  (orang-orang yang stres) ini dibawa dari jalanan, ada yang mengamuk atau meronta-ronta ketika di bawa, ada yang pasrah, belum cukup sampai disitu kebiasaan mereka dijalanan juga masih terbawa sampai di tempat pelayanan Pdm. Aldi misalnya buang air besar atau buang air kecil sembarangan. Akan tetapi sukanya yaitu ketika mereka yaitu orang-orang depresi ini sudah sedikit demi sedikit dipulihkan oleh Tuhan bahkan sudah ada yang pulih dan mengingat keluarganya sampai pdm.aldi harus mengantar untuk berjumpa dengan keluarganya.

Membaca Firman Tuhan
Metode yang dipakai oleh pdm. Aldi yaitu metode Firman Tuhan,Roma 10:17 berkata “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus.”  artinya ketika mereka membaca Firman Tuhan maka  Firman Allah itu sendirilah yang mengubah mereka. Dan ketika MI bertanya apakah tidak melibatkan psikolog pdm. Aldi menjawab hingga saat ini belum dan sejauh ini hanya mengandalkan Iman saja Kepada Tuhan dan ia percaya jika Tuhan yang sudah memberi hati yang demikian maka Tuhan sendirilah yang akan berkarya. Dan ini terbukti sudah ada beberapa orang yang sudah dipulihkan dan bahkan ada yang minta di baptis setelah mereka mengalami pemulihan yang dari pada Tuhan. Bahkan untuk biaya kehidupan 

Pdt. Aldy & Pasien Baru
sehari-hari yang tidak sedikitpun hanya mengandalkan Iman saja dan tidak mau menjalankan proposal yaitu meminta-minta bantuan kepada orang lain karna memang ini adalah sebuah panggilan dan memang Tuhan tunjukan pembelaannya walaupun pelayanan masih perintisan akan tetapi Tuhan selalu mencukupkan tepat pada waktunya. Bahkan pdm. Aldi menyaksikan ketika mereka tidak ada beras sekalipun saat itu pdm.aldi dan anak-anak binaannya berdoa kepada Tuhan dan Tuhan menjawab tepat pada waktunya tidak pernah sampai berkekurangan, Tuhan selalu cukupkan. ( By. Yusak YA )


Rabu, 16 April 2014

Natal Pemuda GPdI Se Jabar "Bangkit Menjadi Terang"

 Komisi Daerah Pemuda GPdI Jabar  (KD Pelpap) yang diketuai oleh Pdt. Herson Setiawan mengadakan acara Ibadah Natal se jawa Barat  yang dilaksanakan di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Resinda, Karawang pada 14/01/2014 yang lalu.
Komisi Daerah Pemuda Jabar dalam melaksanakan Ibadah Natal, telah membentuk Panitia pelaksana yang diketuai oleh Pdt. Aldi Massie (Gembala GPdI Delta Mas Cikarang), dan Sekretaris Revie Mawikere dari GPdI Pusakanegara, dalam kepanitiaan dibantu dengan Pengurus Komisi Wilayah Pemuda (KW Pelpap).
Tepat pukul 15.00 Wib acaraIbadah Natal Pemuda se Jawa Barat dibuka, Pdt. Franky Umboh mengawali dengan memberikan kata sambutan selamat Datang mewakili Panitia diteruskan dengan Doa Pembukaan oleh Pdt. Yoseph Gerungan, dalam memimpin pujian Song leader mengawali dengan lagu pembuka “ditinggikan, dimuliakan,,” membawa suasana khusuk para pemuda yang sudah berdatangan dan menempati kursi yang disediakan oleh Panitia  dari sebelum acara dimulai sebagaian besar menggunakan Dress Code Casual With Jeans yang ditentukan oleh Panitia, suasana makin meriah tak ketinggalan lagu-lagu semangat Pantekosta mampu membakar semangat dan antusias para pemuda yang hadir hampir mencapai 400an dari berbagai Daerah di Jawa Barat memadati Gedung gereja yang digembalakan oleh Pdt. Sisya Mandagie.

Suasana Ibadah
Pdt. Mecky Lumempouw membawakan doa sebelum penyampaian Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Lodewijk Saerang (Sekretaris MD Jabar), Ayat Firman Tuhan diambil dalam Surat Efesus 4:8-10 “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan “ dijelaskan kita semua telah ditarik oleh Bapa dari Gelap kepada Terang, itu suatu hal yang ajaib, itu peristiwa kasih Allah bagi UmatNya, untuk itu kita harus hidup sebagai anak-anak Terang jangan hidup sebagai anak-anak Gelap,  karena terang dan Gelap itu tidak sama, Bagi orang Gelap judi itu tidak apa-apa, merokok, mabuk itu tidak apa-apa namun tidak demikian bagi anak-anak terang. Para Pemuda sangat diberkati lewat penyampaian Firman Tuhan yang diselingi dengan kesaksian dan guyonan khas Pdt. Lodewyk tampak para Pemuda begitu antusias dalam mengikuti sepanjang penyampaian Firman Tuhan diberitakan.

Pdt. Lodewyk Saerang
Setelah selesai penyampaian Firman Tuhan Pdt. Lodewyk Saerang mengajak para pemuda yang rindu untuk didoakan untuk maju kedepan (altar Call) diiringi dengan pujian penyembahan “bersamaMu Bapa..” banyak para Pemuda yang rindu didoakan dan maju kedepan, para Hamba Tuhan yang hadir dan Panitia mendoakan satu persatu, kuasa Tuhan tampak luar biasa menjamah dan memulihkan setiap Pemuda yang hadir. Memasuki Perayaan Natal seperti biasa tidak ketinggalan dalam setiap moment Natal yaitu Penyalaan Lilin Natal dan Pujian lagu Malam Kudus, diawali dengan pemasangan lilin oleh Ketua KD Pelpap, Pembicara, wakil Panitia, wakil Komisi Wilayah Pemuda dan tuan rumah GPdI Resinda yang diwakili langsung oleh Gembala setempat, nampak suasana hening dan syahdu saat lagu Malam Kudus dinyanyikan dan lilin-lilin kecil disebar kepada seluruh Pemuda yang hadir, larut dalam  suasana penuh khidmat dan khusuk.

Panitia Natal Pemuda
Acara tidak sampai disitu Panitia juga sudah mempersiapkan beberapa Games dan perlombaan yang menarik dalam acara Natal Pemuda se Jabar menambah meriah suasana dan keakraban antar pemuda diantaranya diperlombakan siapa yang pakai kaus kaki yg berlubang, dan yang pemenang adalah yang lobangnya paling besar, juga perlombaan  pulsa hand phone yang paling sedikit pulsanya dan lain-lain.
Dalam sambutannya Ketua KD Pelpap mengatakan “ Pemuda Harus bangkit sesuai dengan tema Natal Pemuda yaitu bangkitlah menjadi terang untuk Jawa Barat, dan jadilah pemuda yang berkenan kepada Tuhan…” lebih lanjut dalam kesempatan ini juga Hesron memperkenalkan satu persatu susunan Pengurus KD Pemuda yang hadir yaitu: Pdt. Hesron (Ketua KD), Pdt. Franky Emor (Bendahara ) Pdm. Aldy Massie (Anggota) diakhir sambutannya Hesron mengucapkan terima kasih pada Pembicara dan tuan rumah sehingga acara ini boleh berlangsung.

Peserta yang hadir
Tidak ketinggalan kata sambutan juga disampaikan Oleh Panitia Natal KD Pelpap. Pdt. Aldy dia bersyukur acara ini boleh berlangsung dengan baik dimana sebelumnya khawatir akan terjadi banjir di lokasi acara sehubungan dengan intensitas curah hujan yang saat itu sangat tinggi di daerah Karawang dan sekitarnya namun Tuhan tolong apa yang dikuatirkan tidak terjadi semua karena anugerah Tuhan demikian diakhir sambutannya.Mengakhiri seluruh rangkaian acara Pdt. Sesya Mandagie memberikan pengumuman sekaligus mengakhiri dengan doa penutup.

by. Yra