Rapat Kordinasi MW, KD dengan Majelis Daerah Jabar GPdI

Rengasdengklok, 29 Juli 2013. Majelis Wilayah IV Jabar GPdI, Ketua Pdt. Yohanes Tamburian Mth dan Sekretaris Wilayah Pdt. Yezia R Akay menghadiri pertemuan Rapat Kordinasi yang diselenggarakan oleh Majelis Daerah Jabar

Pembukaan Angkatan XXVI, Sekolah Alkitab Cianjur

Cianjur, 22 Agustus 2013 Tidak seperti Hari-hari biasanya, suasana Sekolah Alkitab Cianjur ( SAC ), mulai ramai dikunjungi oleh calon Siswa/Siswi yang akan menempuh Pendidikan sebagai calon Hamba Tuhan di Sekolah Alkitab milik Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI )

Pertemuan Majelis Wilayah dan MD Jabar

Cianjur, 18 Pebruari 2013, Majelis Wilayah IV Jabar GPdI, menghadiri Pertemuan dengan Majelis Daerah yang dihadiri oleh seluruh Personil MD dan Seluruh MW se Jawa Barat. Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua MD Jabar GPdI Bpk. Pdt. JE. Awondatu.

Youth Connection

Kegiatan bersekala Internasional kerjasama antara Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI ), dengan Gereja Foursquare dari Amerika untuk pertamakalinya diselenggarakan di Harris Hotels Bandung Jawa Barat, dari tanggal 15-17 Oktober 2013 yang lalu dengan tema “ BLAST ” ( Ledakan )

Reuni Perak SAC, STTPC dan Study Club

Mari kembali mengenang dan merasakan suasana Kampus SAC berbagi cerita dan pengalaman baik antar teman seangkatan, juga dengan Guru-guru saat dimana kita pernah menempuh Pendidikan Sekolah Alkitab

Senin, 17 Maret 2014

Seminar Sehari Hamba Tuhan Wilayah V & VI GPdI Jawa Barat

Majelis Wilayah V Purwakarta, Subang, dan Karawang ( Purwasuka ) bergabung dengan Majelis Wilayah VI Cikarang dan sekitarnya, menggelar acara “SEMINAR SEHARI HAMBA-HAMBA TUHAN”  dengan mengusung tema: “ KELUARGA KRISTIANI”  dengan menghadirkan pembicara  Luar Negri yaitu Rev. Ap  Verwayen  dari Foursquere Church Rafael Nederland  dari Belanda pada Senin, 24/02/2014.
Seminar sehari berlangsung ditengah guyuran hujan deras namun tidak mengurangi minat peserta yaitu para Hamba-hamba Tuhan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI)  dua wilayah V & VI untuk menghadiri acara tersebut yang diadakan di GPdI Rengasdengklok, ada sekitar 100an  Hamba Tuhan yang mengikuti seminar ini, kebanyakan mereka yang  hadir  suami isteri.
Rev. Ap Verwayen beserta Istrinya  dalam kunjungan ke Indonesia kali ini sangat padat jadwal pelayanan yang harus dihadirinya, serangkaian undangan yang memintanya menjadi pembicara maupun berkhotbah diberbagai  Gereja, sekalipun keadaan fisik yang  lelah karena hari minggu,  sehari sebelum acara seminar ini dilaksanakan, melayani  tiga kali ibadah sekaligus  di tempat yang berbeda tetapi itu semuanya sirna saat melihat antusias dari hamba-hamba Tuhan yang hadir di seminar tersebut, bahkan ketika memaparkan materi seminar pun Rev.Ap Verwayen  sekalipun diusia yang lanjut  memaparkannya dengan berapi-api dan penuh semangat, sangat memberkati para Hamba Tuhan yang datang.

Peserta Seminar Sehari
Dalam pemaparannya Rev. Ap Verwayan  menjelaskan: “Ada tiga tingkatan Cinta, Pertama:  Agape yaitu Cinta tanpa syarat adalah Cinta kasih Rohani, kedua Philia Cinta persahabatan Cinta Jiwani, dan yang ketiga Eros Cinta yg di wujudkan dalam bentuk Fisik atau Jasmani. Dalam membina keluarga kembali dijelaskan  penting  sekali  menjalin suatu komunikasi seperti halnya komunikasi manusia dengan Tuhan  harus ada komunikasi, demikian juga dengan pasangan, kita harus manjaga agar komunikasi dapat terus terbina, tanpa ada komuikasi maka hubungan itu “mati” atau hancur.
Suasana semakin seru dan menarik  Ketika memasuki sesion  sex  dalam keluarga, ada banyak pemaparan yang di sampaikan khususnya mengenai sex dalam Keluarga,  diantaranya dijelaskan dalam sex tidak boleh egois , jangan  lebih mementingkan kepuasan salah satu pasangan saja atau diri sendiri, melainkan harus mencari kepuasan bersama, karena sex itu kudus maka kita juga harus menjaga kekudusannya itu. Acara seminar berlangsung dari pagi hingga sore hari dan mendapat respon yang baik dari seluruh Hamba Tuhan yang hadir.



By: Yusak YA










Sejarah GPdI Anugerah Sindanglaut

Cirebon- Keberadaan Gereja Pantekosta di Indonesia “ Jemaat Anugerah “  (GPdI Anugerah) Sindanglaut, tahun ini memasuki usia pelayanan yang ke 43 tahun sejak berdirinya pada tanggal 21 September 1971 hal itu tidak lepas dari perjuangan doa dan air mata yang sejak awal  dirintis oleh Pieters Hallatu muda ( Piet ) saat itu, pria Kelahiran Amahai Maluku Tengah 05 Mei 1945 selesai mengikuti Pendidikan Sekolah Alkitab Piet  demikian panggilan akrab Pieters Hallatu, diutus pihak Sekolah sebagai Pengerja (Praktek Membantu Pelayanan disebuah Gereja)  di GPdI Trifina, saat itu masih disebut dengan GPdI Talang Cirebon, tempat Penggembalaan Pdt. Lontoh Alm.

Selepas menjalani masa praktek Piet memutuskan untuk membuka ladang baru, atau merintis pekerjaan Tuhan di daerah tidak jauh dari Cirebon tempatnya berperaktek, yaitu di Sindanglaut diawali hanya melayani dua keluarga saat itu kel. Jhoni Pangalila dan kel. Yosef Tupan, dengan setia Piet melayani mereka sampai akhirnya tidak lama kemudian Tuhan memberikan seorang Pendamping untuk Piet, seorang gadis keturunan Tionghoa, Elna Kwee asal kelahiran Purwodadi, mereka memutuskan untuk menikah dan melayani bersama-sama dibendang Tuhan hingga Tuhan karuniai mereka Putra dan Putri dari hasil pernikahan yaitu Helena Christine Deasie Hallatu lahir 25 Desember 1976, dan Dicky Yance Hallatu lahir pada 10 Desember 1978.
Pertumbuhan Jemaat.
Jemaat GPdI Sindanglaut dari Tahun ketahun semakin bertambah dan mengalami pertumbuhan pesat untuk itu tempat Ibadah sempat berpindah – pindah rumah kontrakan dari kontrakan satu ketempat kontrakan lainnya sampai lebih kurang tujuh kali mereka harus berpindah tempat, namun hal itu tidak menyurutkan semangat Piet dan Istri serta Jemaat untuk tetap beribadah dan Melayani Tuhan mereka menggumuli itu semua dalam doa siang dan malam kepada Tuhan, untuk satu tempat Ibadah yang permanen, Puji Tuhan Akhirnya Tuhan Jawab Doa mereka pada Tahun 2000 GPdI Sindang laut membeli sebuah rumah di Jl. Raya Cipeujeuh Wetan No. 43b seharga Rp. 60.000.000 dari seorang anak Tuhan, dan merenofasi total rumah tersebut pada tahun itu juga hingga menjadi Gedung Gereja saat ini, dengan total biaya sebesar Rp. 250.000.000 hasil Swadaya Jemaat dan donatur, sejak itulah Gereja Pantekosta di Indonesia Sindanglaut berganti nama menjadi “ GPdI Anugerah “ Sindanglaut.

Doa Pelantikan Gembala oleh: MD Jabar GPdI
Sertijab GPdI Anugerah Sindanglaut.
Pdt. Pieters Hallatu saat ini berusia 69 Tahun, tentunya dengan usia yang tidak lagi muda ditambah lagi dengan keterbatasan fisik akibat penyakit yang sudah lama dideritanya, sedangkan pelayanan Pekerjaan Tuhan harus tetap terus berlanjut maka pada tanggal 18 Maret 2013 bertempat di GPdI Anugerah Sindanglaut diadakan acara serahterima Jabatan Penggembalaan (Sertijab), dimana sebelumnya Pdt. Pieter Hallatu mengajukan permohonan kepada Majelis Daerah Jawa Barat untuk melantik dan menetapkan Pdm. Dicky Yance Hallatu (Anaknya), bersama Istri Pdm. Steiny Tasik sebagai Gembala Jemaat  setempat menggantikan dirinya. Dengan dihadiri oleh Anggota Majelis Daerah saat itu Pdt. Edy Tampi (Biro Penggembalaan) Pdt. Jeffry Palit ( Biro Organisasi ) dan Pdt. Hesky Rorong ( Biro penginjilan ) dan disaksikan oleh pengurus Majelis Wilayah IV juga Hamba – hamba Tuhan serta undangan didepan Jemaat GPdI Anugerah Sindanglaut, pelantikan tersebut dilaksanakan.

Kel. Pdm. Dicky Y. Hallatu.
Profil Gembala
Pdm. Dicky Yance Hallatu menyelesaikan Sekolah Alkitabnya di Sekolah Alkitab Beji.  Angkatan. 45 Tahun 1999-2000 dan Angkatan. 48 Tahun 2002-2003. Didampingi Istri bernama Pdm. Steiny Tasik, mereka dikaruniai dua orang Anak Putra bernama Natanael Zefanya Hallatu dan Putri bernama Nataniel Zilgwyn Hallatu.
                Saat ini Jemaat GPdI Anugerah sedanglaut merenovasi lagi  gedung gereja yg akan dimulai dalam waktu dekat dikarenakan jemaat semakin bertambah dan  Gedung gereja sudah tidak  muat untuk menampung jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan, sesuai dengan kerinduan Gembala dan jemaat GPdI Anugerah Sindanglaut yaitu menjadi Umat Tuhan yang bertumbuh, berakar dan berbuah lebat.    




By: Yra
        

Kamis, 06 Februari 2014

KPW V GPdI Jabar, Rutin Melayani di LP Klas IIB Purwakarta


Purwakarta- Komisi Penginjilan Wilayah V Gereja Pantekosta di Indonesia Jawa Barat ( KW Penginjilan Wil V GPdI Jabar ),  melakukan pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Purwakarta pada Kamis, 06/02/2014. Komisi Penginjilan Wilayah V yang diketuai oleh Pdt. Elianto Wahab, Sekretaris Pdt. Deni Polii dan Bendahara Pdt. Steven Sumigar, selalu mengadakan kegiatan pelayanan di LP Purwakarta ini secara rutin dimulai sejak tahun 2008.
Pdt. Steven Sumigar dan Pdt. Deni Polii melayani dengan  penuh semangat dan kasih dalam memberikan pembinaan rohani di tempat dimana banyak orang  memandang  dengan ”sebelah mata”, tetapi justru dari sinilah mereka melihat dengan hati bukan dengan mata jasmani karena menurutnya warga binaan LP Purwakarta membutuhkan kasih dari Tuhan
Pelayanan Komisi Wilayah  V Penginjilan ke LP Purwakarta Klas IIB  dan  disambut dengat ramah dan hangat oleh para petugas dan penghuni LP, tidak ada sama sekali  kesan “angker “ yang selama ini menjadi  prasangka orang mengenai kehidupan dalam terali besi.
Pelayanan diawali dengan menaikan  puji-pujian oleh salah satu warga binaan, para pemain musik semuanya dilayani oleh warga binaan dengan penuh sukacita, seolah hidup mereka tidak sedang terkurung dalam tembok yang tinggi dan tebal,  Itulah wujud kasih Tuhan yang mereka alami dan rasakan sekalipun secara jasmani hidupnya tidak bebas dan terkurung tetapi secara rohani mereka merasakan kebebasan dan penuh sukacita.
Pdt. Denny Polii dan Pdt. Steven Sumigar
Pdt. Deni Polii menyampaikan Firman Tuhan yang terdapat dalam Matius 11:28-30 dalam penekanannya Deni menjelaskan bahwa Tuhan mengundang manusia tidak peduli dia tua,muda atau anak-anak tidak  peduli orang tesebut dari latar belakang  mana dan dosa apa yang telah  dilakukannya, Yesus memberikan undangan “Marilah datanglah kepadaku” itu bagi semua orang, Allah begitu mengasihi manusia, ia tahu kesusahan manusia dan Dia ingin memberikan kelegaan atas hidup manusia demikian amanat Firman Tuhan yang disampaikan siang itu dihadapan para warga binaan yang beragama kristen.
Menurut  Pdt Steven Sumigar  sudah 6 tahun melayani warga binaan di LP Purwakarta selama itu  pula selalu ada sukacita tersendiri ketika melakukan Pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan  warga binaan yang dianggap “sampah” masyarakat  namun mereka  justru  sangat antusias untuk menerima pelayanan kerohaniaan lewat ibadah dan penyampaian Firman Tuhan, bahkan tidak sedikit dari antara mereka akhirnya menerima Kritus saat mereka mendengar berita Injil


By Yusak YA

Senin, 03 Februari 2014

MD Jabar GPdI Serahkan Bantuan, di Wilayah V Purwasuka


Karawang- Majelis Daerah Jawa Barat Gereja Pantekosta di Indonesia ( MD Jabar GPdI ), memberikan bantuan untuk para Hamba Tuhan Korban banjir di Wilayah Purwakarta, Subang dan Karawang (Purwasuka), penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bendahara Majelis Daerah Jawa Barat Pdt. Anton Litha Sth kepada Ketua Majelis Wilayah V Pdt. Jhon Mawikere bertempat di Rumah Makan Pepes Jambal Galuh Mas Karawang, Senin 03/02/2014.
Ikut menyaksikan penyerahan bantuan, Ketua satu MD Jabar Pdt. Marthen Schalwyk, Biro Diakonia Pdt. Steve Kumendong juga beberapa Hamba Tuhan yang hadir. Anton Litha mengatakan  Banjir yang melanda beberapa sidang penggembalaan atau Gereja di Jawa Barat tahun ini, sangat parah atau berat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sebagai perbandingan tahun lalu ada lima puluh tiga (53) sidang yang terkena banjir, tahun ini hampir dua kali lipat dari jumlah tahun sebelumnya yaitu mencapai sembilan puluh dua (92) Gereja yang terkana banjir. Untuk itu Anton Litha lebih lanjut mengatakan dia membagi bencana banjir yang melanda Gereja-gereja GPdI di Jawa barat ini dengan tiga klasifikasi, yaitu untuk Berat, sedang, ringan, dan yang paling banyak dialami adalah untuk kategori berat atau parah tingkat kerusakannya.
Pdt. M Schalwjk, Pdt. Anton Litha, Pdt. jhon Mawikere
Oleh karena itu Ketua Majelis Daerah GPdI Jawa Barat, Pdt. Je. Awondatu sesaat setelah mendapat laporan mengenai bencana banjir yang melanda hampir diseluruh wilayah di Jawa Barat seperti Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon, ditengah berlangsungnya acara Natal Hamba-hamba Tuhan  se Jawa Barat di Hotel Seruni pada tanggal 22-23 Januari 2014 yang lalu, langsung menyampaikan keprihatinannya dan sekaligus menginstruksikan kepada setiap Majelis Wilayah 1-17 untuk mendata Gereja-gereja yang mengalami atau terkena banjir dan akan  mendapatkan bantuan, hal ini adalah sebagai bentuk kepedulian dan perhatian dari Pimpinan Gereja untuk meringankan beban para korban bencana alam banjir, Instruksi ini langsung ditindaklanjuti oleh Jajarannya: Bendahara MD Pdt. Anton Litha, Ketua satu Pdt. Marthen Schalwyk dan Biro Diakonia Pdt. Steve Kumendong dengan mengunjungi dan menyerahkan secara langsung bantuan dari MD Jabar GPdI.
Kehadiran Majelis Daerah GPdI Jawa Barat disambut dengan sukacita oleh ketua Majelis Wilayah V Pdt. Jhon Mawikere yang beberapa waktu yang lalu tempat pelayanannya di GPdI Pusakaratu, pamanukan juga terkena banjir cukup berat, total ada tujuh Gereja di wilayah V  yang terkena banjir dan mendapatkan bantuan.
Jhon Mawikere dalam sambutannya mengatakan, sangat senang dan berterimakasih atas Kepedulian dari pimpinan MD GPdI Jawa Barat yang telah ikut meringankan beban yang dihadapi oleh Gembala Sidang yang tempat Ibadahnya  terkena banjir.


by: Yusak YA


Selasa, 21 Januari 2014

GKI Bajem Eretan, Membuka Pintu Gereja untuk Pengungsi Korban Banjir.


Indramayu – Bencana Alam Banjir yang melanda  12 Kecamatan di Kabupaten Indramayu  Jawa Barat, pada  Minggu 19 Januari 2014 yang lalu, merupakan  bencana alam terparah  dan tak terduga sebelumnya dimana biasanya hanya beberapa daerah saja yang terkena  banjir dan hanya 20-30 sentimeter,  kali  ini ketinggian air mencapai  hingga 1-2 Meter lebih dan meluas,  tidak heran banyak pengungsi  (korban Banjir) yang berusaha mencari tempat yang paling aman untuk dapat berlindung dari bencana banjir  yang menerjang tempat pemukiman mereka hampir satu Minggu lebih.

Gereja Keristen Indonesia  “ Bakal Jemaat Eretan “ ( GKI Bajem Eretan ) yang terletak di Desa Eretan Wetan Kec. Kandanghaur Kabupaten Indramayu,  yang berdiri sejak tahun 1975 adalah satu-satunya Gereja di Kecamatan Kandanghaur yang membuka Pintu Gerejanya untuk menjadi tempat penampungan para pengungsi korban Banjir,  sekaligus membuka dapur umum untuk  menyediakan makanan dan minuman untuk para korban.
Menurut  Pengurus Gereja Keristen Indonesia  Drs. Rikel  Tiwan (45),  menceritakan saat air sudah naik disekitar pemukiman Gereja  dan makin meninggi,  ada salah satu warga yang memohon untuk diijinkan mengungsi di Gereja, perlu diketahui pastori Gereja saat itu terkena Banjir juga, hanya memang gereja tidak  terkena banjir, jadi bisa dibanyangkan sebenarnya pada saat itu kondisi kamipun sedang alami kesusahan  karena korban banjir juga, demikian kenang pria kelahiran Blora yang sudah 21 Tahun mengabdikan diri di GKI Bajem Eretan, namun karena sebagai orang percaya apalagi sebagai Hamba Tuhan, kita harus mewujudnyatakan kasih Tuhan kepada sesama dan saya berpikir inilah moment yang tepat untuk membantu dan menolong  sesama apalagi mereka sedang butuh pertolongan saat itu, Rumah-rumah mereka sudah terendam Banjir cukup parah inilah Ibadah yang sesungguhnya dan tanpa pikir panjang saya langsung katakan pada mereka ya silahkan mengungsi di Gereja, sekalipun pada hari itu Minggu 19 Januari 2014, Ibadah terpaksa kami ditiadakan sebab Jemaat pun banyak yang terkena banjir rumahnya.
Dapur Umum
Jumlah Pengungsi saat itu berjumlah sekitar  140 orang, warga sekitar Gereja dari bayi sampai manula mereka tinggal selama satu Minggu,  Kebutuhan logistik pada hari pertama sangat minim hal itu disebabkan dana kas Gereja khusus yang biasa disebut “Dana Tolong-menolong”  untuk bencana tidaklah banyak sangat terbatas  namun kami bergerak dengan Iman dan  yakin Tuhan akan menyertai kami Yakin Tuhan tidak akan membiarkan umatNya kelaparan,  Keadaan saat itu benar-benar  mencekam, masyarakat dalam kondisi kekurangan bahan makanan dikarenakan banyaknya toko-toko sembako yang tutup, masyarakat dalam keadaan lapar dan haus saat itu,  sempat ada isyu akan terjadi penjarahan namun kami coba menasehati dan melarang untuk supaya mereka tidak melakukan tindakan anarkis yang justru akan merugikan diri sendiri. Puji Tuhan Kami bisa menjadi Saksi Kristus setidaknya mengajarkan kebenaran dan kasih pada mereka.
Drs. Rikel Tiwan
Memasuki hari kedua dan ketiga Bantuan mulai masuk mengalir Khususnya dari Gerakan Kemanusiaan Indonesia ( GKI ) dimana anggotanya-anggotanya  terdiri dari Gereja Kristen Indonesia di Cirebon, GKI Sindanglaut, GKI Jatibarang , GKI Tasikmalaya, GKI Kuningan, dan GKI Pamanukan,  bantuan ini dengan berbagai rintangan dilalui tidak mudah untuk menjangkau tempat kami, karena jalur kendaraan Indramayu-Cirebon ada beberapa titik lokasi yang tergenang air setinggi satu Meter sehingga tidak bisa dilalui kendaraan umum,  jadi kami terisolir namun Tuhan tolong bantuan sampai dengan selamat di lokasi Gereja  dan langsung didata ada: Mie Instant, Air Mineral, Selimut, Pakaian layak pakai, alat tulis sekolah, Pempers, Minyak sayur dan Obat-obatan, Biscuit, sampai makanan Bayi, pokoknya semua lengkap Luar Biasa Wujud penyertaan Tuhan sekalipun alami musibah Banjir , kesusahan namun kami berkelimpahan bahkan kami dapat menyalurkan juga berkat –berkat tersebut ke Posko-posko Korban bencana banjir yang ada di wilayah kami dan juga kami salurkan ke Gereja sekitar untuk dibagikan kepada Umat Tuhan yang membutuhkan. Itu semua karena Tuhan yang menyertai umatnya dan ini menjadi kesaksian bagi warga masyarakat sekitar Gereja Kristen Indonesia Bajem Eretan.




Senin, 06 Januari 2014

Natal Hamba Tuhan Wilayah IV Jabar GPdI

Suasana Natal masih terasa sekalipun telah memasuk di Tahun yang baru 2014, hal tersebut seperti nampak di Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI ) Majalengka Jawa Barat, penggembalaan Pdt. Marthen Sondakh ( Penasehat Majelis Daerah Jabar ), tempat dilaksanakannya Ibadah Natal para Hamba-hamba Tuhan se Wilayah IV, Cirebon, Indramayu, Kuningan dan Majalengka.Nampak Pohon Natal Besar masih terpajang disisi kanan podium, disertai hiasan-hiasan nya dan nyala lampu natal menambah semarak suasana pagi itu, dimana tepat pukul. 10.00 Wib Pdt. Faunny Tamburian memulai Ibadah Natal Hamba-hamba Tuhan dengan singger Pdt. Tito Mumbunan, Ellen, Pdt. Fennly Wungkana dan Elisabeth, mengajak hadirin menaikan puji-pujian kepada Tuhan dengan lagu-lagu bertemakan Natal  dengan penuh semangat dan sukacita, ada sekitar 70 Hamba Tuhan yang hadir dalam Natal Hamba Tuhan Wilayah IV ini, sudah termasuk pengerja dan keluarga yang datang dari berbagai kota menghadiri acara ini.Penyampaian Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Marthen Schalwijk, ( Wakil Ketua satu Majelis Daerah Jawa Barat ) yang hadir bersama Istri, mengambil ayat Alkitab dalam Lukas 2:8-14 


Pdt. Marthen Schalwjk
dijelaskan Natal adalah Berita yang memberikan Sukacita dan pengharapan dimana Yesus lahir kedunia sebagai Juru selamat, Dia datang untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Dosa membuat kita mati, jauh dari Tuhan dan putus hubungan dengan Tuhan, tetapi Yesus datang Dia robah kematian itu menjadi kehidupan, Keselamatan itu Anugerah Tuhan karena itu kita harus mengutamakan Tuhan dan harus menaikan pujian hanya kepada Tuhan dan taat kepada Tuhan. Dalam Pesannya juga Pdt. Schalwijk mengingatkan para Gembala untuk memelihara dan menggembalakan Jemaat dengan baik mendoakan saat mereka pergi bekerja dan juga waktu jemaat pulang karena itu para Hamba Tuhan harus memiliki damai sejahtera untuk bisa melakukan tugas-tugas pelayanan itu,  dan Yesus lahir Dia membawa Damai Sejahtera, Hamba Tuhan harus hidup dalam Damai sejahtera demikian beliau mengakhiri khotbahnya.

Malam Kudus

Acara dilanjutkan dengan penyalaan Lilin Natal,  oleh Ketua Majelis Wilayah IV Pdt. Yohanes Tamburian dilanjutkan penyalaan mewakili Majelis Daerah Jabar Pdt. Marthen Schalwijk, Mewakili Komisi Wilayah Pdt. Torus Simatupang, mewakili Perintisan Pdt. Noldy Manorek, mewakili hamba Tuhan Kabupaten Indramayu Pdt. Sinyo Kumolontang, mewakili kabupaten dan Kota Cirebon Pdt. Lie-lie Fua Lontoh, terakhir mewakili Kabupaten Kuningan dan Majalengka Pdt. Marthen Sondakh setelah semua lilin menyala diiringi dengan menyanyikan lagu Malam Kudus oleh seluruh Hamba Tuhan yang hadir menambah Khidmat suasana saat itu, selesai nyanyian malam kudus tiba saatnya para hamba Tuhan tampil mempersembahkan pujian bergilir dari setiap Kabupaten dan Kota yang ada di Wilayah IV.

Pujian Hamba Tuhan Kabupaten Indramayu

Pujian Hamba Tuhan Kab & Kota Cirebon

Pujian Hamba Tuhan Kab Kuningan & Majalengka
Pada kesempatan ini juga ada pembagian Tabloid MITRA INDONESIA Januari edisi 68 secara Cuma-cuma dan Tabloid MITRA PEREMPUAN edisi 04 yang akan terbit bulan Februari, kepada Seluruh Hamba Tuhan yang hadir, penyerahan ini secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua Majelis Wilayah IV Pdt. Yohanes Tamburian kepada Pdt. Marthen Sondakh mewakili para hamba Tuhan, pembagian Tabloid Mitra Indonesia ini adalah persembahan kasih dari seorang pengusaha sukses yang diberkati Tuhan Bpk. Daniel Ferry Susanto dari Karawang, dimana beliau rindu membagi berkat melalui Tabloid bacaan rohani ini.

Penmbagian Tabloid Mitra Indonesia
Ketua Majelis Wilayah IV Pdt. Yohanes Tamburian dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari para Hamba Tuhan sehingga acara Natal dapat dilaksanakan juga terima kasih kepada tuan rumah GPdI Majalengka yang dipakai untuk perayaan natal kali ini. by Yra



 

Rabu, 11 Desember 2013

Natal GPdI Plered- Pamengkang Cirebon Turdes


Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI ) Jemaat Plered-Pamengkang Cirebon, digembalakan  Pdt. Lie-lie Fua Lontoh mengadakan Natal yang disebut dengan “ Natal Turun Desa “ (Turdes) adalah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan berbagi Sukacita terhadap Hamba-hamba Tuhan yang melayani di Desa-desa, sesuai dengan thema Natal GPdI Plered Pamengkang LIVE IN LOVE. Antusias dan dukungan dari seluruh Jemaat GPdI Plered-Pamengkang  dalam Natal Turdes ini nampak dari kehadiran mereka dalam setiap kegiatan Natal Turdes yang diadakan. Acara Natal Turun desa (Turdes), diadakan di tiga Gereja yaitu: GPdI Gabus Wetan ( Pdt. Leo B. Polii) Indramayu 08/12/13, GPdI Mundu ( Pdm. Jani Bolung ) Cirebon 11/12/13 dan terakhir, di GPdI Cibunut ( Pdt. Hanny Mailuhu ) Kuningan 15/12/13, seluruh rangkaian Ibadah dan acara dipimpin atau dilaksanakan dari GPdI Plered-Pamengkang dari awal hingga akhir acara.

Jemaat mempersembahkan Pujian
Rabu, 11/12/2013. Bertempat di GPdI Mundu Cirebon (Pdm. Jani Bolung), Natal Turdes tepat dimulai pukul 15.00 Wib, ibadah  berjalan dengan penuh hikmat dan terasa suasana keakraban dan kekeluargaan antar  jemaat juga Hamba Tuhan yang hadir, diawali dengan Praise & Worship, Puji-pujian dari jemaat Plered-Pamengkang, dilanjutkan pujian dari Hamba-hamba Tuhan yang hadir.
Penyampaian Firman Tuhan yang disampaikan langsung oleh Pdt. Lie-lie Fua Lontoh, di ambil dalam kitab Wahyu 3 : 11: “Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.”, mengingatkan kita supaya tetap berpegang kepada kebenaran Firman Tuhan, dan tekun dalam mengiring dan melayani Tuhan sampai Tuhan Yesus datang kedua kali, beliau juga mengatakan jadikan Natal kali ini untuk  jadikan hidup ini lebih mengasihi Tuhan dan sesama kita manusia. Sesuai thema dari Natal Turdes yaitu LIVE IN LOVE.  

Suasana Ibadah
Setelah Firman Tuhan, dilanjutkan dengan penyalaan lilin dan lagu malam kudus,  acara dilanjutkan dengan Quis  dan beberapa perlombaan, nampak  hadirin yang hadir sangat antusias mengikuti Quis dan perlombaan tersebut, Wajah-wajah penuh sukacita terlihat saat mereka mendapatkan Hadiah yang disediakan untuk setiap pemenang atau peserta yang berhasil memenangkan perlombaan, selanjutnya kata sambutan dan ucapan terima kasih oleh ketua panitia Natal Turdes yang disampaikan oleh  Bpk. Andri Waskito. Natal Turdes ini juga dihadiri oleh beberapa Hamba Tuhan perintisan sekitar Cirebon dan sekitarnya atas undangan Gembala Jemaat, Pdt. Lie-lie Fua Lontoh  yang sekaligus menyerahkan  Bingkisan Natal kepada para Hamba Tuhan. 
by Fenly Wungkana/ yra









Jumat, 29 November 2013

Safari Natal KD Pelrap di Majelis Wilayah IV GPdI Jabar

Cirebon- Jumat 29 Nopember 2013 Komisi Daerah Pelayanan Remaja Jawa Barat ( KD Pelrap Jabar ) yang diketuai oleh Pdt. Roy Viktor  Sumolang,  kembali mengadakan Ibadah perayaan Natal yang  disebut dengan “ Safari Natal  “ di GPdI Trifina Jl. Talang Cirebon  yang digembalakan oleh  Pdt. Julien Lontoh , dengan Thema Natal : “ Kobarkan Api Pantekosta “ sub thema: Generasi yang bertumbuh kearah Kristus ( Efesus 4:14-16) dengan menghadirkan pembicara Pdt. JE. Awondatu ( Ketua Majelis Daerah Jawa Barat, dan juga sebagai Ketua satu Majelis Pusat GPdI).  A cara ini  merupakan realisasi Program kerja jangka pendek  KD Pelrap  yang diselenggarakan  dbeberapa kota  di Jawa Barat, seperti  Banjar, Depok, Bandung, Bekasi, Cirebon dan juga Rengasdengklok. Terakhir safari Natal KD Pelrap ini akan diadakan sampai dengan  bulan Januari 2014 di Rengasdengklok. Safari Natal yang  diadakan di kota Cirebon , meliputi beberapa daerah yang masuk dalam lingkup Majelis Wilayah IV Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI ) Jawa Barat, meliputi Kota Indramayu, Kuningan, Cirebon dan Majalengka.  Panitia Pelaksana  acara ini sepenuhnya diserahkan kepada Komisi Wilayah IV Remaja ( KW Pelrap ), dan Komisi Pemuda ( KW Pelpap ) bertindak sebagai ketua Panitia adalah Pdm. Vane Walewangko ( Sekretaris KW Pelrap ).

Sdri. Kezia Tamburian
Pdt. Bobby Monik membuka Ibadah dalam doa, Bertindak sebagai Worship Leader  Sdri. Kezia Tamburian dari GPdI Jamblang , memulai acara  Ibadah Natal Pemuda dan Remaja se wilayah IV tepat pada pukul 17.30 wib, nampak para Pemuda dan Remaja mulai berdatangan memenuhi hampir seluruh ruangan gereja,  diperkirakan yang hadir berjumlah  sekitar 250 orang, sudah termasuk para Hamba – hamba Tuhan yang mendukung kegiatan ini.

Pdt. Je. Awondatu
Dalam penyampaian Firman Tuhan Pdt. Je. Awondatu menekankan kepada para Pemuda dan Remaja yang hadir untuk selalu mengatakan yang benar  “ Speaking the truth “ harus jujur jangan suka bohong, jangan suka dusta biarlah sejak muda kita harus mengatakan yang benar  dan juga hidup dalam kebenaran  supaya kita berkenan kepada Tuhan, karena tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa, Yohanes 15:5  diluar Yesus kita tidak bisa berbuat apa-apa sebaliknya didalam Yesus kita bisa melakukan segala sesuatu,  lebih lanjut beliau mengatakan saat peristiwa kelahiran Yesus Orang Majus ketemu Yesus, para Gembala ketemu Yesus , artinya baik orang kaya baik maupun orang biasa  pokoknya semua orang harus ketemu Yesus  untuk  diselamatkan, jadi kalau kita boleh sukses itu karena Yesus, kalau kita pandai itu karena Yesus,  demikian pesan Natal yang disampaikan Pdt. Je. Awondatu yang mendapat respon begitu antusias dari para Remaja yang hadir.  
Altar Call
Masuk dalam acara selanjutnya yaitu penyalaan Lilin dan pujian Malam Kudus, Pdt. Je. Awondatu menyalakan lilin pertama selanjutnya Mewakili Majelis Wilayah IV oleh Pdt. Yezia RA (Sekretaris ), dari Komisi Derah Pelrap oleh Pdt. Roy V Sumolang ( Ketua KD Pelrap ), Gembala GPdI Trifina Pdt. Julien Lontoh, Mewakili Panitia Pdt. Ronald M Polii ( Ketua KW Pelrap ), dan Pdt. Noldy Manorek ( Ketua KW Pelpap ).Dalam Kesempatan ini juga Ketua KD Pelrap Jabar Pdt. Roy V Sumolang  menginformasikan program Kerja yang akan dilaksanakan diantaranya akan mengadakan lpertandingan  Futsal Pelrap, se Jawa Barat, Kemah Remaja, dan juga Jambore Nasional Remaja yang akan diadakan di Kalimantan Timur pada pertengahan tahun 2014. Acara dtutup dan diakhiri dengan Doa oleh Ketua Kd Pelrap Pdt. Roy Victor Sumolang. by Yra