Rip. Pdt. Jhon Rompas

Berita dukacita datang dari keluarga Wakil Bendahara Majelis Daerah Jawa Barat Gereja Pantekosta di Indonesia (MD Jabar GPdI), Pdt. Ferdinand Rompas. Ayahnya, Pdt. Jhon Rompas diberitakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Asyifa Sukabumi pada Sabtu, 06 September 2014 dinihari.

Paskah Bersama Hamba-hamba Tuhan Wilayah IV

Cirebon. Dalam rangka memperingati hari Paskah 2014, para Hamba Tuhan yang tergabung diwilayah Indramayu, Cirebon Kuningan, majalengka dan sekitarnya mengadakan acara sehari bertemakan “ Bersama Melayani Tuhan” yang diadakan di Prima Resort Kuningan Jawa Barat pada Selasa 27 Mei 2014.

Pertemuan Majelis Wilayah dan MD Jabar

Cianjur, 18 Pebruari 2013, Majelis Wilayah IV Jabar GPdI, menghadiri Pertemuan dengan Majelis Daerah yang dihadiri oleh seluruh Personil MD dan Seluruh MW se Jawa Barat. Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua MD Jabar GPdI Bpk. Pdt. JE. Awondatu.

KKR Dan Seminar Pdt. Je. Awondatu

Gereja Pantekosta di Indonesia Manado Jl. Sam Ratulangi (GPdI Sam Rat) Sulawesi Utara, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Alumnus Sekolah Alkitab Cianjur dan Sekolah Tinggi Theologia Pantekosta Cianjur (FKA SAC, STTPC) Rabu, 26/03/2014.

Turnamen Bulutangkis Awondatu Cup 2

Bertempat di lapangan Bulu Tangkis Delta Mas Sport Centre, Majelis Daerah Jawa Barat (MD Jabar) Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI ) menyelenggarakan turnamen Bulutangkis, yang diikuti oleh 16 Wilayah yang ada di Jawa Barat dengan masing-masing Wilayah mengutus tiga pasang pemain dan satu pasang pemain cadangan, turnamen sehari ini diadakan pada Senin, 24/03/2014.

Jumat, 19 September 2014

Rip: Pdt. Jhon Rompas

Berita dukacita datang dari keluarga Wakil Bendahara Majelis Daerah Jawa Barat Gereja Pantekosta di Indonesia (MD Jabar GPdI), Pdt. Ferdinand Rompas. Ayahnya, Pdt. Jhon Rompas diberitakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Asyifa Sukabumi pada Sabtu, 06 September 2014 dinihari.

Jhon Rompas pria kelahiran Kawangkoan, Sulawesi Utara pada 08 Oktober 1931 menghembuskan nafas terakhir dalam usia 83 Tahun, meninggalkan dua orang anak: Grace Nicolien Rompas  dan Ferdinand Rompas serta lima Cucu dan lima Cicit.

Kabar meninggalnya Jhon Rompas sontak membuat kaget banyak Hamba Tuhan Khususnya GPdI Jawa Barat, hal itu dikarenakan Almarhum selama hidupnya merupakan tokoh dan Pimpinan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) baik dalam lingkup Majelis Daerah Jawa Barat maupun Majelis Pusat, selama hidupnya Jhon Rompas mengabdikan dirinya bekerja di ladang Tuhan  tercatat sebagai Ketua Majelis Daerah 8 Periode berturut-turut dari Tahun 1973 s/d 2003.

Pada 18 Pebruari 2013 Almarhum sempat terkena serangan stroke yaitu ada penyumbatan diotak kiri dan dirawat di salah satu RS di Bandung, berawal dari situlah kondisi Jhon Rompas menurun ditambah faktor usia, hari-hari dihabiskan hanya berbaring ditempat tidur sampai Tuhan memanggil pulang kerumah Bapa di Surga.

Jumat 12 September 2014, Pukul. 09.00 Wib, diadakan Ibadah Pelepasan Jenazah  alm. Pdt. Jhon Rompas, dipimpin  oleh Jajaran Majelis Daerah Jawa Barat juga dihadiri oleh Para Pimpinan Majelis Pusat GPdI tampak hadir Ketua Umum Majelis Pusat GPdI Pdt. DR. MD Wakkary,  juga ketua satu Majelis Pusat  GPdI Pdt. Je. Awondatu, yang juga sebagai ketua Majelis  Daerah Jawa Barat GPdI.
Pdt. MD. Wakkary, Ketua Umum MP GPdI
Para hamba Tuhan dari berbagai daerah di Indonesia, nampak hadir memberikan penghormatan terakhir  kepada Jhon Rompas, Jemaat GPdI Sukabumi tampak bersedih melepas kepergian Gembala Senior mereka mempersembahkan Pujian “ Indah rencanaMu Tuhan” juga Pujian dari seluruh Hamba Tuhan yang hadir juga dilanjutkan dengan persembahan pujian dari Keluaraga besar alm Pdt. Jhon Rompas.  Pdt. MD. Wakkary menyampaikan Firman Tuhan terambil dalam Filipi 1:20 “ Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.”
Keluarga Almarhum Jhon Rompas
Beberapa kenangan Indah terhadap sosok Jhon Rompas, tergambar jelas melalui setiap sambutan-sambutan yang disampaikan diantaranya dari Rukun Kawanua Martuari, Jaringan doa Sukabumi, Bksg Sukabumi, mewakili Jemaat GPdI Sukabumi, MD GPdI diwakili oleh Sekretaris  umum Pdt. Lodwyk Saerang, Mewakili Majelis Pusat GPdI Pdt. Fredy Fatirajawane dan mewakili Para Hamba Tuhan oleh pdt. JAF. Rorong.
Para Hamba Tuhan yang hadir
Pujian dari para Hamba Tuhan

Pujian dari Keluarga
Pdt. Je. Awondatu Mempersembahkan Pujian
Diladang pekuburan  seluruh prosesi acara dipimpin oleh Majelis Daerah Jawa Barat, Pdt. Yan Rumbayan Biro. Pemberdayaan Warga Jemaat, memimpin Pujian dan Pdt. Marthen Schalwjk Ketua satu MD Jabar menyampaikan Firman Tuhan.
Pdt. MD Wakkary sedang menyampaikan Firman Tuhan
Pelepasan Peti Jenazah Alm. Pdt. Jhon Rompas
MD Jabar memimpin acara di Ladang Pekuburan
Keluarga Almarhum


Sejarah singkat Jhon Rompas

Lahir di Kawangkoan, 8 Oktober 1931, Pdt. J. Rompas adalah anak ke-7 dari 9 bersaudara. Ia pernah bekerja di Toko kain (Bombay) selama 1 ½ tahun dan cita-cita berdagang karena ingin mandiri. Tapi ternyata Tuhan menghendaki dia menjadi pelayanNya.

Orang tua Pdt Rompas adalah orang Pantekosta sedangkan waktu itu Pdt Rompas bukan, kalau ada ibadah pantekosta di rumahnya, Pdt Rompas lah yang melempar rumahnya sendiri.

Tak lama kemudian ia pergi ke galian emas di Bolaang Mongondow karena melarikan diri akibat ejekan orang-orang karena orang tua pantekosta. Di galian emas itu, ia sering mendengar tetangganya berdoa. Tetangganya ini orang pantekosta. Dari sanalah ia mulai bertobat dan mulai ke Gereja pantekosta. Pada tahun 1950 ia bertobat sungguh-sungguh dilayani oleh Pdt Kereh. Setelah itu ia pulang kampung dengan berjalan kaki, karena tidak mempunyai uang di tangan. Tapi sudah dibaptis. Orang tuanya sendiri tidak percaya kalau ia sudah dibaptis.

Tak lama kemudian ia meninggalkan Minahasa dan merantau di pulau Jawa. Tinggal di Cimahi di rumah kakak yang seorang tentara. Di Bandung ia bekerja sebagai kenek montir bis Sabar, tahun 1952 jadi jemaat Lengkong Kecil (Pdt Wakary). Tahun 1953 – ia pindah ke Palembang dan tinggal di Pdt. Siwi. Disana ia melayani 100% dan oleh Pdt Siwi ditempatkan di Lahat sampai tahun 1954. Tahun 1954 ia ke Jakarta untuk Sekolah Alkitab di Lawang, tapi Pdt Runkat menahan dan disekolahkan di Manado. Tahun 1955 bulan Januari ia sekolah Alkitab di Langowan setelah selesai sekolah ia ke Bolaang Mongondow. Tahun 1957 bulan Maret ia pergi kembali ke Jawa dan menjadi pengerja di Cianjur (Pdt Awondatu). Setelah itu beliau membuka pelayanan di Sumedang sekitar 70-80 jiwa.

Saat Pernikahan
Tahun 1959 menikah dengan Ibu Lydia Kurniani (Alm) dikaruniai 2 orang anak, 5 orang cucu, dan 5 cicit.
Tahun 1969 bulan September beliau ditawarkan menjadi Gembala di Sukabumi menggantian Pdt. Sitosuyen. Tahun 1973 ia mengikuti Musyawarah Daerah GPdI Jabar, lalu terpilih menjadi Ketua MD. Selama 8 periode berturut-turut ia terus menjadi ketua.
Setelah dipegang oleh beberapa tokoh Pantekosta seperti Pdt Wakkary (Medan), Pdt Elly Faraknimela, Pdt Kastanya (Bogor), dan Pdt Lontoh (Cirebon), kursi MD GPdI Jawa Barat dipegang oleh Pdt J Rompas memimpin hingga tahun 2003.

“Tentu banyak pengalaman yang saya alami, mulai dari yang sangat enak sampai yang tidak enak, yang sangat indah sampai yang sangat buruk, mulai dalam keadaan aman sampai keadaan darurat, dari mulai disajikan kue cucur sampai disajikan pistol di atas meja, tetapi itulah risiko seorang pemimpin yang tentu tidak bisa dirinci, karena banyak bahkan teramat banyak kesan-kesan yang saya alami bersama dengan rekan-rekan MD yang lain. Mengenai jumlah sidang, disaat saya menjabat sebagai Ketua, kira-kira Hamba Tuhan yang ada saat itu sekitar 70-an, dan oleh kemurahan Tuhan dan berkat semangat generasi-generasi muda jumlah tersebut menjadi sekitar 700-an dengan Banten, kalau Jabar sendiri saat terakhir saya menjabat yaitu tahun 2003 berkisar 500 sidang, kembali ini semua hanya kemurahan Tuhan,” ujar Rompas yang juga Gembala GPdI Sukabumi.

Dalam masa kepemimpinannya yang panjang kadangkala orang salah mengerti tentang dirinya. Banyak orang menyebutnya otoriter bahkan dictator, tapi semua ditepisnya. “Saya dengar ada yang meyudutkan saya seperti itu. Bagi saya salah satu sifat seorang pemimpin harus ada sekian persen sifat Otoriter, namanya juga pemimpin, dengan resiko yang harus di tanggung dia sudah mengambil keputusan, walaupun dia harus mengorbankan dirinya. Dalam moment-moment tertentu diperlukan ketegasan dan orang yang mengatakan saya otoriter berarti mereka hanya tahu saya saat mengambil tindakan otoriter tersebut, yang penting bagi saya bahkan bisa dilihat oleh hamba-hamba Tuhan secara umumkan hasil pelayanan GPdI di Jawa Barat,” ujarnya.

Rompas memiliki ayat dan motto favorit:
“Mintalah maka akan diberikan kepadamu, semua hal saya serahkan kepada Tuhan sebab kita inikan hanya pekerja, kalau Tuhan katakan kerja ya kita kerja, kalau diam ya kita diam. Lebih baik menyanyi saja: Siapkan kakimu menuju sasaran pahala tunggu kamu. Pahala itu bukan kursi jabatan, tetapi keselamatan yang sedang kita bangun kalau dikasih kursi ya saya duduk.”
Dalam masa kepemimpinannya Ia sangat terbeban menjadi pemimpin GPdI Jawa Barat. Programnya untuk GPdI Jawa Barat di masa lalu ditujukan untuk mensejahterakan hamba-hamba Tuhan untuk berkembangnya lebih jauh tidak hanya kuantitas hamba-hamba Tuhan namun terlebih lagi dalam kualitasnya. Sudah terlaksana, bahkan dengan lahirnya pelayanan-pelayanan baru baik di Jawa Barat maupun di Banten.

Ia juga sangat ketat dalam menertibkan pelajaran-pelajaran dan doktrin-doktrin yang berkembang. Ia sangat dengan anggota jemaat dan para pendeta. Dalam kepengurusannya yang mencapai 40 tahun itu, ia sangat dihormati, disegani dan juga disenangi. Meski ada beberapa tokoh pusat GPdI yang gerah dengan kehadirannya namun tak bisa dipungkiri Pdt J Rompas adalah tokoh GPdI yang sangat berjasa di Jawa Barat


Karangan Bunga dari Majelis Wilayah IV Jabar GPdI



by: yra

Kamis, 11 September 2014

Rip : Pdt. Sammy Palit

Kabar Dukacita kembali datang secara mengejutkan, berawal dari sebuah postingan salah satu status di salah satu mediasosial pada Selasa malam , 09 September 2014 lebih kurang pukul 00.31 wib, berbunyi: RIP Pdt Sammy Palit, Gembala GPdI Imanuel Garut. Selamat jalan kaka Sammy...Sampai bertemu di Yerusalem Baru “ tulis pemilik akun bernama Nonce Katiandagho salah satu anggota keluarga dari  Alm. Pdt. Sammy Palit, sontak mengejutkan banyak pengguna dijejaring sosial facebook tersebut, seolah tak menyangka mendengar kabar yang datang begitu tiba-tiba mengenai berita  duka tersebut.
Pemilik nama lengkap, Sammy Immanuel Palit meninggal dunia  diusia 50 tahun, meninggalkan Seorang Isteri bernama  Lidya dan satu orang anak Perempuan Stefani Palit, Almarhum selain aktiv sebagai Gembala Jemaat di GPdI Garut, juga merupakan salah satu anggota Majelis Daerah Jawa Barat (Biro Multimedia) periode 2012-2017, dan tercatat sebagai salah satu anggota dari Badan Multimedia Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia (Bmmp GPdI), ada cerita yang menarik dimana semasa hidup almarhum pernah menyampaikan keinginannya dalam  suatu khotbah dimana dia minta kepada Tuhan untuk meninggal diusia 50 tahun saja, dan tidak mau dengan cara sakit ternyata semua harapannya dikabulkan Tuhan.

Personil Bmmp GPdI (alm Sammy No.4 dari Kanan)
Ada Banyak kenangan manis yang tak terlupakan diantara sahabat, teman almarhum khususnya dikalangan Badan Multimedia Majelis Pusat, seperti diungkapkan oleh Ilona Karamoy dari Malang “ bisa mengenal Ps. Sammy Palit, adalah hal yang spesial. Lebih sering ketemu brother Sammy di setiap meeting dan event Multimedia. Terakhir ketemu di SAB Reuni kecil angkatan 31-33 dan foto bersama. Kesan saya untuk pribadinya: Loyal, Friendly, humble, good photographer hidupnya jadi berkat buat saya…”
Lain lagi yang diucapkan Djoko Santoso dari Jakarta “ Sebagai sesama anggota Bmmp, Sammy adalah sosok yang sangat lemah lembut. Murah Senyum, Salah satu ide yang belum kesampaian adalah membuat program database untuk GPdI, majalah Joy adalaah salah satu majalah rohani MD Jabar yang diasuhnya, juga web Jabar adalah salah satu web yang dikelolanya ide almarhum yang lain adalah pemanfaatan semaksimal mungkin teknologi informasi/gadget/sosial media untuk melengkapi para hamba Tuhan…”
Dennie Kristian dari Bandung juga berkomentar “ He has great Vision and amazing faith, now God destiny in his life and put a big trust to young people..”  
Willem Jefta Kastanya Dari Bogor juga mengungkapkan pengenalannya akan almarhum “… Sammy adalah sosok yang insfiratif, visioner, baik hati, sukaa mengalah dan lembut hatinya seperti musa…rekan pelayanan di Jawa Barat dan KP Pelpap GPdI selama 2 periode yang kooperatif…”

Pdt. Je. Awondatu Menyampaikan Firman Tuhan
Pelantikan Istri Almarhum, Oleh MD Jabar GPdI

Ketua MD Jabar Memberikan Ucapan Selamat kepada Gembala Baru
Ibadah Pelepasan dan Pemakaman Pdt. Sammy Palit.
Kamis 11 September 2014, tepat Pukul 08.30 Wib. Majelis Daerah Jawa Barat  Gereja Pantekosta di Indonesia, memimpin langsung Jalannya Ibadah Pelepasan Almarhum Pdt. Sammy Palit tampak hadir diantaranya Pdt. Je. Awondatu Ketua MD Jabar, Pdt. Franklyn Turangan ( Wakil Sekretaris satu), Pdt. Hessky Rorong ( Biro Penginjilan), Pdt. Edy Tampi ( Biro Penggembalaan), Pdt. Jeffry Palit ( Biro Organisasi ) dan Pdt. Markus Sugiarto ( Biro Pertumbuhan Gereja). 

Pdt. Hessky Rorong Menyampaikan Firman Tuhan
 
Keluarga Almarhum Sammy Palit

Suasana di Ladang pemakaman
Firman Tuhan dibawakan oleh Ketua MD Jabar GPdI Pdt. Je. Awondatu dimana sebelumnya mempersembahkan pujian dengan memainkan  alat musik Saxsophon lagu kesukaan almarhum Sammy “ Tuhan Yesus Setia “  setelah penyampaian Firman Tuhan Majelis Daerah Jawa Barat  mendoakan sekaligus melantik Lidya Isteri Almarhum sebagai Gembala Jemaat GPdI Garut.
Upaca pemakaman dilaksanakan oleh Majelis Wilayah III dan Majelis Daerah Jawa Barat. Pdt. Richard Lumingkewas memimpin pujian dan Pdt. Hessky Rorong menyampaikan Firman Tuhan yang terambil dalam 2 Timotius 4:7



by: Yra

Jumat, 11 Juli 2014

Pembagian Takjil Gratis, oleh Pemuda Remaja GPdI Jatibarang.

Jatibarang. Sejumlah Pemuda dan Remaja sudah bersiap siaga, di Jalan Siliwangi no. 50 Jatibarang Indramayu Jawa Barat, tepat di depan Gereja Pantekosta di Indonesia Jatibarang pada Jumat (11/7/2014) tepat pukul 16.00 wib. Keberadaan mereka bukan untuk berdemo, melainkan untuk membagi-bagikan makanan takjil secara gratis, beberapa pengendara sempat kikuk sebelum akhirnya menerima takjil yang dibagikan oleh para Anak-anak Pemuda dan Remaja yang berjemaat di GPdI Jatibarang, sebagian di antara mereka mengucapkan terima kasih, sebagian lagi hanya mengangguk diiringi senyuman yang mengembang tanda sukacita.

Pdt. Ronald M. Polii (Kedua dari kiri)
Pdt. Ronald Polii, pembina Pemuda Remaja setempat mengungkapkan bahwa, pembagian takjil gratis kepada para pengguna jalan itu, baru pertama kalinya dilakukan oleh para pemuda dan Remaja GPdI Jatibarang dan mendapat dukungan penuh dari Gembala setempat Pdt. Susana Mangunsong. Sebanyak 150 paket takjil berupa kolak dan nasi bungkus disertai air mineral, dibagikan para remaja kepada para pengendara yang lewat. 

Para Remaja turun ke Jalan membagikan Takjil
Pengendara Roda dua menerima Takjil

Pemuda & Remaja GPdI Jatibarang
Makanan tambahan
Sejumlah makanan takjil tersebut tidak hanya dibagikan kepada para pengendara, tetapi juga kepada Masyarakat di sekitar Gereja penyerahan ini diserahkan melalui ketua Rukun Tetangga setempat yaitu Rt 06/02 setelah terlebih dahulu didoakan oleh Gembala setempat Pdt. Susana Mangunsong agar menjadi berkat bagi yang menerimanya, sambutan positif juga diperlihatkan oleh ketua Rt setempat dan berterimakasih kepada GPdI Jatibarang atas pembagian takjil Gratis, ini membuktikan perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar, dalam hal ini mereka yang sedang menjalankan puasa dibulan suci ramadan tuturnya.

Takjil Siap dibagikan
Kegiatan serupa akan terus diadakan dengan melibatkan seluruh Jemaat GPdI Jatibarang, jadi bukan hanya oleh Pemuda dan Remaja saja, hal tersebut dikarenakan dukungan dari Gembala dan Jemaat yang luar biasa terhadap aksi sosial ini, demikian dijelaskaan Ronald Polii (Pembina Pemuda dan Remaja). 



By: Yra

Selasa, 01 Juli 2014

Ibadah Bersama Kaum Pria dan Wanita se-Wilayah IV GPdI Jabar

Cirebon. Komisi Wilayah Pria (KW Pelprip) bekerjasama dengan Komisi Wanita (KW Pelwap), mengadakan Ibadah Pria dan Wanita se Wilayah IV,  bertempat di GPdI Alpha-Omeg Jl. Otista No 63, Jamblang Cirebon pada Selasa 01 Juli 2014.

Ibadah Bersama ini dilaksanakan sebagai tindaklanjut dari program kerja yang sudah disepakati bersama yaitu mengadakan acara kebersamaan baik dalam bentuk Ibadah Gabungan maupun kegiatan-kegiatan kebersamaan lainnya, sepertihalnya mengadakan Reat-reat pasutri, seminar keluarga dan lain sebagainya.
Suasana Ibadah
Ketua Majelis Wilayah IV GPdI Jabar Pdt. Yohanes Tamburian M.div menyambut baik kegiatan ini dan memberikan apresiasi kepada Komisi Wilayah Pelprip dan Pelwap yang sudah bekerja keras sebagai penyelenggara acara Ibadah bersama kali ini, dan menjadi harapannya agar kegiatan serupa  dapat diikuti oleh Komisi-komisi lainnya seperti Komisi Anak Sekolah Minggu, Komisi Penginjilan, Pemuda Remaja dan lainnya yang ada di wilayah IV GPdI Jabar.
Pria dan Wanita Antusias Memuju Tuhan
Pdt. Torus Simatupang (Ketua Komisi Pelprip), dalam sambutannya sebelum acara dimulai mengatakan bahwa kegiatan Ibadah Bersama ini adalah pertama kalinya diadakan di Wilayah IV, dengan harapan tentunya dapat menjalin tali persaudaraan dan keakraban, serta saling mengenal satu dengan yang lainnya antar sesama pria (pelprip,) dan wanita (pelwap) se wilayah IV demikian harapannya, nampak juga hadir Pdt. Hanny Mailuhu (Sekretaris Komisi Pelprip).
Ketua Komisi Pria Pdt. Torus Simatupang
Pdt. Fonny Tamburian (Ketua Komisi Pelwap), bertindak sebagai Worship Leader menyanyikan setiap pujian diiringi team Musik, singer dan penari tamborin, tampak kompak dan mampu memukau Kaum Pria dan Wanita larut merasakan lawatan dan hadirat Tuhan saat pujian dinaikan, ditengah acara Pujian diselingi dengan persembahan Koor Kaum Pria dan Wanita GPdI Jamblang, luar biasa Pujian yang dipersembahkan sangat diurapi dan menjadi berkat bagi Jemaat yang hadir.
Pdt. Ibu. Lie-lie Fua Lontoh
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Lely Lontoh ( Bendahara II Majelis Daerah GPdI Jabar), diambil dari 1 Korintus 13: 1-13, dalam penyampaian Firman Tuhan diselingi terlebih dahulu dengan Drama singkat yang dipersembahkan oleh Jemaat GPdI Plered, intinya ingin menyampaikan bahwa kita harus saling mengasihi dalam keluarga dan masyarakat apapun kondisinya, dan apapun yang Tuhan ijinkan terjadi, anak Tuhan harus tetap saling mengasihi, menjadi Garam, terang ditengah dunia yang Gelap, dan apapun yang terjadi kasih dan kebenaran itu harus ditegakkan, drama yang sangat memberkati diperankan dengan baik dan jemaat larut dalam alur cerita yang diperankan, Pdt. Lely Lontoh menjelaskan lebih lanjut dalam pesan Firman Tuhan yang disampaikan bahwa orang dunia tahu kalau Anak Tuhan itu penuh kasih jadi kalau kasih itu tidak ada lagi dalam diri orang percaya maka akan membuat mereka tersandung atau syak, dijelaskan dunia sangat membutuhkan kasih bukan yang lain dan kasih itu bukan sebatas teori saja tapi harus menjadi pelaku yang mewujudnyatakan kasih Allah dalam hidup keseharian, lebih lanjut dikatakan  Anak Tuhan itu suratan terbuka dan harus menjadi berkat bagi sekitar.
Adegan Drama Persembahan GPdI Plered
Paduan Suara dari GPdIJamblang
Setelah penyampaian Firman, Acara dilanjutkan dengan quis dan beberapa permainan menambah meriahnya acara kebersamaan Pria dan Wanita, setiap pertanyaan maupun perlombaan yang berhasil dijawab atau dimenangkan tersedia Hadiah yang sangat menarik oleh Panitia, nampak antusias dan kekompakan diperlihatkan dalam setiap Games yang dipertandingkan.
Quis
Pdt. Yohanes Tamburian, Ketua MW IV Jabar GPdI
Seluruh rangkaian acara Ibadah Kebersamaan Kaum Pria dan Wanita diakhiri dengan doa penutup oleh ketua Majelis Wilayah Pdt. Yohanes Tamburian.
Personil Komisi Pria ( Pelprip )
Ketua : Pdt. T. Simatupang
Sekretaris: Pdt. Hanny Mailuhu
Bendahara: Pdm. Noldy Kewas

Personil Komisi Wanita ( Pelwap)
Ketua: Pdt. Fonny Tamburian
Sekretaris: Diana Mamangkey
Bendahara: Ribkah Lontoh Simbolon



by: Yra

Selasa, 27 Mei 2014

Paskah bersama Hamba-hamba Tuhan Wilayah IV GPdI Jabar “ BERSAMA MELAYANI TUHAN “

Cirebon. Dalam rangka memperingati hari Paskah 2014, para Hamba Tuhan yang tergabung diwilayah   Indramayu, Cirebon Kuningan, majalengka  dan sekitarnya mengadakan acara sehari bertemakan “ Bersama Melayani Tuhan”  yang diadakan di Prima Resort Kuningan Jawa Barat pada Selasa 27 Mei 2014.

Acara sehari ini Khusus hanya diikuti oleh para Gembala suami Isteri, anak dan pengerja saja  ( Keluarga  Pastory ) tidak melibatkan Jemaat umum, Panitia yang beberapa waktu sebelumnya dibentuk dan dilantik oleh Majelis Wilayah IV di GPdI Jamblang,  diberikan wewenang penuh sebagai Panitia Pelaksana acara kebersamaan kali ini yang diketuai oleh Pdt. Noldy Manorek, Sekretaris Pdm. Hero Mamangkey dan Bendahara Pdt. Ronald Polii dibantu oleh seluruh wadah Komisi Wilayah menampilkan konsep acara yang menarik dan meriah dimana dapat diikuti oleh seluruh lapisan usia yang datang siang itu baik dari Anak-anak, orang dewasa sampai dengan orang tua.
Worship Leader, Pdm. Gideon Kanyongian
Pdt. Sinyo Kumolontang, menyampaikan Firman Tuhan
Pdm. Gidion Kanyongian dari Kuningan, bertindak sebagai Worship Leader membuka acara diawali dengan Ibadah Paskah, para keluarga Hamba Tuhan yang tampak berdatangan sejak pagi hari mulai memenuhi ruangan acara ibadah dan tampak larut dalam suasana Ibadah. Pdt. Sinyo Kumolontang Gembala GPdI Patrol didaulat menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Yohanes 12: 26
“ Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku “ dijelaskan dalam kita melayani Tuhan kita harus memakai cara dan pola Tuhan, jangan pakai cara kita sendiri, banyak Hamba Tuhan dalam menyampaikan Firman Tuhan bukan suara Tuhan atau isi hati Tuhan yang disampaikan, sebaliknya suara hati hamba Tuhan itu sendiri itu sama saja dengan menghancurkan pekerjaan Tuhan, pakailah cara-cara Tuhan yaitu melayani yang didasari oleh kasih, tulus tidak dengan motivasi duniawi pasti pelayanan itu akan sempurna dan berkenan kepada Tuhan. Dikatakan lebih jauh Pelayanan itu bukan ajang mencari popularitas, sebaliknya pelayanan itu adalah ajang dimana kita merendahkan diri untuk mengerti rencana Tuhan dalam hidup ini sesuai dengan panggilan Tuhan dalam hidup ini, melayani Tuhan harus dengan kasih demikian harapnya.

Suasana Ibadah
 
Hamba Tuhan Senior Mendoakan yang berulang Tahun
Hamba Tuhan Junoir Mendoakan yang berulang Tahun
Selesai penyampaian Firman Tuhan ada hal yang menarik dimana para Hamba Tuhan yang berulang Tahun didoakan oleh Hamba Tuhan senior, setelah itu sebaliknya Hamba Tuhan senior yang berulang Tahun didoakan oleh para Hamba Tuhan Perintisan atau Junior, hal itu menandakan tidak ada jarak, batas atau perbedaan antara senior dan junior dalam melayani dimata Tuhan, kita adalah sama-sama sebagai Hamba Tuhan dimata Tuhan, tentunya dengan tetap menjunjung tinggi dan rasa hormat satu sama lainnya.
Games lomba Dansa
Lomba Anak-anak
Pdm. Vane Walewangko memimpin Games
Suasana kegembiraan dan keceriaan antar Gembala tidak berhenti disitu, Host acara Pdm. Vane Walewangko memimpin acara quiz kepada para peserta yang hadir tentunya dengan hadiah-hadiah menarik yang disediakan Panitia diantaranya: Pulsa hand phone, perlengkapan rumah tangga, makanan dan sebagainya, tidak ketinggalan Pdt. Lely Lontoh (Gembala GPdI Plered)  turut menyumbangkan pertanyaan-pertanyaan dari alkitab yang unik dan menarik.
Quis
Setiap perlombaan yang dilombakan, dapat diikuti oleh seluruh peserta baik anak-anak, Dewasa maupun Orang tua diantaranya: Lomba balap makan Krupuk, lomba jogged dengan bola dikening berpasangan antara suami dan istri, lomba memasukan bola ke keranjang, lomba bawa klereng dan masih banyak permainan lainnya, tampak suasana keakraban dan kekompakan antar keluarga hamba Tuhan  saling berjuang untuk mendapatkan sang juara, namun tentunya dengan tetap menjunjung nilai sportifitas yang tinggi.
Para Hamba Tuhan dan Keluarga
Acara berlangsung dari pagi hari sampai menjelang sore hari, Pdt. Boby Monik menutup seluruh rangkaian acara dalam doa dan para peserta kembali ketempat pelayanan masing-masing dengan membawa sukacita dihati mereka masing-masing. 



by: Yra

 

Sabtu, 03 Mei 2014

KKR & Seminar Pdt. Je. Awondatu Di GPdI Sam Rat Manado

Gereja Pantekosta di Indonesia Manado Jl. Sam Ratulangi (GPdI Sam Rat) Sulawesi Utara, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Alumnus Sekolah Alkitab Cianjur dan Sekolah Tinggi Theologia Pantekosta Cianjur (FKA SAC, STTPC) Rabu, 26/03/2014.

KKR dan Seminar yang berlangsung selama dua hari satu malam dari tanggal 26 s/d 27 Maret 2014 menurut Pdt. Ferdinan Rompas (Ketua Umum FKA Sac Sttpc) mengatakan kepada Mitra Indonesia, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Forum Komunikasi Alumnus Sekolah Alkitab Cianjur dan Sekolah tinggi theologia Pantekosta Cianjur (FKA SAC STTPC)  yang baru dibentuk dan dilantik beberapa waktu lalu oleh Pdt. Je. Awondatu sebagai wadah untuk tetap menjaliin tali silahturahmi dan tetap berhubungan, membangun ikatan kekeluargaan dan saling memperhatikan antar Alumni yang sudah mencapai kurang lebih 3000 alumnus sekolah alkitab Cianjur  yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia maupun di mancanegara, juga melalui kunjungan Fka sac sttpc ke Sulawesi utara kali ini juga akan melantik Pengurus Alumnus Korda se Sulawesi (Sulut, Sulteng, dan Sulawesi Tenggara) direncanakan kedepan juga akan mengadakan kegiatan serupa di Jawa Tengah, Bali dan Kalimantan. Pengurus Pusat FKA SAC STTPC yang hadir dalam acara KKR Dan Seminar di Sulawesi Utara: Pdt. Ferdinan Rompas ( Ketua ), Pdt. Handajo Rufinus (Wkl. Ketua), Pdt. Fanny Tuju ( Sekretaris ), Pdt. Jantje Manorek (Bendahara), Pdt. Yezia R Akay (Biro Kom Info), Pdt. Rudy Timbong (Biro SDM)
Suasana KKR
KKR hari pertama diadakan tepat pada pukul 06.30 malam (Wita), terdengar alunan musik mengiringi Worship leader mulai membuka acara tampak para kuayers, Singer, Penari Bendera dan team Musik serasi dan tampil harmoni dalam Praise and Worship, para undangan baik kalangan Hamba Tuhan, Jemaat dan juga Alumni Sekolah Alkitab Cianjur yang melayani di sekitar kota Manado tampak mulai berdatangan memenuhi GPdI Sam Ratulangi tempat penggembalaan Pdt. Ivone Awuy ( Ketua Majelis Daerah Sulawesi Utara) dimana Ibadah KKR hari pertama diadakan.
Penyampaian Firman Tuhan oleh: Pdt. Je. Awondatu
Pdt. Je. Awondatu menyampaikan Firman Tuhan diambil dari kitab Yoel 2:28 dengan tema Melihat Visi, Yoel fasal 2 bicara tentang akhir zaman, yoel sudah dapat melihat keadaan akhir zaman itu adalah Visi bhs Ibrani dikatakan Raah/reah=melihat (dengan mata Rohani), dapat melihat sesuatu pasti terjadi, akan terjadi, tapi belum terjadi namun sudah dapat melihat dengan mata batinnya itulah Reah, Awondatu katakan hari-hari ini Gereja sudah kehilangan Visi dia berjalan tapi tidak tahu kemana dia bergerak tapi tidak tahu tujuannya kemana berbeda dengan Rasul Paulus dia katakan tetapi “ aku berlari pada Tujuan” Paulus tahu kemana tujuan dia berlari dia punya Visi, Mazmur 89:20 Tuhan bicara melalui penglihatan dan penglihatan itu bisa dimengerti melalui penglihatan Rohani, bahaya kalau manusia tidak punya visi dia akan liar sebaliknya kebahagiaan bagi manusia yang memiliki visi dalam hidupnya atau yang berpegang pada visi yang dari Tuhan Amsal 29:18. Hadirin yang hadir sangat diberkati dalam KKR hari pertama diakhiri dengan doa dan ramah-tamah yang sudah disiapkan oleh Gembala dan Jemaat GPdI Sam Rat Manado.
Persembahan Pujian dari Alumnus Sac
Hari kedua tanggal 27/03/2014 Seminar dua sessi diadakan pada Pkl. 10.00 Wita kembali antusias para Gembala, Hamba Tuhan, Alumnus Sac, Jemaat, hadir pula Siswa/I Sekolah Alkitab Langowan mengikuti seminar sehari dengan pembicara Pdt. Je. Awondatu berbicara mengenai “Bedanya Karya dan Kerja” diambil ayat dalam Amsal 14:23: “ Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja “ Hamba Tuhan harus kerja Keras berkarya dalam Tuhan akibatnya Tuhan yang akan mencukupkan jangan kuatir kerja terus dan berkaryalah dalam Pekerjaan Tuhan. Diakhir session Pdt. Je Awondatu mendoakan Siswa/I Sekolah Alkitab Langowan  yang hadir mengikuti Seminar.
siswa/i Sekolah Alkitab Langowan
Sore harinya pkl. 19.00 Wita KKR hari kedua sekaligus penutupan seluruh rangkaian kegiatan Seminar dan KKR di Sulut dihadiri oleh kurang lebih 600 hadirin yang datang dari berbagai Daerah tidak mengurangi jumlah peserta yang hadir sebaliknya hari kedua menurut pantauan Mitra Indonesia Jemaat dan Hamba Tuhan larut berbaur dalam hadirat Tuhan yang dirsakan malam itu, Pujian dari Alumnus Sekolah Alkitab Cianjur  mengisi acara KKR Malam Terakhir banyak para Alumnus yang hadir dan menyanyikan lagu Ciptaan Pdt. Je. Awondatu berjudul “ Kita berkumpul bersama memuji Tuhan” Firman Tuhan kembali disampaikan Pdt. Je. Awondatu, Jemaat yang hadir kembali diberkati dan sangat dipuaskan lewat pelayanan selama dua hari  baik melalui seminar maupun Kebaktian Kebangunan Rohani.


by Yra