Rip. Pdt. Jhon Rompas

Berita dukacita datang dari keluarga Wakil Bendahara Majelis Daerah Jawa Barat Gereja Pantekosta di Indonesia (MD Jabar GPdI), Pdt. Ferdinand Rompas. Ayahnya, Pdt. Jhon Rompas diberitakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Asyifa Sukabumi pada Sabtu, 06 September 2014 dinihari.

Paskah Bersama Hamba-hamba Tuhan Wilayah IV

Cirebon. Dalam rangka memperingati hari Paskah 2014, para Hamba Tuhan yang tergabung diwilayah Indramayu, Cirebon Kuningan, majalengka dan sekitarnya mengadakan acara sehari bertemakan “ Bersama Melayani Tuhan” yang diadakan di Prima Resort Kuningan Jawa Barat pada Selasa 27 Mei 2014.

Pertemuan Majelis Wilayah dan MD Jabar

Cianjur, 18 Pebruari 2013, Majelis Wilayah IV Jabar GPdI, menghadiri Pertemuan dengan Majelis Daerah yang dihadiri oleh seluruh Personil MD dan Seluruh MW se Jawa Barat. Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua MD Jabar GPdI Bpk. Pdt. JE. Awondatu.

KKR Dan Seminar Pdt. Je. Awondatu

Gereja Pantekosta di Indonesia Manado Jl. Sam Ratulangi (GPdI Sam Rat) Sulawesi Utara, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Alumnus Sekolah Alkitab Cianjur dan Sekolah Tinggi Theologia Pantekosta Cianjur (FKA SAC, STTPC) Rabu, 26/03/2014.

Turnamen Bulutangkis Awondatu Cup 2

Bertempat di lapangan Bulu Tangkis Delta Mas Sport Centre, Majelis Daerah Jawa Barat (MD Jabar) Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI ) menyelenggarakan turnamen Bulutangkis, yang diikuti oleh 16 Wilayah yang ada di Jawa Barat dengan masing-masing Wilayah mengutus tiga pasang pemain dan satu pasang pemain cadangan, turnamen sehari ini diadakan pada Senin, 24/03/2014.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Retreat GPdI “ Pelka “ Bandung

Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Pelangi Kasih (GPdI Pelka Bandung) yang digembalakan oleh Pdt. Steve Kumendong, mengadakan kegiatan kebersaman atau biasa disebut dengan Istilah Reatreat pada tanggal 25-26 Oktober 2014 kegiatan ini merupakan program gereja guna meningkatkan persatuaan dan kebersamaan sebagai satu tubuh Kristus antar sesama anggota Jemaat baik dari usia Kanak-kanak, Dewasa maupun orang tua. Retreat tersebut dilaksanakan di Villa Fortuno, Jalan Salvia X 1 no 1-3, Komplek Villa Istana Bunga Lembang-Bandung. Retreat tahun 2014 ini mengangkat tema “Kebersamaan Ini Janganlah Cepat Berlalu” sebagai suatu doa agar seluruh jemaat GPdI Pelangi Kasih, terus memiliki kerinduan untuk bersama-sama melayani dan bertumbuh dalam Iman dan pengenalan akan Tuhan. Acara diikuti oleh 72 peserta mulai dari anak-anak Sabtu Ceria, kaum muda Youth Pelka hingga para orang tua sebagai jemaat. Berlangsung selama 2 hari 1 malam, panitia Retreat Richardo Somallinggi, mengkonsepkan acara yang cukup padat dengan para pembicara luar biasa di pakai Tuhan sesuai menurut bidangnya masing-masing, dibawakan dengan suasana yang santai ringan dan penuh keakraban satu sama lain.

Peserta Retreat
Retreat dikemas dalam empat sesi ibadah, dua sesi edukasi dan dua sesi keakraban. Hari pertama sesi pembuka Sabtu, 25 Oktober 2014 Pdt. Stenly Tuju membuka kegiatan Retreat dengan menyampaikan renungan Firman Tuhan, dikatakan “ jika kebersamaan ini kita harapkan untuk tidak berlalu, maka hal terpenting adalah mengerti akan kehendak Allah. Mengerti akan kehendak Allah karena gereja pada hakikatnya adalah Kristus, gereja adalah keluarga dan gereja adalah satu tubuh”. Jemaat GPdI Pelangi Kasih diingatakan bahwa sebagai anggota jemaat, mereka adalah kesatuan dalam Kristus. Firman yang disampaikan menjadi kekuatan dan semangat baru bagi jemaat untuk berpartisipasi dalam games-games keluarga yang di siapkan panitia setelah sesi pembukaan.

dr. Ani Setiasih
Masuk di Sessie ke dua diisi dengan seminar mengenai pentingnya menjaga Kesehatan, Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Seluruh jemaat GPdI Pelangi Kasihpun dibekali dengan pengetahuan baru mengenai dunia kesehatan, yang memberi wawasan luas bagi jemaat mengenai penyakit-penyakit kelamin oleh dr. Ani Setiasih dan mengenai penyakit kanker oleh dr.Hendrik Siahaan, Sp.B. Sesi ini diperuntukan bagi jemaat yang berusia 12 tahun keatas, pada waktu bersamaan untuk anak-anak Sabtu Ceria ( usia Balita ),  diberikan sesi Fun of Bible dari guru-gurunya.

dr. Hendrik Siahaan
Di akhir sesi ini, anak-anak Sabtu Ceria menciptakan beberapa kerajinan tangan  yang terbuat dari bahan flannel. Tepat pukul 14.45 sesi ke tiga dimulai, Roh Allah bekerja dalam puji-pujian yang semakin dasyat di pimpin Ibu Reni Ledoh. Istilah “Gereja bukan sekedar House tapi Gereja adalah Home” di pakai Andreas Lazuardi sebagai pembicara dalam sesi ini. Andreas Lazuardi adalah aktivis pelayan Tuhan yang sangat sukses dalam pelayanan maupun bisnis yang digelutinya, dikatakan Andreas Lazuardi bahwa “ suatu gereja harus punya kesatuan, sehingga bukan lagi Kemesraan ini janganlah cepat berlalu, melainkan Kemesraan ini tidak akan berlalu “.
Tidak ada yang dapat mencegah kuasa hadirat Tuhan yang bekerja lebihlanjut dikatakannya. Meskipun waktu sudah semakin larut, kerinduan jemaat akan firmanNya kembali sangat dirasakan. Sehingga selesai sesi ini, hanya di sela coffee break, sesi puncakpun dilaksanakan. Puji-pujian semakin semangat dinyanyikan, semua bernyanyi, melompat dan menyatakan bahwa Yesus adalah Raja. Dalam sesi inipun Bapak Andreas Lazuardi kembali menyingkapkan kebenaran Firman Tuhan dengan membuka rahasia urapan sukacita. Dalam urapan sukacita tersebut ada suatu “Power of Smileand “Power of Laugh”.Dua hal ini sangat sederhana, tapi punya kekuatan yang luar biasa untuk menghasilkan kebersamaan yang berkualitas. Jemaat merasakan menerima urapan sukacita tersebut, damai sejahtera yang dirasakan selesai dari sesi ini, bukan rasa lelah karena acara yang padat.
Andreas Lajuardi
Panitia menyediakan acara barbeque. yaitu membakar ubi dan jagung jemaat GPdI Pelangi Kasih dapat bebincang-bincang, tertawa dan foro bersama.Tepat pukul 22.00 WIB rangkaian untuk hari pertamapun selesai. 
Suasana Ibadah
Minggu, 26 November 2014, Hari kedua ini diawali dengan doa pagi bersama pukul 05.00. Pdt. Steve Kumendong selaku Gembala Jemaat memimpin doa pagi ini dan membagikan firmanNya. Setelah itu, seluruh jemaat olahraga pagi bersama. Ibadah Minggupun dimulai, ibu gembala GPdI Pelangi Kasih, dr. Ani Setiasih memimpin pujian dalam ibadah ini. Pujian “Jalan Serta Yesus” menjadi pujian yang sangat menghangatkan diantara jemaat, saling bergandengan dan tentunya menyuarakan kemuliaan Allah. Pdt. Ivan Limpele, Sth. memberi pesan dalam firmanNya yaitu bahwa jemaat sebagai “Unity” dapat menjadi satu alasan penting agar kebersamaan tidak akan pernah berlalu. Terlebih kebersamaan kita dengan Tuhan terlebih dahulu kita lakukan, maka kita akan terus senantiasa diingatkan akan kebersamaan anggota tubuh yang lain.

Pemenang Doorprize
Selesai ibadah minggu, dilanjutkan dengan acara puncak yaitu pemberian Hadiah-hadiah untuk pemenang lomba dan juga doorprize
 
by: Yra

Jumat, 19 September 2014

Rip: Pdt. Jhon Rompas

Berita dukacita datang dari keluarga Wakil Bendahara Majelis Daerah Jawa Barat Gereja Pantekosta di Indonesia (MD Jabar GPdI), Pdt. Ferdinand Rompas. Ayahnya, Pdt. Jhon Rompas diberitakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Asyifa Sukabumi pada Sabtu, 06 September 2014 dinihari.

Jhon Rompas pria kelahiran Kawangkoan, Sulawesi Utara pada 08 Oktober 1931 menghembuskan nafas terakhir dalam usia 83 Tahun, meninggalkan dua orang anak: Grace Nicolien Rompas  dan Ferdinand Rompas serta lima Cucu dan lima Cicit.

Kabar meninggalnya Jhon Rompas sontak membuat kaget banyak Hamba Tuhan Khususnya GPdI Jawa Barat, hal itu dikarenakan Almarhum selama hidupnya merupakan tokoh dan Pimpinan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) baik dalam lingkup Majelis Daerah Jawa Barat maupun Majelis Pusat, selama hidupnya Jhon Rompas mengabdikan dirinya bekerja di ladang Tuhan  tercatat sebagai Ketua Majelis Daerah 8 Periode berturut-turut dari Tahun 1973 s/d 2003.

Pada 18 Pebruari 2013 Almarhum sempat terkena serangan stroke yaitu ada penyumbatan diotak kiri dan dirawat di salah satu RS di Bandung, berawal dari situlah kondisi Jhon Rompas menurun ditambah faktor usia, hari-hari dihabiskan hanya berbaring ditempat tidur sampai Tuhan memanggil pulang kerumah Bapa di Surga.

Jumat 12 September 2014, Pukul. 09.00 Wib, diadakan Ibadah Pelepasan Jenazah  alm. Pdt. Jhon Rompas, dipimpin  oleh Jajaran Majelis Daerah Jawa Barat juga dihadiri oleh Para Pimpinan Majelis Pusat GPdI tampak hadir Ketua Umum Majelis Pusat GPdI Pdt. DR. MD Wakkary,  juga ketua satu Majelis Pusat  GPdI Pdt. Je. Awondatu, yang juga sebagai ketua Majelis  Daerah Jawa Barat GPdI.
Pdt. MD. Wakkary, Ketua Umum MP GPdI
Para hamba Tuhan dari berbagai daerah di Indonesia, nampak hadir memberikan penghormatan terakhir  kepada Jhon Rompas, Jemaat GPdI Sukabumi tampak bersedih melepas kepergian Gembala Senior mereka mempersembahkan Pujian “ Indah rencanaMu Tuhan” juga Pujian dari seluruh Hamba Tuhan yang hadir juga dilanjutkan dengan persembahan pujian dari Keluaraga besar alm Pdt. Jhon Rompas.  Pdt. MD. Wakkary menyampaikan Firman Tuhan terambil dalam Filipi 1:20 “ Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.”
Keluarga Almarhum Jhon Rompas
Beberapa kenangan Indah terhadap sosok Jhon Rompas, tergambar jelas melalui setiap sambutan-sambutan yang disampaikan diantaranya dari Rukun Kawanua Martuari, Jaringan doa Sukabumi, Bksg Sukabumi, mewakili Jemaat GPdI Sukabumi, MD GPdI diwakili oleh Sekretaris  umum Pdt. Lodwyk Saerang, Mewakili Majelis Pusat GPdI Pdt. Fredy Fatirajawane dan mewakili Para Hamba Tuhan oleh pdt. JAF. Rorong.
Para Hamba Tuhan yang hadir
Pujian dari para Hamba Tuhan

Pujian dari Keluarga
Pdt. Je. Awondatu Mempersembahkan Pujian
Diladang pekuburan  seluruh prosesi acara dipimpin oleh Majelis Daerah Jawa Barat, Pdt. Yan Rumbayan Biro. Pemberdayaan Warga Jemaat, memimpin Pujian dan Pdt. Marthen Schalwjk Ketua satu MD Jabar menyampaikan Firman Tuhan.
Pdt. MD Wakkary sedang menyampaikan Firman Tuhan
Pelepasan Peti Jenazah Alm. Pdt. Jhon Rompas
MD Jabar memimpin acara di Ladang Pekuburan
Keluarga Almarhum


Sejarah singkat Jhon Rompas

Lahir di Kawangkoan, 8 Oktober 1931, Pdt. J. Rompas adalah anak ke-7 dari 9 bersaudara. Ia pernah bekerja di Toko kain (Bombay) selama 1 ½ tahun dan cita-cita berdagang karena ingin mandiri. Tapi ternyata Tuhan menghendaki dia menjadi pelayanNya.

Orang tua Pdt Rompas adalah orang Pantekosta sedangkan waktu itu Pdt Rompas bukan, kalau ada ibadah pantekosta di rumahnya, Pdt Rompas lah yang melempar rumahnya sendiri.

Tak lama kemudian ia pergi ke galian emas di Bolaang Mongondow karena melarikan diri akibat ejekan orang-orang karena orang tua pantekosta. Di galian emas itu, ia sering mendengar tetangganya berdoa. Tetangganya ini orang pantekosta. Dari sanalah ia mulai bertobat dan mulai ke Gereja pantekosta. Pada tahun 1950 ia bertobat sungguh-sungguh dilayani oleh Pdt Kereh. Setelah itu ia pulang kampung dengan berjalan kaki, karena tidak mempunyai uang di tangan. Tapi sudah dibaptis. Orang tuanya sendiri tidak percaya kalau ia sudah dibaptis.

Tak lama kemudian ia meninggalkan Minahasa dan merantau di pulau Jawa. Tinggal di Cimahi di rumah kakak yang seorang tentara. Di Bandung ia bekerja sebagai kenek montir bis Sabar, tahun 1952 jadi jemaat Lengkong Kecil (Pdt Wakary). Tahun 1953 – ia pindah ke Palembang dan tinggal di Pdt. Siwi. Disana ia melayani 100% dan oleh Pdt Siwi ditempatkan di Lahat sampai tahun 1954. Tahun 1954 ia ke Jakarta untuk Sekolah Alkitab di Lawang, tapi Pdt Runkat menahan dan disekolahkan di Manado. Tahun 1955 bulan Januari ia sekolah Alkitab di Langowan setelah selesai sekolah ia ke Bolaang Mongondow. Tahun 1957 bulan Maret ia pergi kembali ke Jawa dan menjadi pengerja di Cianjur (Pdt Awondatu). Setelah itu beliau membuka pelayanan di Sumedang sekitar 70-80 jiwa.

Saat Pernikahan
Tahun 1959 menikah dengan Ibu Lydia Kurniani (Alm) dikaruniai 2 orang anak, 5 orang cucu, dan 5 cicit.
Tahun 1969 bulan September beliau ditawarkan menjadi Gembala di Sukabumi menggantian Pdt. Sitosuyen. Tahun 1973 ia mengikuti Musyawarah Daerah GPdI Jabar, lalu terpilih menjadi Ketua MD. Selama 8 periode berturut-turut ia terus menjadi ketua.
Setelah dipegang oleh beberapa tokoh Pantekosta seperti Pdt Wakkary (Medan), Pdt Elly Faraknimela, Pdt Kastanya (Bogor), dan Pdt Lontoh (Cirebon), kursi MD GPdI Jawa Barat dipegang oleh Pdt J Rompas memimpin hingga tahun 2003.

“Tentu banyak pengalaman yang saya alami, mulai dari yang sangat enak sampai yang tidak enak, yang sangat indah sampai yang sangat buruk, mulai dalam keadaan aman sampai keadaan darurat, dari mulai disajikan kue cucur sampai disajikan pistol di atas meja, tetapi itulah risiko seorang pemimpin yang tentu tidak bisa dirinci, karena banyak bahkan teramat banyak kesan-kesan yang saya alami bersama dengan rekan-rekan MD yang lain. Mengenai jumlah sidang, disaat saya menjabat sebagai Ketua, kira-kira Hamba Tuhan yang ada saat itu sekitar 70-an, dan oleh kemurahan Tuhan dan berkat semangat generasi-generasi muda jumlah tersebut menjadi sekitar 700-an dengan Banten, kalau Jabar sendiri saat terakhir saya menjabat yaitu tahun 2003 berkisar 500 sidang, kembali ini semua hanya kemurahan Tuhan,” ujar Rompas yang juga Gembala GPdI Sukabumi.

Dalam masa kepemimpinannya yang panjang kadangkala orang salah mengerti tentang dirinya. Banyak orang menyebutnya otoriter bahkan dictator, tapi semua ditepisnya. “Saya dengar ada yang meyudutkan saya seperti itu. Bagi saya salah satu sifat seorang pemimpin harus ada sekian persen sifat Otoriter, namanya juga pemimpin, dengan resiko yang harus di tanggung dia sudah mengambil keputusan, walaupun dia harus mengorbankan dirinya. Dalam moment-moment tertentu diperlukan ketegasan dan orang yang mengatakan saya otoriter berarti mereka hanya tahu saya saat mengambil tindakan otoriter tersebut, yang penting bagi saya bahkan bisa dilihat oleh hamba-hamba Tuhan secara umumkan hasil pelayanan GPdI di Jawa Barat,” ujarnya.

Rompas memiliki ayat dan motto favorit:
“Mintalah maka akan diberikan kepadamu, semua hal saya serahkan kepada Tuhan sebab kita inikan hanya pekerja, kalau Tuhan katakan kerja ya kita kerja, kalau diam ya kita diam. Lebih baik menyanyi saja: Siapkan kakimu menuju sasaran pahala tunggu kamu. Pahala itu bukan kursi jabatan, tetapi keselamatan yang sedang kita bangun kalau dikasih kursi ya saya duduk.”
Dalam masa kepemimpinannya Ia sangat terbeban menjadi pemimpin GPdI Jawa Barat. Programnya untuk GPdI Jawa Barat di masa lalu ditujukan untuk mensejahterakan hamba-hamba Tuhan untuk berkembangnya lebih jauh tidak hanya kuantitas hamba-hamba Tuhan namun terlebih lagi dalam kualitasnya. Sudah terlaksana, bahkan dengan lahirnya pelayanan-pelayanan baru baik di Jawa Barat maupun di Banten.

Ia juga sangat ketat dalam menertibkan pelajaran-pelajaran dan doktrin-doktrin yang berkembang. Ia sangat dengan anggota jemaat dan para pendeta. Dalam kepengurusannya yang mencapai 40 tahun itu, ia sangat dihormati, disegani dan juga disenangi. Meski ada beberapa tokoh pusat GPdI yang gerah dengan kehadirannya namun tak bisa dipungkiri Pdt J Rompas adalah tokoh GPdI yang sangat berjasa di Jawa Barat


Karangan Bunga dari Majelis Wilayah IV Jabar GPdI



by: yra

Kamis, 11 September 2014

Rip : Pdt. Sammy Palit

Kabar Dukacita kembali datang secara mengejutkan, berawal dari sebuah postingan salah satu status di salah satu mediasosial pada Selasa malam , 09 September 2014 lebih kurang pukul 00.31 wib, berbunyi: RIP Pdt Sammy Palit, Gembala GPdI Imanuel Garut. Selamat jalan kaka Sammy...Sampai bertemu di Yerusalem Baru “ tulis pemilik akun bernama Nonce Katiandagho salah satu anggota keluarga dari  Alm. Pdt. Sammy Palit, sontak mengejutkan banyak pengguna dijejaring sosial facebook tersebut, seolah tak menyangka mendengar kabar yang datang begitu tiba-tiba mengenai berita  duka tersebut.
Pemilik nama lengkap, Sammy Immanuel Palit meninggal dunia  diusia 50 tahun, meninggalkan Seorang Isteri bernama  Lidya dan satu orang anak Perempuan Stefani Palit, Almarhum selain aktiv sebagai Gembala Jemaat di GPdI Garut, juga merupakan salah satu anggota Majelis Daerah Jawa Barat (Biro Multimedia) periode 2012-2017, dan tercatat sebagai salah satu anggota dari Badan Multimedia Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia (Bmmp GPdI), ada cerita yang menarik dimana semasa hidup almarhum pernah menyampaikan keinginannya dalam  suatu khotbah dimana dia minta kepada Tuhan untuk meninggal diusia 50 tahun saja, dan tidak mau dengan cara sakit ternyata semua harapannya dikabulkan Tuhan.

Personil Bmmp GPdI (alm Sammy No.4 dari Kanan)
Ada Banyak kenangan manis yang tak terlupakan diantara sahabat, teman almarhum khususnya dikalangan Badan Multimedia Majelis Pusat, seperti diungkapkan oleh Ilona Karamoy dari Malang “ bisa mengenal Ps. Sammy Palit, adalah hal yang spesial. Lebih sering ketemu brother Sammy di setiap meeting dan event Multimedia. Terakhir ketemu di SAB Reuni kecil angkatan 31-33 dan foto bersama. Kesan saya untuk pribadinya: Loyal, Friendly, humble, good photographer hidupnya jadi berkat buat saya…”
Lain lagi yang diucapkan Djoko Santoso dari Jakarta “ Sebagai sesama anggota Bmmp, Sammy adalah sosok yang sangat lemah lembut. Murah Senyum, Salah satu ide yang belum kesampaian adalah membuat program database untuk GPdI, majalah Joy adalaah salah satu majalah rohani MD Jabar yang diasuhnya, juga web Jabar adalah salah satu web yang dikelolanya ide almarhum yang lain adalah pemanfaatan semaksimal mungkin teknologi informasi/gadget/sosial media untuk melengkapi para hamba Tuhan…”
Dennie Kristian dari Bandung juga berkomentar “ He has great Vision and amazing faith, now God destiny in his life and put a big trust to young people..”  
Willem Jefta Kastanya Dari Bogor juga mengungkapkan pengenalannya akan almarhum “… Sammy adalah sosok yang insfiratif, visioner, baik hati, sukaa mengalah dan lembut hatinya seperti musa…rekan pelayanan di Jawa Barat dan KP Pelpap GPdI selama 2 periode yang kooperatif…”

Pdt. Je. Awondatu Menyampaikan Firman Tuhan
Pelantikan Istri Almarhum, Oleh MD Jabar GPdI

Ketua MD Jabar Memberikan Ucapan Selamat kepada Gembala Baru
Ibadah Pelepasan dan Pemakaman Pdt. Sammy Palit.
Kamis 11 September 2014, tepat Pukul 08.30 Wib. Majelis Daerah Jawa Barat  Gereja Pantekosta di Indonesia, memimpin langsung Jalannya Ibadah Pelepasan Almarhum Pdt. Sammy Palit tampak hadir diantaranya Pdt. Je. Awondatu Ketua MD Jabar, Pdt. Franklyn Turangan ( Wakil Sekretaris satu), Pdt. Hessky Rorong ( Biro Penginjilan), Pdt. Edy Tampi ( Biro Penggembalaan), Pdt. Jeffry Palit ( Biro Organisasi ) dan Pdt. Markus Sugiarto ( Biro Pertumbuhan Gereja). 

Pdt. Hessky Rorong Menyampaikan Firman Tuhan
 
Keluarga Almarhum Sammy Palit

Suasana di Ladang pemakaman
Firman Tuhan dibawakan oleh Ketua MD Jabar GPdI Pdt. Je. Awondatu dimana sebelumnya mempersembahkan pujian dengan memainkan  alat musik Saxsophon lagu kesukaan almarhum Sammy “ Tuhan Yesus Setia “  setelah penyampaian Firman Tuhan Majelis Daerah Jawa Barat  mendoakan sekaligus melantik Lidya Isteri Almarhum sebagai Gembala Jemaat GPdI Garut.
Upaca pemakaman dilaksanakan oleh Majelis Wilayah III dan Majelis Daerah Jawa Barat. Pdt. Richard Lumingkewas memimpin pujian dan Pdt. Hessky Rorong menyampaikan Firman Tuhan yang terambil dalam 2 Timotius 4:7



by: Yra

Jumat, 15 Agustus 2014

HUT ke 30 GPdI Maper

Bandung- Tahun ini Gereja Pantekosta dI Indonesia (GPdI) Margahayu Permai  Bandung, yang dirintis Pdt. Harun Timotius (alm), dan kemudian dilanjutkan oleh istrinya, Pdt. Iyok Maryati Harun, menginjak usia yang ke-30 tahun. Sebuah acara ibadah pengucapan syukur digelar di satu gedung di Kopo Square Jl. Kopo Bihbul Bandung, pada Jumat 15/08/2014.
Tepat Pukul 18.30 Wib Ibadah Hut ke 30 dimulai, diawali dengan pemutaran video Sejatah 30 tahun Pelayanan GPdI Margahayu Permai, dilanjutkan dengan Opening yaitu  Rampak yang dimainkan oleh pemuda Remaja GPdI Maper ( Margahayu Permai), dilanjutkan dengan Praise and worship dengan song leader  Steven membawa masuk seluruh hadirin yang hadir dalam hadirat Tuhan, Narwastu VG juga hadir dan mempersembahkan beberapa pujian ( VG Narwastu adalah  Kumpulan Ibu-ibu Gembala GPdI di wilayah Bandung), diteruskan dengan kesaksian Gembala Jemaat Pdt. Iyok Maryati Harun bagaimana kasih dan kuasa Tuhan saja yang memampukan kalau pelayanan di GPdI Margahayu boleh berjalan hingga masuk di usia ke 30 tahun, Iyok mengatakan “ It’s Only By Your Grace ” tutupnya. Acara dilanjutkan dengan penyampaian Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. DR. Benijanto Sugihono S.H.

Para Penari Rebana
 IT’S ONLY BY YOUR GRACE menjadi tema Ibadah Syukur HUT 30 tahun pelayanan pekerjaan Tuhan Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Margahayu Permai, Bandung. Tema tersebut diangkat menyadari bahwa keberadaan pelayanan pekerjaan Tuhan hingga saat ini adalah hanya karena anugerah Tuhan.
Semua berawal dari sebuah pergumulan dalam doa dan puasa untuk mewujudkan kerinduan merintis satu pelayanan, hingga terus berkembang sampai saat ini, menginjak usia yang ke-30.

Pdt. Iyok Maryati Harun ( Gembala Jemaat)
30 tahun bukanlah waktu yang singkat, namun berlalu dengan begitu cepat. Dalam kurun waktu tersebut banyak hal yang sudah terjadi dan banyak perkara yang sudah Tuhan perbuat. Nyata pembelaan Tuhan dalam menghadapi berbagai tantangan, baik besar maupun kecil.
Dari yang tidak ada kemudian menjadi ada, dan terus berkembang sampai saat ini. Semua itu menjadi bukti perbuatan tangan Tuhan yang ajaib.
Pelayanan dimulai 9 Agustus 1984, di sebuah tempat milik sepasang suami-istri yang mencintai pekerjaan Tuhan, kemudian berpindah-pindah di rumah-rumah jemaat yang rindu rumahnya dipakai untuk tempat kegiatan ibadah. Sampai akhirnya Majelis Daerah Jawa Barat Gereja Pantekosta di Indonesia meresmikan pelayanan di Margahayu Permai sebagai salah satu Pos Pelayanan GPdI pada tanggal 1 Mei 1986.

Suasana Ibadah
Kemudian dimasukilah fase baru, dimana jemaat harus bergumul dalam doa dan puasa untuk pembelian sebuah tempat ibadah. Panitia Pembelian Rumah Ibadah pun dibentuk (22 Maret 1992), sampai akhirnya kerinduan jemaat dalam hal pembelian rumah ibadah dijawab Tuhan (30 April 1993). Puji Tuhan! Melalui pengalaman pertolongan Tuhan yang luar biasa ini tercipta satu pujian yang berjudul  “YESUS MAHA MENJAWAB”.  
Waktu berjalan terus dan jemaat semakin dipertambahkan hingga ruangan yang ada tidak mencukupi lagi dan harus dilakukan pemugaran tempat ibadah secara bertahap. Namun tantangan yang besar coba menghadang. Sejumlah aparat pemerintah mendatangi tempat ibadah danm emerintahkan untuk tidak lagi melanjutkan renovasi ataupun kegiatan ibadah. Menghadapi kenyataan ini jemaat memohon tuntunan Tuhan. Akhirnya kegiatan ibadah di gereja dihentikan dan kemudian kegiatan ibadah tetap berjalan dengan memakai rumah-rumah jemaat. Kemudian atas kemurahan Tuhan, untuk beberapa tahun ibadah dilaksanakan di beberapa tempat pinjaman seperti Mikro Supermarket di Jalan Sadang, serta Kopo Permai Sport Centre.

VG Narwastu
Kesetiaan jemaat diuji dengan tempat ibadah yang cukup jauh, namun jemaat tetap setia dan semakin bersehati. Bahkan sebauh penghiburan Tuhan berikan melalui pertambahan jiwa-jiwa .
Tantangan bagi pekerjaan Tuhan di Margahayu Permai tidak berhenti sampai di situ, kondisi kesehatan Gembala, Pdt. Harun Timotius terganggu dan semakin memburuk. Namun Harun tetap melayani dengan begitu bersemangat. Jemaat merindukan kesehatan Gembala, namun Tuhan berkehendak dan punya rencana lain.  Pada tanggal 3 Oktober 2003, Tuhan memanggil Pdt. Harun Timotius kembali kepangkuanNya. Kehilangan seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah, jemaat berduka, namun pekerjaan Tuhan tidak dapat dihentikan.  Pdt. Iyok Maryati Harun (isteri) menerima tugas besar untuk melanjutkan perjuangan yang masih terus berlanjut. Puji Tuhan, semua berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan, seluruh jemaat mendukung. Bergandengan tangan dan bahu-membahu melanjutkan pekerjaan Tuhan yang ada.

Pujian Mantan Pengerja
Bahkan Tuhan tidak berhenti sampai di situ, Dia terus memperlengkapi gerejaNya untuk mewujudkan rencanaNya. DiberiNya karunia khusus kepada jemaat GPdI Margahayu Permai sebagai bagian dari Tubuh Kristus untuk melaksanakan amanat agungNya. Sebuah kepercayaan besar Tuhan berikan di usia yang ke-30 ini, melalui proyek pengembangan pelayanan pekerjaan Tuhan dengan pembelian dan renovasi rumah ibadah.
Mengingat kebutuhan pelayanan yang ada, dengan terus bertambahnya jiwa-jiwa, dari anak-anak Sekolah Minggu sampai jemaat dewasa, sehingga ruangan yang ada sekarang ini tidak lagi memadai untuk kegiatan-kegiatan ibadah yang ada; maka jemaat meresponi apa yang menjadi kehendak Tuhan. Dengan terlebih dahulu membawanya kepada Tuhan dalam doa dan puasa, maka kemudian diterimalah kepercayaan Tuhan yang besar itu dengan bertindak sesuai dengan tuntunan Tuhan dan mengandalkan Tuhan saja.

Pdt. Benny Janto ( Pembicara )
Panitia Pengembangan Rumah Ibadah dibentuk dan mulai bekerja, bergandengan tangan dan bersehati  dengan seluruh sidang jemaat yang ada. Berbagai upaya dilakukan dengan tetap mengikuti tuntunan Tuhan.

Foto Bersama
Dalam limpahnya ucapan syukur, maka  diselenggarakanlah ibadah Syukur HUT ke-30 GPdI Margahayu Permai. Acara ibadah syukur HUT ke-30 ini diadakan untuk menceritakan betapa hebat Tuhan bagi gerejaNya. Seluruh jemaat menyambut segala rancanganNya melalui sebuah komitmen yang dibaharui dan dengan sebuah pernyataan bahwa semua hanya oleh anugerahNya.
Satu harapan di dalamnya adalah kiranya semua mata yang memandang akan mengakui  “It’s Only by Your Grace”. by: Yra






Jumat, 11 Juli 2014

Pembagian Takjil Gratis, oleh Pemuda Remaja GPdI Jatibarang.

Jatibarang. Sejumlah Pemuda dan Remaja sudah bersiap siaga, di Jalan Siliwangi no. 50 Jatibarang Indramayu Jawa Barat, tepat di depan Gereja Pantekosta di Indonesia Jatibarang pada Jumat (11/7/2014) tepat pukul 16.00 wib. Keberadaan mereka bukan untuk berdemo, melainkan untuk membagi-bagikan makanan takjil secara gratis, beberapa pengendara sempat kikuk sebelum akhirnya menerima takjil yang dibagikan oleh para Anak-anak Pemuda dan Remaja yang berjemaat di GPdI Jatibarang, sebagian di antara mereka mengucapkan terima kasih, sebagian lagi hanya mengangguk diiringi senyuman yang mengembang tanda sukacita.

Pdt. Ronald M. Polii (Kedua dari kiri)
Pdt. Ronald Polii, pembina Pemuda Remaja setempat mengungkapkan bahwa, pembagian takjil gratis kepada para pengguna jalan itu, baru pertama kalinya dilakukan oleh para pemuda dan Remaja GPdI Jatibarang dan mendapat dukungan penuh dari Gembala setempat Pdt. Susana Mangunsong. Sebanyak 150 paket takjil berupa kolak dan nasi bungkus disertai air mineral, dibagikan para remaja kepada para pengendara yang lewat. 

Para Remaja turun ke Jalan membagikan Takjil
Pengendara Roda dua menerima Takjil

Pemuda & Remaja GPdI Jatibarang
Makanan tambahan
Sejumlah makanan takjil tersebut tidak hanya dibagikan kepada para pengendara, tetapi juga kepada Masyarakat di sekitar Gereja penyerahan ini diserahkan melalui ketua Rukun Tetangga setempat yaitu Rt 06/02 setelah terlebih dahulu didoakan oleh Gembala setempat Pdt. Susana Mangunsong agar menjadi berkat bagi yang menerimanya, sambutan positif juga diperlihatkan oleh ketua Rt setempat dan berterimakasih kepada GPdI Jatibarang atas pembagian takjil Gratis, ini membuktikan perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar, dalam hal ini mereka yang sedang menjalankan puasa dibulan suci ramadan tuturnya.

Takjil Siap dibagikan
Kegiatan serupa akan terus diadakan dengan melibatkan seluruh Jemaat GPdI Jatibarang, jadi bukan hanya oleh Pemuda dan Remaja saja, hal tersebut dikarenakan dukungan dari Gembala dan Jemaat yang luar biasa terhadap aksi sosial ini, demikian dijelaskaan Ronald Polii (Pembina Pemuda dan Remaja). 



By: Yra

Selasa, 01 Juli 2014

Ibadah Bersama Kaum Pria dan Wanita se-Wilayah IV GPdI Jabar

Cirebon. Komisi Wilayah Pria (KW Pelprip) bekerjasama dengan Komisi Wanita (KW Pelwap), mengadakan Ibadah Pria dan Wanita se Wilayah IV,  bertempat di GPdI Alpha-Omeg Jl. Otista No 63, Jamblang Cirebon pada Selasa 01 Juli 2014.

Ibadah Bersama ini dilaksanakan sebagai tindaklanjut dari program kerja yang sudah disepakati bersama yaitu mengadakan acara kebersamaan baik dalam bentuk Ibadah Gabungan maupun kegiatan-kegiatan kebersamaan lainnya, sepertihalnya mengadakan Reat-reat pasutri, seminar keluarga dan lain sebagainya.
Suasana Ibadah
Ketua Majelis Wilayah IV GPdI Jabar Pdt. Yohanes Tamburian M.div menyambut baik kegiatan ini dan memberikan apresiasi kepada Komisi Wilayah Pelprip dan Pelwap yang sudah bekerja keras sebagai penyelenggara acara Ibadah bersama kali ini, dan menjadi harapannya agar kegiatan serupa  dapat diikuti oleh Komisi-komisi lainnya seperti Komisi Anak Sekolah Minggu, Komisi Penginjilan, Pemuda Remaja dan lainnya yang ada di wilayah IV GPdI Jabar.
Pria dan Wanita Antusias Memuju Tuhan
Pdt. Torus Simatupang (Ketua Komisi Pelprip), dalam sambutannya sebelum acara dimulai mengatakan bahwa kegiatan Ibadah Bersama ini adalah pertama kalinya diadakan di Wilayah IV, dengan harapan tentunya dapat menjalin tali persaudaraan dan keakraban, serta saling mengenal satu dengan yang lainnya antar sesama pria (pelprip,) dan wanita (pelwap) se wilayah IV demikian harapannya, nampak juga hadir Pdt. Hanny Mailuhu (Sekretaris Komisi Pelprip).
Ketua Komisi Pria Pdt. Torus Simatupang
Pdt. Fonny Tamburian (Ketua Komisi Pelwap), bertindak sebagai Worship Leader menyanyikan setiap pujian diiringi team Musik, singer dan penari tamborin, tampak kompak dan mampu memukau Kaum Pria dan Wanita larut merasakan lawatan dan hadirat Tuhan saat pujian dinaikan, ditengah acara Pujian diselingi dengan persembahan Koor Kaum Pria dan Wanita GPdI Jamblang, luar biasa Pujian yang dipersembahkan sangat diurapi dan menjadi berkat bagi Jemaat yang hadir.
Pdt. Ibu. Lie-lie Fua Lontoh
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Lely Lontoh ( Bendahara II Majelis Daerah GPdI Jabar), diambil dari 1 Korintus 13: 1-13, dalam penyampaian Firman Tuhan diselingi terlebih dahulu dengan Drama singkat yang dipersembahkan oleh Jemaat GPdI Plered, intinya ingin menyampaikan bahwa kita harus saling mengasihi dalam keluarga dan masyarakat apapun kondisinya, dan apapun yang Tuhan ijinkan terjadi, anak Tuhan harus tetap saling mengasihi, menjadi Garam, terang ditengah dunia yang Gelap, dan apapun yang terjadi kasih dan kebenaran itu harus ditegakkan, drama yang sangat memberkati diperankan dengan baik dan jemaat larut dalam alur cerita yang diperankan, Pdt. Lely Lontoh menjelaskan lebih lanjut dalam pesan Firman Tuhan yang disampaikan bahwa orang dunia tahu kalau Anak Tuhan itu penuh kasih jadi kalau kasih itu tidak ada lagi dalam diri orang percaya maka akan membuat mereka tersandung atau syak, dijelaskan dunia sangat membutuhkan kasih bukan yang lain dan kasih itu bukan sebatas teori saja tapi harus menjadi pelaku yang mewujudnyatakan kasih Allah dalam hidup keseharian, lebih lanjut dikatakan  Anak Tuhan itu suratan terbuka dan harus menjadi berkat bagi sekitar.
Adegan Drama Persembahan GPdI Plered
Paduan Suara dari GPdIJamblang
Setelah penyampaian Firman, Acara dilanjutkan dengan quis dan beberapa permainan menambah meriahnya acara kebersamaan Pria dan Wanita, setiap pertanyaan maupun perlombaan yang berhasil dijawab atau dimenangkan tersedia Hadiah yang sangat menarik oleh Panitia, nampak antusias dan kekompakan diperlihatkan dalam setiap Games yang dipertandingkan.
Quis
Pdt. Yohanes Tamburian, Ketua MW IV Jabar GPdI
Seluruh rangkaian acara Ibadah Kebersamaan Kaum Pria dan Wanita diakhiri dengan doa penutup oleh ketua Majelis Wilayah Pdt. Yohanes Tamburian.
Personil Komisi Pria ( Pelprip )
Ketua : Pdt. T. Simatupang
Sekretaris: Pdt. Hanny Mailuhu
Bendahara: Pdm. Noldy Kewas

Personil Komisi Wanita ( Pelwap)
Ketua: Pdt. Fonny Tamburian
Sekretaris: Diana Mamangkey
Bendahara: Ribkah Lontoh Simbolon



by: Yra